
8 tahun pun berjalan begitu cepat. Natasya kini menjadi seorang gadis yang berumur 22 tahun, ia juga seorang direktur di perusahaan terbesar di kotanya sekaligus yang terkaya di negaranya. Natasya awalnya tidak terlalu yakin jika ia akan di terima oleh perusahaan tersebut, tapi sebuah keberuntungan berpihak padanya, hingga ia diterima disana.
Natasya bekerja membantu Tante Kinan bukan karena kekurangan tapi natasya bosan jika dirumah tidak melakukan apa-apa hingga ia berpikir untuk mencari pekerjaan.
Di pagi hari yang cerah, Natasya bangun dari tidurnya. Ia bangun cukup pagi karna ada pekerjaan yang harus ia selesaikan pagi ini, ia pergi mandi dan mengganti baju dengan jas dan celana berwarna hitam, kemeja putih, rambut panjang yang dikuncir serta sepatu hak tinggi berwarna hitam. Natasya yang sedang menatap dirinya di depan kaca pun langsung bergumam.
“ walau sudah sering memakai ini tapi rasanya seperti aneh saja “
Kata natasya sembari keluar dari kamarnya, gadis itu turun dan melihat Tante Kinan yang sedang membaca majalah di ruang tamu. Tante Kinan yang menyadari sosok natasya pun langsung menoleh dan menatap natasya dengan senyuman ramah.
“ Hai sayang, selamat pagi “ Sapa Tante sembari bangun dari duduknya
“ pagi juga “ Jawab natasya sambil menghampiri Tante Kinan
“ kamu mau kemana sayang? Kok pagi-pagi begini sudah rapih saja “ kata Tante Kinan sambil menatap ku dari atas hingga bawah
“ ke kantor, ada beberapa kerjaan yang aku harus selesaikan pagi ini “ jawab natasya dengan nada dingin
“ benarkah? “ tanya Tante Kinan yang tidak yakin
“ hm “
“ baiklah kalau begitu, sekarang kamu berangkat gih. Jangan sampai terlambat ya “ kata Tante Kinan sambil mengelus bahu Natasya
“ Hm..kalau gitu, natasya pamit. “ ujar natasya sembari pergi keluar rumah
Natasya pergi ke kantor menggunakan mobilnya sendiri, mobil itu dibeli oleh uang hasil kerja Natasya. Sesampainya di kantor Natasya langsung di hampiri oleh asisten pribadinya yang bernama Liana.
“ Selamat pagi Bu Tasya, ini hasil dari laporan proyek yang kemarin. Silahkan ibu lihat untuk memeriksa apakah ada kesalahan atau tidak “ kata Liana sambil mengulurkan tangannya yang memegang map
“ baik, kau bisa kembali “ jawab natasya dengan nada dingin sambil mengambil map dari tangan Liana
“ Baik Bu “
Liana pun beranjak pergi namun seketika langkahnya langsung terhenti dan menoleh kebelakang, menatap natasya yang kini sedang menaiki lift.
__ADS_1
“ Aduuhh...aku lupa lagi memberitahu Bu Tasya “
Liana terus mengutuk dirinya sendiri atas kelupaan nya. Sementara diruang Natasya, gadis itu sedang serius membaca laporan proyek nya di kursi pribadinya. Selesai membaca, Natasya mengambil Telpon kantor dan menekan beberapa tombol hingga telpon terhubung.
“ kamu datang keruangku “
Selesai mengatakan itu, natasya langsung menutup telponnya dan terdiam. Beberapa menit kemudian suara ketukan pintu terdengar. Natasya yang menyadari itu langsung memberinya izin dengan suara dingin.
“ Masuk! “
Setelah mendengar izin dari Natasya, Liana pun masuk kedalam ruangannya. Liana cukup takut jika hanya berdua dengan Natasya diruangan, karna aura dingin dan rasa canggungnya. Liana pun menggelengkan kepalanya untuk mengembalikan kesadaran dan berkata...
“ Ada apa, Bu Tasya memangil saya? Apakah ada kesalahan dalam laporan proyek nya? Jika ada maka saya akan menyuruh orang untuk memperbaikinya lagi “ kata Liana dengan sopan.
“ Tidak ada “ jawab singkat natasya
Liana yang mendengar jawaban Natasya yang singkat, padat dan susah dimengerti ini pun langsung kebingungan, walau Liana sudah lama bekerja disamping Natasya tapi Liana masih tidak mengerti dengan pemikiran atasannya ini.
