Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Nekad keluar dari mobil dalam kecepatan tinggi..


__ADS_3

Keesokan harinya, Natasya dan Edward sedang menjalankan meeting dipagi hari. Mengadakan acara rapat untuk membahas masalah dalam proyek yang sebelumnya Natasya perbaiki, walaupun itu bukan masalah yang besar tapi demi menjaga ketelitian para pekerja pun Edward mengadakan rapat itu.


 


Selesai meeting, baru saja mereka keluar dari pintu ruangan terlihat dari kejauhan ada seseorang yang sedang berjalan menghampiri mereka dengan penampilan yang begitu cantik dan anggun, siapa lagi kalau bukan angel. Edward yang melihat cara berpakaian angel pun tanpa sadar memutar bola matanya dengan malas


 


“ Huh...masalah lagi “ batin Edward


 


Saat angel sudah tepat berdiri dihadapan Edward pun wanita itu langsung menyerahkan rantang kepada Edward dengan senyuman yang begitu manis.


 


“ Pagi Edward, ini aku ada sedikit makanan dari rumah. Kamu mau coba gak? “ kata Angel dengan suara yang biasa tanpa dimanja-manjakan


 


“ Maaf angel, aku sudah sarapan jadi aku menolak “ kata Edward dengan nada dingin namun menolak dengan cara halus


 


“ kau sudah makan? Yah... berarti aku telat donk bawa makanannya “ tanya angel dengan ekspresi sedih


 


“ Hm “


 


“ Baiklah kalau begitu, kamu simpan saja ini jika kamu ingin makan maka kau tinggal memakannya tanpa harus memesan dan menunggu lagi “ kata Angel dengan senyuman


 


“ Aku tidak lapar, jika aku membawanya maka itu akan terbuang “ jawab Edward


 


“ Terbuang? Kenapa, apa kau tidak menyukainya? Bukankah ini makanan kesukaanmu “ tanya angel lagi menatap mata dingin Edward


 


“ Ya, tapi aku sudah tidak menyukainya lagi. Lebih baik kau bawa pulang saja “ kata Edward sembari berjalan melewati angel


 


Angel yang tidak ingin Edward pergi pun langsung memegang tangannya hingga Edward yang merasa dirinya disentuh dengan wanita lain pun langsung menepis tangan angel dengan kasar hingga membuat Arya dan Natasya terkejut


 


“ jangan sentuh aku! “ tekan Edward sambil menatap angel dengan tajam


 


“ E-Edward kamu kenapa begitu si? Aku hanya memegang tanganmu saja, kenapa kau begitu kasar? “ tanya angel yang merasa hatinya sakit


 


“ Bukankah aku pernah bilang pada kau untuk tidak sembarang menyentuhku “ kata Edward yang mengungkit masa lalu


 


“ T-Tapi...”


 


Natasya yang tidak ingin melihat keributan pun langsung membuka suaranya untuk menghentikan pertengkaran antar orang yang ada didepannya ini.


 


“ Mau sampai kalau berdiam disini? “ kata Natasya yang membuat ke3 mata menoleh kearahnya


 


“ gila nih orang ya, udah tau didepan kita lagi ribut. Dia malah bicara dan menambah masalah lagi “ batin Arya sambil menepuk jidatnya


 


“ Apa maksudmu? Jika kau tidak ingin disini, maka pergilah! Tidak ada yang menyuruhmu untuk berada disini “ kata Angel dengan menatap Natasya dengan tajam


 


“ Aku memang ingin pergi, tapi tunanganmu juga harus pergi karna kita masih ada meeting yang harus dihadiri “ jawab Natasya sambil mengangkat alisnya


 


“ bohong! Bilang saja kau ingin mencoba mendekati Edward “ tuduh angel


 


“ mendekati dia? Kau bercanda? Ya kali aku mendekati lelaki aneh kayak dia “ kata natasya masih tersenyum mengejek

__ADS_1


 


“ Lagipula siapa juga yang ingin dengan wanita sepertimu “ balas Edward dengan menatap Natasya dengan dingin


 


Angel yang melihat interaksi mereka pun semakin cemburu dan merasa semakin tersakiti. Yaps kalau dilihat-lihat si memang tersakiti, tapi mau bagaimana lagi cinta itu kan tidak harus memiliki dan juga tidak harus dipaksa kan?


 


Walaupun hati angel merasa sakit tapi disisi terdalam angel sangat membenci Natasya yang muncul di kehidupan sehingga membuat tunangannya ini berubah.


 


“ Tuan, jika kau masih lama maka kami akan tunggu kau dibawah. “ Kata Natasya sembari berjalan melewati Edward


 


“ Nona, tunggu!! “ panggil Arya yang menyusul


 


Edward yang melihat keduanya pergi pun langsung menatap kembali angel yang berada didepannya, wanita ini adalah mantan tunangan + pengganggu hidupnya. Edward benar-benar sangat membenci wanita yang selalu menganggu kehidupannya terutama dalam hal pribadinya.


