Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Menghadiri pertemuan..


__ADS_3

“ hanya itu yang ayah bisa katakan padamu nak, maaf jika ayah belum bisa membuktikan jika ayah ini adalah ayah yang baik “ kata ayah


“ Terserah!!! “ Kata natasya sambil menutup telponnya


Natasya disana benar-benar merasa emosi dengan dirinya sendiri, kenapa ia masih belum bisa membenci ayahnya? Pikir natasya dengan nafas yang memburu. Natasya cukup lelah dengan semua ini, ia kira saat pergi dari sana Maka gadis itu bisa menjalankan hidupnya seperti orang lain tapi kenyataannya tidak.


Natasya menenangkan pikiran dan hatinya disana tanpa memperhatikan jam, saat sedang asik menenangkan diri, hpnya natasya berbunyi dan membuat gadis itu mengangkatnya dengan malas.


“ Bu Tasya, anda dimana sekarang? Ada pertemuan mendadak ini, CEO kita tidak ada dikantor jadi meminta Bu Tasya untuk menghadiri pertemuan itu “ kata Liana yang terdengar panik


“ jam berapa pertemuannya? “ tanya natasya dengan nada yang lebih dingin


“ sekitar pukul 13.30 “ jawab Liana


Natasya melihat jam di tangannya menunjuk pukul 12.00, ia baru tersadar jika ia disini sudah selama itu hingga ia memutuskan untuk pergi ke kantor.


“ tunggu saya di kantor 30 menit lagi “ kata natasya sambil menutup telponnya


Natasya memperbaiki duduknya dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia sudah tidak memiliki waktu untuk menangis lagi karna sekarang ia memiliki beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan.


Sesampainya dikantor, Natasya langsung menuju ruangannya dan terlihat disana ada Liana dan juga Hira. Keduanya secara bersamaan mengapa natasya yang kini terlihat begitu dingin


“ Bu tasya “


Natasya hanya mengangguk dan masuk kedalam ruangan tanpa mengatakan apapun, ia duduk dan menunggu keduanya berbicara. Liana dan Hira juga ikut masuk kedalam ruangan.


“ Maaf Bu ini tugas saya yang kemarin malam belum selesai, Bu Tasya bisa periksa apakah masih ada kesalahan atau tidak “ kata Hira Sembari menyerahkan map Kepada Natasya


Natasya hanya diam dan mulai memeriksa map itu, orang yang didepannya saling memandang karna kebingungan dengan sikap natasya yang tidak berbicara sedari tadi.


“ bagus, tidak ada masalah. Kau bisa kembali “ kata natasya dengan nada khasnya


“ Terimakasih Bu, saya izin undur diri “ jawab Hira sambil berjalan keluar ruangan


Natasya melirik kearah Liana, Liana yang paham kode itu pun langsung memberi map yang ia pedang dan menjelaskan.


“ Ini proyek yang baru Bu, tuan muda CEO sekarang ada kendala jadi tidak bisa masuk. Jika Bu Tasya memiliki waktu maka pertemuan ini akan diserahkan kepada Bu tasya. “ jelas Liana


“ baik, saya akan menghadiri pertemuannya “ kata natasya

__ADS_1


“ oh baik Bu, saya akan memberitahu kepada klien kalau yang akan menghadiri pertemuannya diwakili oleh Bu Tasya “ ujar Liana


“ Kalau begitu saya permisi “


Natasya hanya terdiam melihat Liana keluar dari ruangannya, setelah ruangannya terasa sepi natasya pun kembali memikirkan perkataan ayahnya mengenai Tante Kinan bertindak jahat padanya atau tidak, sejauh ini natasya hanya mengetahuinya kalau Tante Kinan itu adalah orang yang baik tapi kenapa disisi lagi hati natasya tidak bisa menerima Tante Kinan dan disisi lain hatinya juga tidak bisa membenci ayahnya yang dulu selalu jahat kepadanya.


Natasya kini dikelilingi pertanyaan dibenaknya, ia ingin sekali mengakhiri permasalahan ini agar ia bisa hidup dengan tenang namun bukan mengakhiri cara untuk membuatnya tenang melainkan malah membuatnya semakin tidak tenang.


Natasya mencoba yang terbaik untuk menenangkan pikirannya, ia tidak ingin pertemuan dengan kliennya hancur karna permasalahannya.


