Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Tuan Chen kenapa kau malah menanyakan hal ini pada wanita itu?..


__ADS_3

Sesampainya di tempat perjanjian, natasya dan Edward segera masuk kedalam ruangan VIP yang sudah dipesan oleh Arya sebelumnya. Karna bos klien itu belum datang Mereke pun memesan makanan terlebih dahulu sambil menunggu mereka datang.


“ Tuan, nona apa ada yang kalian ingin pesan? “ Tanya staf wanita itu dengan sopan


“ Ya, bolehkah aku melihat menunya dulu “ jawab natasya dengan nada dingin


“ Ouh... silahkan nona “ ujar staf itu sambil menyerahkan buku menunya.


Natasya hanya terdiam sambil menerima buku menu itu lalu membukanya, melihat beberapa halaman dan akhirnya gadis itu memesan makanan yang dia inginkan.


“ Saya ingin kimchi pedas, Ramyeon sama Tteokbokki nya ya. “ kata Natasya


“ Ramyeon dan Tteokbokki nya, Apakah nona ingin pedas juga? “ tanya staf itu


“ ya “


“ baik, kalau minumannya? “ tanya staf itu lagi


“ Bubble tea saja “ jawab natasya sambil menyerahkan buku menunya kepada Edward


“ oke, lalu bagaimana dengan tuan? Apa yang ingin anda pesan? “ tanya staf itu sambil menoleh kearah Edward


“ Bibimbap dan minuman nya samain kayak dia “ kata Edward yang memesan tanpa melihat menu


“ Baik kalau begitu, mohon nona dan tuan tunggu sebentar ya “ ujar staf itu sembari pergi meninggalkan mereka berdua.


Merasa ruangan tinggal sisa mereka berdua, Edward pun langsung menatap Natasya dengan tatapan dingin. Gadis yang merasa dilihat dengan tatapan tajam pun berbalik menatap Edward dengan tatapan dingin.


“ Bisakah kau tidak melihatku dengan tatapan seperti itu! Kau pikir dengan tatapan itu akan membuatku takut? “ kata natasya


“ Oh ya kah? “


“ ck...jangan samakan aku dengan orang-orang yang pernah kau temui karna aku tidak akan pernah takut padamu! “ seru Natasya sambil mengalihkan pandangannya


“ benar-benar bawahan tidak tau diri “ Sindir Edward sambil menyandarkan tubuhnya dikursi


“ Kau sendiri tidak tau malu “ balas Natasya yang tidak mau mengalah


“ Terus saja kau membantah perkataanku, jika kau ada masalah maka jangan harap aku bisa menolong mu “ ancam Edward


“ ck... lagipula siapa yang memintamu untuk menolongku? “ cibir Natasya


“ Lebih baik kau berhati-hati dalam bicara jika kau tidak ingin memakan ludahmu sendiri di suatu hari nanti “ kata Edward

__ADS_1


“ Ya terserah kau tuan “ jawab natasya


Mereka pun terdiam saat makanan sudah datang, masing-masing dari mereka mulai menyantap makanan. Tak lama kemudian keduanya selesai menghabiskan makanannya, Mataya membersihkan mulutnya dengan tissue sambil mengecek jam di hpnya. Sudah hampir tengah malam tetapi bos klien itu masih belum datang


“ tuan, sudah jam segini kenapa klien itu masih belum datang? “ Tanya natasya


“ disana mereka memiliki masalah dan katanya mereka akan datang terlambat dipertemuan ini. “ Jawab Edward


“ Jadi kita tunggu? “


“ Hm “


Natasya pun hanya mengangguk paham dan mulai menatap layar ponselnya kembali, sedangkan Edward sibuk dengan laptopnya. Tak lama sekitar 30 menit kemudian, ada 3 orang datang memasuki ruangan VIP milik Edward. Gadis itu sudah mengira kalau itu adalah para klien dan bosnya, saat memperhatikan ketiga orang itu tatapan Natasya terhenti saat melihat bosnya. Itu adalah orang yang selalu menganggu natasya walau niat dia baik.


Tak lain itu ada ketua OSIS yang ada disekolahnya dulu, Edward dengan nada dinginnya membuka pembicaraan disaat mereka semua sedang terdiam.


“ Maaf atas keterlambatan saya Tuan muda Chen “ kata bos itu


“ hm.. silahkan duduk “ jawab Edward sembari mempersilakan mereka duduk.


“ baik tuan “


Mereka pun duduk disofa, semuanya bersiap membahas bisnis mereka kali ini hingga suasana menjadi serius.