 


“ aku tidak bisa menerima itu jadi kau bawa pulang saja “ kata Edward dengan nada dingin


 


“ Tidak, Ward. Jika kau memang tidak lapar tidak apa-apa. Kau bawa saja rantang ini, jika kau lapar maka rantang itu ada disampingmu “ jawab angel yang masih berusaha membujuk


 


“ Tidak “


 


“ Ward..” eluh angel dengan manja


 


“ Huh... sekarang aku lagi banyak urusan jadi kau pulanglah “ kata Edward sembari meninggalkan angel disana


 


Angel yang melihat Edward pergi pun hanya bisa berteriak walau tidak mendapatkan respon apapun dari Edward. Mereka memang sudah seperti itu sejak dulu jadi saat mereka ribut di kantor maka itu sudah menjadi hal biasa bagi pekerja yang ada disana.


 


 


*


 


*


 


*


 


Disisi lain, Tante Kinan berada di bandara sekarang. Ia baru sampai di negeri ****, menghela nafas berat sambil menutup matanya...baru saja keluar dari bandara dan mencari taksi, Tante Kinan pun mendapatkan telpon dari seseorang. 


 


“ Hallo “


 


“ ya kenapa? “ tanya Tante Kinan


 


“ Kamu dimana? Sudah sampai bandara belum? Apa perlu aku jemput? “


 


“ Tidak perlu, aku yang akan kesana. Kau diamlah ditempat kalau tidak ingin mendapatkan masalah lagi “ kata Tante Kinan dengan nada dingin


 


“ kenapa sampai bicara begitu si? Lagipula tidak akan ada yang tau kan? “


 


“ Ck...kau pikir ini sudah aman? Bagaimana jika nanti ada masalah dikedepannya? “ tanya Tante Kinan yang kesal


 


“ Ya deh maaf, aku salah “

__ADS_1


 


“ Kamu sudah makan belum? Kalau belum, datang dan menginaplah sebentar disini. Aku masak banyak lho “


 


“ Hm...aku kesana sekarang “ kata Tante Kinan


 


Tante Kinan pun menutup telponnya dan berjalan di pinggir jalan lalu melambaikan tangannya untuk menghentikan taksi.


 


🥀🕊️


 


Natasya, Edward dan Arya pun pergi ketempat meeting dengan mobil yang sama. Saat diperjalanan Natasya terus memperhatikan jalan dari jendela mobil, merasa bosan karna suasana dalam mobil begitu sunyi. Kedua lelaki didepannya juga tidak berbicara Sedikit hingga membuat suasana semakin canggung.


 


Saat melewati perempatan, natasya melihat seorang wanita sedang diganggu oleh 3 orang lelaki di gang. Natasya yang melihat itu pun langsung mempertajam penglihatannya untuk mengetahui apa dugaan benar atau salah. Dugaan Natasya benar, wanita itu adalah Liana yang sedang diganggu oleh 3 orang lelaki.


 


Spontan menyuruh Arya untuk menghentikan mobilnya tapi Arya yang tidak melihat kejadian itu pun hanya terbingung tanpa melakukan apa yang diminta natasya.


 


“ Arya, hentikan mobilnya “ pinta Natasya


 


“ hah? Kenapa nona? “ tanya Arya


 


“ Ck... hentikan dulu mobilnya “ kata natasya yang malas menjelaskan


 


“ tapi nona, waktu meetingnya sebentar lagi. Jika kita terlambat maka itu akan menjadi masalah “ jawab Arya yang masih menjalankan mobil nya


 


“ Ck... merepotkan sekali “ gumam Natasya


 


Tidak mendapatkan semua yang dia minta, natasya pun nekad membuka pintu mobil kursi Bagian tengah dan membuat 2 lelaki yang sedang duduk didepan pun terkejut.


 


“ Nona, apa yang kau lakukan? Tutup pintunya, itu sangat berbahaya “ kata Arya yang mencoba memperlambat mobilnya


 


Tanpa menjawab pertanyaan Arya pun Natasya langsung melompat dari mobil yang kecepatannya cukup tinggi. Arya yang melihat aksi Natasya pun hanya tertegun dan mencoba menghentikan mobilnya sedangkan Edward masih stay Diam dalam mode cool seperti tidak peduli urusan lain.


 


Natasya berlari kearah gang itu lalu menarik tangan Liana kebelakang tubuhnya, menatap ke3 lelaki itu dengan tajam sehingga membuat lelaki itu terkejut dengan kedatangan natasya yang tiba-tiba.


 


“ Bu Tasya? “ cicit Liana


 


Natasya tidak menjawab karna ia hanya fokus terhadap ke3 lelaki itu, rasanya ingin membunuh mereka tapi ia sadar jika ia melakukan itu maka ia sama saja seperti orang yang dibenci ibunya dulu.


 


“ siapa kau? Mau jadi pahlawan kesiangan nih? “ tanya lelaki itu dengan sombong


 


“ hahaha...kau jangan bercanda, ya kali ada pahlawan kesiangan yang stell nya  begini “ ejek lelaki yang tengah


 


Hahahaha....


 


Ke3 laki-laki itu tertawa lepas mengejek Natasya, sedangkan Liana masih mencengkram lengan baju natasya hingga kusut. Terlihat ia begitu ketakutan, seperti seseorang yang memiliki trauma berat.


 


“ pergi! “ kata natasya dengan suara dingin


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2