
Natasya dan Edward pun langsung pergi dari restoran itu setelah membayar semuanya. Kedua tidak langsung pulang, tetapi mereka pergi berjalan-jalan terlebih dulu sesuai keinginan Natasya sebelumnya.
“Kau ingin kemana?” Edward bertanya disela-sela fokusnya menyetir
Natasya menggeleng, “Aku tidak terlalu mengenal tempat ini, jadi terserah kau saja ingin kemana.”
Edward mengangguk sambil melajukan sedikit kecepatan mobilnya. Pergi ke sesuatu tempat yang memang sudah jadi favoritnya Edward jika sedang menenangkan diri. Tak lama diperjalanan, mereka pun sampai di semua tempat yang banyak sekali pohon tinggi tumbuh.
“Tempat apa ini?” Natasya memandang beberapa pohon di depannya dari dalam mobil.
“Turun dan lihat saja, kau akan nanti” Edward mulai melepas sabuk pengamannya lalu keluar dari mobil
Natasya yang melihat itu pun langsung menyusul Edward keluar dari mobil dan melihat sekelilingnya memang banyak sekali pepohonan. Entah tempat apa ini, tetapi rasanya sangat aneh. Sebelumnya ia tidak pernah menemukan tempat ini.
Ditengah kebingungannya, natasya disana hanya mengikuti Edward yang tengah berjalan didepannya masuk kedalam kumpulan pepohonan itu. Awalnya natasya ragu untuk mengikutinya, namun Edward malah menggenggam tangan Natasya agar tidak tertinggal.
Ini sudah malam, sekeliling mereka juga tampak sangat gelap. Takut terjadi hal yang tak diinginkan, Edward berniat untuk berjalan bersama natasya.
“Ward, kau ini ingin membawaku kemana? Kita sudah berjalan cukup jauh, apa yang sedang kau cari?” Natasya bertanya dikesunyian malam
Edward melirik kebelakang tanpa menghentikan langkahnya, “Sebentar lagi, tempatnya tepat didepan kita.”
Saat keluar dari antara pepohonan, Natasya langsung dibuat kagum dengan pemandangan disana. Lapangan yang luas, dengan bunga yang bermekaran disana. Walaupun langit gelap namun pemandangan disana masih bisa terlihat karna cahaya dari bulan dan beberapa bintang di langit. Angin disana juga terus berhembus.
Waw...ini sangat menakjubkan
Natasya terpaku di tempat membuat Edward membalikan tubuhnya, melihat gadis yang tengah memandang langit dengan penuh kagum. “Kau menyukainya?” Edward bertanya sambil berkacak pinggang sebelah tangan.
__ADS_1
Natasya mengangguk, “Ya, ini benar-benar sangat indah”
Edward tersenyum, berjalan menghampiri Natasya lalu berdiri tepat di samping gadis itu. Ikut memandangi langit yang penuh dengan bintang itu. Keduanya berdiri ditengah lapangan yang dipenuhi bunga yang bermekaran serta angin yang terus berhembus kearah mereka.
“Bagaimana kau bisa menemukan tempat seindah ini? Aku saja belum pernah melihat ini” Natasya berkata sambil menoleh kearah Edward yang tengah berdiri disebelah
Edward tertawa kecil, “Aku menemukan tempat ini secara tidak sengaja”
Natasya mengerutkan keningnya, “secara tidak sengaja? Apa maksudmu?”
Edward mengangguk, “Hm..saat itu aku sedang memikirkan banyak hal, membuatku tidak fokus dengan pekerjaan yang ku kerjakan hari itu. Jadi aku memutuskan pergi sejenak untuk menenangkan pikiranku terlebih dulu.
Sebenarnya aku tau bahwa saat itu aku tidak boleh menyetir dalam posisi pikiranku yang berantakan ini. Namun karna aku terlalu malas untuk menghubungi Arya, jadi aku memaksakan diri untuk tetap pergi dengan menyetir mobil itu sendiri. Awalnya si tidak apa tapi saat ditengah jalan, kepalaku terasa pusing.
Natasya mengangguk, “Aku melihatnya, dari batang pohonnya saja aku sudah menilai bahwa itu seperti tabrakan yang cukup keras...Apa saat itu kau menabrak pohon itu begitu kencang hingga membuatnya seperti itu?”
