
Natasya melihat kearah wanita yang ada didepannya ini dengan perasaan terkejut, ia tidak menyangka bahwa dirinya akan bertemu dengan wanita ini lagi disini. Ia mencoba bangun lalu membantu wanita itu merapihkan barang-barangnya yang terjatuh tadi
“Maafkan saya nona, saya tidak sengaja menabrak anda” kata wanita itu yang melihat natasya membantunya “Tidak apa, aku juga salah karna sudah melamun saat berjalan” jawab Natasya dengan nada dinginnya
Wanita itu hanya tersenyum dan mengangguk pelan saat mendengar jawaban gadis yang ada didepannya ini, Natasya yang melihat senyuman itu pun merasa aneh. Senyuman yang terukir diwajah wanita itu bukanlah senyuman licik ataupun senyuman jahat melainkan senyuman tulus dari hati yang baik.
Setelah selesai membersihkan barang-barang yang terjatuh, keduanya pun berdiri saling berhadapan. Natasya memegang nampannya kembali, sedangkan wanita itu memegang minibag nya kembali.
“Maaf ya sekali lagi, saya tidak sengaja” kata wanita itu dengan senyuman manisnya dan Natasya hanya mengangguk pelan sebagai jawaban ataupun responnya terhadap wanita ini. Wanita didepannya yang melihat itu pun ikut mengangguk lalu berkata “Maaf, saya permisi dulu ya. Saya harus menjenguk suami saya yang sedang sakit”
Natasya yang mendengar itu pun langsung mengerutkan keningnya dan mengangguk pelan, ia semakin merasa aneh dengan dunia nya dan sempat berpikir bahwa masa lalunya tidak semudah itu bisa ia selesaikan dengan cara meninggalkan semuanya disana.
Natasya yang tenggelam dalam pikirannya pun langsung mengembalikan kesadaran lalu berjalan menuju kantin untuk mengembalikan nampannya dan segera kembali ke kamar Edward
...🥀🕊️
...
__ADS_1
Disisi lain, Edward yang merasa bosan karna ditinggal terlalu lama dengan gadis itu pun merasa bosan dan berniat untuk menuruni ranjangnya. Namun saat ia ingin beranjak, suara ketukan serta terbukanya pintu pun berbunyi hingga membuat Edward menghentikan aksinya lalu menoleh kearah pintu tersebut
Terlihat Natasya sedang berjalan menghampirinya dengan selembar kertas ditangannya hingga membuat Edward yang melihat itu mengerutkan keningnya. “Kenapa lama sekali? Dan kertas apa itu?” tanya Edward dengan pandangan kearah kertas yang ada ditangannya Natasya
Mendengar pertanyaan lelaki itu membuat natasya langsung memasukkan kertasnya kedalam saku jas hitamnya lalu menjawab “Bukan apa-apa, maaf tadi lama karna ada sedikit masalah” “Ya tidak apa-apa, itu bukan masalah besar” kata Edward sembari mengayunkan tangannya didepan dadanya
Natasya yang melihat itu pun hanya mengangguk pelan lalu duduk di kursi sebelumnya ia duduki lalu berkata kembali “Kata dokter kau sudah agak membaik jadi kalau kau ingin pulang maka itu diperbolehkan” “Baik kalau begitu, aku ingin pulang. Bosen sekali rasanya jika berlama-lama disini” jawab Edward tanpa pikir panjang
Natasya yang mendengar itu hanya mengangguk dan membantu Edward bersiap-siap untuk pulang. Setelah selesai, keduanya pun keluar dari kamar lalu berjalan menuju lift untuk turun ke lantai bawah. Sepanjang jalan untuk turun ke lantai bawah, keduanya terdiam dan tidak mengucapkan sepatah katapun hingga hanya ada keheningan diantara mereka.
Sesampainya di parkiran, Natasya langsung memasuki mobilnya duduk dikursi supir sedangkan Edward duduk di kursi penumpang sebelah supir. Keduanya masih terdiam hingga tak lama natasya membelalakkan matanya seperti orang terkejut melihat kearah depan. Edward yang menyadari itu pun langsung melihat kearah pandang Natasya lalu menoleh kembali ke arah gadis itu “Ada apa?”
Ditengah jalan, Natasya merasa agak sedikit canggung dengan kediaman mereka hingga membuatnya berkata “Mulai besok aku akan menjadi supir antar-jemputmu kkekantor, kau keberatan?” sontak Edward pun menoleh kearah natasya saat mendengar perkataannya “Supir antar-jemput? Kenapa?” Tanya Edward yang merasa heran
“Tidak apa, hanya ingin saja” jawab Natasya yang terlalu malas untuk menjelaskan alasannya “Tidak perlu lah, lagipula aku bisa membawa mobilku sendiri” tolak Edward dengan halus, Natasya yang mendengar penolakan itu pun langsung berkata “Tidak apa, besok pagi aku akan menjemputmu.”