“ maaf Bu, maksudnya apa ya? “ tanya liana dengan hati-hati
“ Soal laporan tidak ada masalah “ jawab Natasya yang semakin membuat Liana kebingungan
“ tidak ada, sekarang saya tanya kamu. Apa ada yang ingin kamu bicarakan kepada saya? “ ujar natasya sambil menyandarkan tubuhnya di kursi
“ Hah? Maksud Bu Tasya? “ tanya Liana yang tidak mengerti
Natasya yang malas menjelaskan pun langsung terdiam dan menyuruh Liana keluar. Liana yang diposisi takut salah bicara langsung memilih untuk keluar dan pergi. Natasya yang masih terdiam ditempat pun seketika tersadar saat telponnya berbunyi, gadis itu yang tadinya melamun langsung mengangkat telponnya dan menaruhnya di telinga.
“ Halo sayang “ suara terdengar didalam telpon
“ Tante? “ kata natasya
“ iya ini Tante sayang, kamu lagi dikantor kan? “ tanya Tante Kinan dengan nafas yang memburu
Natasya yang mendengar nafas Tante Kinan yang tidak beraturan pun seketika langsung mengerutkan keningnya, ia tidak tau apa yang terjadi. Karna penasaran, Natasya pun bertanya dengan Tante Kinan.
__ADS_1
“ kenapa Tante? Ada masalah? “ tanya natasya
“ Ah..t-tidak sayang, Tante Cuma nanya aja ke kamu. Kamu hari ini sibuk gak? Nanti mau temenin Tante jalan gak? “ kata Tante sambil mengalihkan pembicaraan
“ yaudah. Aku juga hari ini pulang agak cepat, jadi ada waktu “ jawab Natasya yang mengikuti kebohongan Tante Kinan
“ ouh yaudah kalau gitu, Tante tunggu dirumah ya. Hari ini Tante juga lagi gak ada kerjaan, dikantor juga semua dokumen udah Tante kerjaan jadi Tante bosan. Heheh...maaf ya kalau Tiba-tiba ngajak kamu “ kata Tante Kinan yang terdengar basa basi.
“ Gakpapa Tante “ jawab Natasya
“ Yaudah deh, Tante tutup dulu ya. Kamu semangat kerjanya jangan lupa makan ya “ kata Tante Kinan yang penuh perhatian
“ Hm “
Tante Kinan pun memutuskan sambungan telponnya, Natasya juga menjauhkan telponnya dan menaruhnya lagi di atas meja. Kini gadis itu memikirkan sesuatu Tentang Tante Kinan, tapi sekian lamanya ia termenung, gadis itu langsung menggelengkan kepalanya agar tetap fokus pada pekerjaannya dan pulang.
Siang hari, natasya sedang memiliki pertemuan antara klien perusahaan. Mereka bertemu di sebuah cafe dekat perusahaan, Natasya juga membawa Liana disisinya. Klien itu juga terlihat membawa asistennya untuk menemani nya. Klien yang ramah pun menyapa natasya dan Liana yang sedang duduk di kursi ruangan VIP
“ selamat siang Nona Tasya, maaf atas keterlambatan saya. Dari dijalan ada sedikit masalah “ kata klien itu.
“ selamat siang juga pak, tidak masalah. Saya juga baru datang “ jawab natasya
“ ah tidak usah memanggil pak, panggil saja Hendra “ kata lelaki itu sambil tersenyum
“ baik pak Hendra. Silahkan duduk pak “ ujar natasya Yang mempersilakan mereka duduk
“ Terimakasih nona “ kata Hendra
Pembicaraan mengenai kerjasama antara perusahaan pun dimulai, kini sudah sekitar pukul 16.15 mereka baru selesai. Natasya yang mengingat janjinya pada Tante Kinan pun langsung berpamitan dengan Hendra dan asistennya, bergegas keluar dari cafe yang diikuti Liana.
“ Bu Tasya “ panggil Liana yang menghentikan langkah Natasya.
“ hm? “ natasya menoleh kebelakang menatap Liana
“ maaf Bu Tasya, anda ingin pulang dulu atau kembali ke kantor? Karna kerja sama kita bertambah jadi Bu Tasya harus banyak memeriksa dokumennya dulu “ kata Liana
__ADS_1
“ Aku akan pulang dulu, nanti malam aku akan langsung memeriksa jadi tunggu sampai aku datang “ ujar natasya sembari pergi meninggalkan Liana
Liana yang ditempat hanya bisa menghela nafas dan kembali ke kantor untuk menunggu natasya malam nanti.