“Tidak, aku tidak ingat. Aku hanya mengingatkan kalau aku menabraknya saja saat itu, tidak peduli seberapa rusak mobilku, aku tidak memikirkan nya.”
Natasya terpaku, “Jika hal itu tidak kau pikirkan, lalu apa yang kau pikirkan saat itu?”
“Tidak ada yang ku pikirkan” Edward berjawabnya dengan singkat.
Natasya mengangguk, menyadari bahwa dirinya harus mengakhiri topik ini. Disisi lain Edward yang melirik sekilas kearah Natasya yang tengah terdiam membuat dirinya ikut terdiam. Tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka. Membuat suasana malam ini menjadi hening kembali.
Perasaan canggung pun perlahan muncul di hati Natasya, rasa dingin dimalam itu juga perlahan menyelimuti tubuhnya. Tanpa sadar salah satu dari tangannya terangkat dan memeluk tubuhnya yang terasa dingin.
__ADS_1
Edward yang melihat itu langsung melepaskan jas hitamnya dan memberikannya kepada gadis disebelahnya ini. Natasya terkejut saat merasakan sesuatu tengah menutupi tubuhnya dingin. Dengan sontak natasya menolehkan kepalanya kesamping, melihat sosok lelaki yang tengah berdiri disebelahnya dengan tinggi 180 an.
“Udara disini cukup dingin, ayo cari tempat yang lebih hangat!” Edward berkata sambil berjalan meninggalkan natasya dibelakang. Raut wajah dari lelaki itu tampak seperti biasanya ‘Dingin’. Natasya yang tidak tau ada apa dengan lelaki itu pun hanya terdiam sembari berjalan menyusul Edward yang sudah jauh didepannya.
Lelaki itu berjalan dengan tegak layaknya seorang raja yang kejam.
...🥀🕊️...
Disisi yang jauh, seorang lelaki tengah duduk di kursi kantor dengan raut wajah yang gelap di kerutan pada dahinya. Lelaki itu tampak berumur 48 tahun. Disana juga ada seorang lelaki muda yang tengah berdiri disebrang lelaki yang sedang duduk itu. Raut keduanya terlihat serius, seperti sedang membicarakan masalah penting.
Tidak salah lagi, jika lelaki itu adalah Yudha dan asisten utamanya.
Braakk!!
Suara meja terpukul keras membuat seluruh suara terdengar diseluruh ruangan. “Kau ini bagaimana sih? Mengurus masalah itu saja tidak bisa?!!” Bentak ayah sambil menunjuk kearah asisten utama. “Maaf atas kesalahan saya hari ini tuan, masalah ini cukup beresiko jadi tidak bisa bertindak dengan cepat.” Asisten itu terus mencairkan suasana yang panas
“Jika kita tidak cepat menyelesaikan masalah ini, maka cepat atau lambat semuanya aka terbongkar. Natasya akan tau semuanya, tanpa penjelasan dariku!” Yudha semakin kesal
Asisten utama mengangguk, “Saya paham tuan, tapi kali ini memang kita tidak bisa terburu-buru. Karna kalau masalah ini sampai ketahuan oleh publik, maka semuanya akan berakhir.”
“Lalu kau ingin bagaimana? Aku tidak ingin, Natasya mengetahui hal itu. Jika ia sudah mengetahui semuanya, mungkin penjelasanku tidak akan pernah berguna lagi. Dia akan semakin membenciku” Yudha berkata tidak sabar
Asisten utama terdiam sejenak, memikirkan sesuatu dalam benaknya. Setelah itu, dia berjalan mendekati Yudha lalu membisikkan sesuatu kepada lelaki itu. Tak lama, terukir lah senyuman licik di wajah Yudha.
Asisten utama menjauhkan diri setelah selesai membisikkan sesuatu pada Yudha, “Bagaimana tuan? Apa kau setuju dengan rencana itu?”
Yudha menyipitkan matanya, “Apa kau yakin semua itu tidak akan terbongkar? Natasya yang sekarang sudah tubuh menjadi gadis pintar, apa kau yakin dia tidak akan menyadari hal itu?”
__ADS_1