Edward yang mendengar itu pun merasa aneh, namun ia hanya bisa mengangguk dan menyetujui permintaan gadis Yang ada disebelahnya ini. “Baiklah kalau kau tidak keberatan dengan itu, tetapi jika nanti kau tidak bisa melakukannya maka jangan lupa untuk mengabariku” jawab Edward yang membuat natasya mengangguk pelan
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai dirumah Edward. Terlihat rumah bagaikan istana terpampang didepan mata natasya, hingga membuat gadis itu terkagum dalam batinnya. Sungguh megah, mewah, luas dan indah saat melewati gerbang besar yang berdiri depan.
Mereka juga harus melewati taman yang indah untuk masuk kedalam, ditaman itu terdapat beberapa pohon, tumbuhan kecil, bunga yang tersusun rapih dalam pot dan banyak burung yang berhinggap diatas ranting pohon. Natasya sekilas melirik kearah lelaki yang ada disebelahnya ini dan berpikir bahwa lelaki ini bukanlah lelaki muda pada umumnya.
Kemampuannya cukup tinggi hingga ia bisa membuat rumah bagaikan istana ini, Natasya pun berhenti diparkiran mobil dan melihat ada sekitar 20 an mobil berbaris disana. Gadis itu juga sudah bisa menebak kalau ini pasti mobil milik Edward semua karna ada beberapa mobil yang pernah ia lihat lelaki itu bawa.
Keduanya pun turun dari mobil dan melihat kearah pintu besar rumah terbuka dari dalam dan menunjukan beberapa orang keluar dari rumah tersebut. Tak lain itu adalah orang tua dari lelaki yang ada disebelahnya ini.
Kedua orang itu terkejut saat melihat berdirinya Edward ditaman hingga membuat wanita yang statusnya sebagai bunda berlari kearah lelaki itu dengan wajah yang terlihat mencemaskannya. “Edward kamu udah pulang nak? Kamu darimana saja? Kok bunda Telpon dari kemarin tidak diangkat?” tanya bunda saat berdiri didepan Edward
Sementara Edward yang ditanya oleh bunda hanya terdiam tanpa menjawab apapun hingga membuat bunda berkata lagi “ Kamu kenapa nak? Kok diam?” lagi-lagi Edward hanya terdiam hingga membuat ayah yang berdiri disebelah bunda menoleh kearah natasya yang berdiri tepat dibelakang Edward. “Siapa kamu? Kenapa kau bisa pulang bersama anak saya?” tanya ayah yang membuat Edward menoleh kearah ayahnya lalu beralih kearah natasya
Berbalik badan lalu mengangkat tangannya, mengelus lembut rambut Natasya lalu berkata dengan suara pelan “Pulanglah ke apartemenmu! Terimakasih atas semuanya” natasya yang merasakan sentuhan itu pun tertegun namun ia tetap mengangguk pelan lalu menjawab “Sama-sama tuan, saya izin pamit” jawab Natasya yang membuat Edward menurunkan tangannya dari atas kepala gadis itu dan melihat gadis itu berjalan masuk kedalam mobil
Ayah dan bunda yang melihat itu pun hanya tertegun ditempat tanpa membuka suaranya sedikitpun, mereka dibuat terkejut dengan reaksi Edward yang mudah mengelus kepala gadis itu tanpa adanya paksaan. Seperti dilakukan dengan keinginan hati, Edward yang merasa dipandang dari belakang pun hanya terdiam sambil menatap mobil sport putih milik Natasya berjalan keluar dari gerbang besar. Setelah menghilangnya mobil itu, Edward langsung membalikan tubuhnya dengan orang tua yang siap untuk menanyakan sesuatu kepadanya.
Namun ia dengan cepat berkata “Aku capek, aku izin keatas dulu” lelaki itu langsung berjalan setelah menyelesaikan perkataannya hingga membuat orang tuanya tidak sempat menjawab perkataannya dan menanyakan sesuatu kepadanya.
__ADS_1
Bunda yang melihat sikap Edward pun merasa aneh dan khawatir karna setelah perginya ia malam membuatnya berubah dan berpikir dalam benaknya
“Siapa Gadis itu? Dan kenapa Edward begitu mudah untuk menyentuhnya tanpa diminta?”