*


*


*


Dipertemuan klien, seperti biasa natasya ditemani oleh Liana. Mereka menjanjikan pertemuan ini diluar kantor dan tempat nya itu di cafe yang agak sedikit jauh dari kantor nya. Natasya dan Liana menunggu klien itu datang tapi sudah 3 jam lebih klien itu tak kunjung datang hingga membuat Liana mengeluh.


“ bu, ini klien nya kemana si? Katanya janjinya disini tapi kenapa malah tidak datang? Kita sudah nunggu lama lho “ protes Liana.


“ kenapa kau Jadi protes dengan saya? “ kata natasya sambil melirik dingin ke Liana yang berada disampingnya


“ Aish...Bu Tasya ini, saya kan hanya bertanya “ cicit Liana yang bergidik ngeri


Liana yang mendengar gajinya akan dipotong pun langsung meminta maaf kepada Natasya agar gajinya tidak dipotong.


“ Bu, Bu tasya. Jangan begitulah, maafkan saya. Saya janji deh gak bakal ngeluh lagi dalam bekerja, tapi tolong jangan potong gaji saya “ kata Liana sambil menatap natasya dengan wajah memohon


“ tidak “


“ Bu...ayolah, aku minta maaf. Janji gak bakal begitu lagi “ kata liana yang berjanji seperti anak kecil


“ hm “


“ hm nya itu iya atau tidak? Bu jangan membuat kata yang tidak saya mengerti donk “ kata Liana yang masih berusaha membujuk


“ entah “


“ Bu maafin saya, saya masih tinggal sendiri. Kebutuhan saya juga saya yang tanggung jika Bu Tasya memotong gaji saya maka saya akan kesusahan “ curhat Liana

__ADS_1


“ trus? “


“ ya jangan potong gaji saya Bu “ rengek Liana


“ Baik, tidak akan saya potong jadi berhentilah bersikap seperti anak kecil “ kata natasya


“ baik bos “ ujar Liana sambil hormat


Natasya yang mendengar suara cerewet Liana, merasa dirinya agak sedikit lebih tenang dari sebelumnya. Entah kenapa itu tapi natasya menyukainya, Liana yang melihat natasya melamun pun langsung menepuk bahunya untuk menyadarkan Natasya dari lamunannya.


“ Bu? “ panggil Liana


“ hm “


“ ini gimana nih Bu? Kayak klien kita gak bisa datang, mungkin disana ada sedikit kendala “ kata Liana


“ Mungkin “


“ Terus bagaimana Bu? Kita masih mau menunggu atau kembali ke kantor? Di kantor juga masih banyak kerjaan yang belum saya selesaikan Bu “ kata Liana


“ kembali ke kantor “ jawab natasya sembari berdiri dan berjalan keluar dari ruangan.


Karna klien hari ini tidak ada, Natasya dan Liana kembali ke kantor. Sesampainya dikantor mereka melihat Arya sedang berdiri didepan pintu ruangan natasya, saat menyadari kedatangan natasya, Arya pun langsung menghampiri mereka dengan berlari kecil.


“ Nona Tasya, anda sudah kembali “ kata Arya dengan sopan


“ hm “


“ ya sudah kembali lah, kalau belum Bu Tasya tidak akan ada disini. “ kata Liana yang ketus


“ Aku ini sedang berbicara dengan nona Tasya, kenapa malah kamu yang sewot si? Nona Tasya saja tidak apa-apa. Kau ini kenapa si? Sudah bosan bekerja? “ balas Arya yang tidak terima


“ kamu mana tau isi hati orang, mungkin Bu tasya merasa jengkel dengan sikap mu yang sok baik ini “ sindir Liana sambil melipat tangan didadanya


“ alah, paling itu pikiran kau. Bu Tasya gak mungkin memiliki hati yang jelek seperti hati kau tuh “ jawab Arya yang masih tidak mau kalah


Natasya yang berada diantara mereka pun merasa pusing dengan sikap kekanak-kanakan mereka, namun dia lebih memilih diam dan melihat bagaimana asisten pribadinya CEO dan asistennya beradu mulut


“ Apa kau bilang? Aku ini memiliki hati yang suci ya, kau saja tuh yang memiliki hati yang keruh. Lelaki zaman sekarang kan pada... “ kata Liana sambil menggantung perkataannya

__ADS_1


“ apa hah?!! Lelaki zaman sekarang apa? Kau pikir lelaki saja, ada juga kok wanita yang sama seperti itu “ balas Arya lagi


Sedang asik bertengkar, mereka pun langsung terdiam saat mendengar suara dingin dan aura menakutkan datang menghampiri mereka.


__ADS_2