“ Proyek ini memang tidak seberapa dengan proyek tuan yang lain tapi saya akan menjamin jika kita saling bekerjasama maka kita bisa membuat proyek ini menjadi proyek yang bagus “ jelasnya lagi


“ Kentungan? “ tanya singkat Edward


“ kalau keuntungannya besar maka pendapatan kita juga akan besar seperti 67% hingga 83% “ Jawab asisten itu


“ kerugian? “


“ Saya pastikan di kerjasama ini tidak akan ada yang namanya kerugian “ yakin asisten itu


“ awal pengeluaran? “


“ Jika berkenan maka kita akan mengeluarkan sekitar 25M terlebih dahulu untuk melakukan pembaruan “ jawabnya


“ Kenapa harus 25M ? “ tanya Natasya dengan suara dingin


“ Ya karna kita ingin membuat bisnis yang besar maka kita harus mengeluarkan biaya yang cukup besar juga “ jelas asisten itu sambil tersenyum ringan


“ Nona jika kau tidak mengerti tentang bisnis besar maka tolong diam dan dengarkan saja “ ejek bos itu

__ADS_1


“ Ya saya memang tidak mengerti tapi jika kalian ingin bisnis besar jangan menggunakan uang besar juga di permulaan kerjasama ini “ kata natasya


“ jadi mau kau bagaimana? “ tanya Edward sambil melirik ke Natasya


“ Tuan, kenapa anda malah menanyakan hal itu pada wanita ini? Bukankah dia tidak akan mengerti “ protes bos itu


“ Asisten mu saja berbicara maka izinkan dia untuk berbicara tentang bisnis ini “ kata Edward dengan suara dingin


Natasya yang mendengar itu pun tertegun, sejak kapan atasannya ini membelanya? Bukankah dia selalu salah Dimata lelaki itu? Natasya hanya terdiam sambil menoleh kearah Edward.


“ Bicaralah apa yang kau inginkan, jika pemasukanmu bagus maka aku akan pertimbangkan “ kata Edward tanpa menatap Natasya


“ menurutku bisnis ini tidak masalah hanya saja permasalahanku dibiaya permulaian “ kata natasya


“ Ya, terus nona inginnya seperti apa? “ tanya asisten itu


“ Aku ingin biaya pemulaian nya itu agak lebih dikecilkan lagi “ jawab Natasya


“ Tapi nona jika dikecilkan maka bisnis yang kita sebut besar itu hanya khayalan saja “ protes asisten satunya


“ bukan begitu maksudku tapi aku hanya ingin biaya pemulaiannya itu dikecilkan karna ini pasti adalah bisnis yang baru dimulai dari nol. Jika kita mengeluarkan 25M di awal bisnis maka itu hanya akan membuat kita rugi saja “ jelas Natasya


“ rugi? “ gumam Edward


“ Ya Tuan, rugi. Bisnis yang dimulai dari nol itu kita juga harus memulainya dengan yang lebih kecil agar jika bisnis ini gagal tidak akan merugikan kedua belah pihak. Bukannya aku mendoakan bisnis ini gagal hanya saja untuk menyamakan bisnisnya “ kata natasya


“ jelaskan lebih detail nya “ pinta bos itu


“ Hm...jadi kita akan memulai bisnis ini dari nol kan? Nah jadi kita hanya membutuhkan biaya yang kecil dulu, jangan yang terlalu besar. Jika gagal kita tidak akan rugi tapi jika berhasil maka kita bisa menambahkan sedikit pengeluaran untuk bisnis... kesimpulannya itu jika untung maka bisa ditambahkan tapi jika gagal kita juga tidak terlalu rugi. Karna di dunia bisnis ini tidak akan selalu berhasil dalam membuat bisnis jadi kita juga harus mengambil enaknya untuk kita dan orang lain “ jelas natasya


Edward yang mendengar penjelasan Natasya pun hanya mengangguk tanda memuji, bos yang tadinya meremehkan Natasya pun juga ikut tersenyum karena penjelasan Natasya cukup masuk akal didunia perbisnisan ini.


“ Hm...ya cukup masuk akal, tapi jika bisnis ini ga-


“ maaf tuan, Jangan membicarakan kegagalan dalam bisnis sebelum kita mencoba dan tau apa hasil dari percobaannya. Jika dalam bisnis ini kedua pihak bersungguh sungguh maka kemungkinan bisnis itu akan menjadi lebih besar dari apa yang kalian inginkan tapi jika kedua pihak hanya bersantai dan hanya menunggu hasil maka bisnis besar itu hanya mimpi didalam pikiran kalian “ kata natasya lagi


“ Hm..ya aku setuju dengan itu “ ujar bos itu


“ lalu bagaimana dengan tuan muda Chen? “ tanya asisten itu sambil menatap Edward


“ terserah padanya “ jawab Edward sambil menyerahkan jawaban pada Natasya


“ Ya setuju “ kata natasya untuk menjawab jawaban Edward

__ADS_1


“ Baik jika sudah setuju maka mulai besok kita akan membicarakan lagi tentang bagaimana bisnis ini akan berlangsung. Karna ini sudah malam maka kami izin pamit pada tuan dan nona “ kata bos itu sambil berdiri dan diikuti Edward lalu Natasya


__ADS_2