Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Jurusan SMA tetapi pengalaman cukup memuaskan..


__ADS_3

“ kenapa kau tidak mau? “ Tanya Edward


“ Bu-bukan begitu tuan, saya Cuma kaget aja. Tapi tuan muda Chen, apakah status saya sebagai asisten anda akan hilang? “ Kata Arya sambil menatap wajah dingin Edward


“ Tidak “


“ Jadi aku hanya menggantikan posisi nona Tasya saja? “ Tanya Arya lagi


“ Hm “


“ Baiklah kalau begitu tuan muda Chen, saya terima. “ Kata Arya dengan semangat


“ Hm.. sekarang kau boleh pergi “ ujar Edward


“ Baik tuan muda, saya permisi dulu “ jawab Arya sembari berjalan keluar dari ruangan.


Arya pun keluar meninggalkan Edward sendirian didalam ruangannya, lelaki itu menatap pintu yang kini sudah tertutup pun langsung membuka hpnya dan bergumam sendiri


“ Aku kangen kamu, bodoh. “


×


×


×


Keesokan harinya, Natasya bangun lebih awal sesuai kesepakatannya dengan Edward. Saat Natasya turun dari lantai atas, ia melihat kondisi rumahnya yang begitu sepi dari kemarin dan terasa seperti tinggal sendirian. Natasya mencoba menelpon tantenya beberapa kali tapi tidak sama sekali diangkat, chat pun tidak dibalas hingga gadis itu mengira bahwa tantenya sekarang benar-benar sibuk.


Karna tidak ingin mengganggu tantenya, natasya pun berhenti menelponnya. Gadis itu langsung berangkat ke kantor tanpa sarapan sekalipun, ia berinisiatif untuk makan nanti karna jika ia sarapan dulu maka ia akan telat di hari pertama kerjanya.


Menyetir mobil dengan kecepatan tinggi hingga ia sampai di kantor baru nya sekitar pukul 05.50. baru saja gadis itu melangkah masuk di kantornya sudah ada seseorang yang menghampirinya.


“ Selamat pagi nona “ sapa lelaki itu


“ Pagi “


“ apakah benar anda nona Tasya yang akan menjadi asisten baru tuan muda Chen? “ tanya lelaki itu dengan ramah

__ADS_1


“ ya “


“ Ouh syukurlah anda sudah datang nona, mari ikuti saya! Tuan muda Chen sudah menunggu anda diruangannya “ kata lelaki itu sembari berjalan menuju ruangan Edward


Natasya yang terdiam dan mengikuti lelaki itu dari belakang sambil melihat sekeliling kantor, natasya cukup kagum dengan kantor ini. Kantor ini lebih besar dari kantornya dulu dan disini juga Natasya hanya melihat karyawan lelaki. Gadis itu mengira kalau Edward itu memang sangat kaya, walau sikapnya itu agak sedikit menyebalkan baginya.


Tak lama kemudian, Natasya dan lelaki itu sampai diruangan Edward. Baru didepan pintu saja Natasya sudah terkagum-kagum dengan corak pintunya yang begitu elegan dan mewah, ukurannya juga sangat besar dan wow banget. Sibuk memperhatikan corak pintu natasya terkejut saat lelaki itu sedang berbicara dengannya


“ nona? “ Panggil lelaki itu


“ hm “


“ ini ruangannya tuan muda Chen, anda silahkan masuk seorang diri. Saya izin permisi “ kata lelaki itu sembari pergi menghilang entah kemana.


Natasya hanya melihat lelaki itu pergi lalu kembali menatap pintu lagi dan mendorongnya hingga pintu itu terbuka, gadis itu masuk dan terkagum dengan ruangannya. Banyak sekali buku yang tertata rapi di lemari, sofa empuk, meja + kursi besar untuk CEO dan aroma diruangan itu cukup khas tapi tidak ada yang pernah memakai aroma itu kecuali Edward.


Natasya kembali menarik pandangannya dan berjalan menghampiri meja besar itu lalu menyapa orang dibalik kursi besar yang membelakanginya.


“ pagi tuan “ kata Natasya dengan suara dingin


“ lambat! “ cibir Edward sembari memutar kursinya hingga menghadap natasya.


“ Hm... sekarang kmu ambil berkas-berkas diruangan sebelah kanan, dan siapkan juga ruang untuk kita meeting nanti “ kata Edward yang nadanya tak kalah dingin


“ Baik tuan “


Natasya pun hanya menuruti perkataan Edward saja, soalnya mau bagaimanapun dia juga atasannya jadi walaupun ia tidak menyukainya tapi harus tetap menghormatinya. Gadis itu pergi keruangan sebelah kanan untuk mengambil berkas-berkas untuk meeting nanti, namun saat dilihat tumbukan kertas itu cukup tinggi hingga natasya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“ gimana bawa nya kalau begini? Banyak banget lagi “ gerutu Natasya


Yaps.. walaupun ia menggerutu tapi gadis itu tetap membawa semua berkas-berkas itu keruangan rapat dan mempersiapkan ruangannya juga, ia tata berkas-berkas di setiap meja yang terdapat kursi agar para klien bisa melihat berkas itu dengan mudah. Setelah selesai natasya pun kembali keruangan Edward dan menghempaskan tubuhnya disofa tanpa menegur Edward yang sedang duduk dikursi besar itu.


Edward yang melihat gadis itu duduk disofa seperti seperti kelelahan namun ia lebih memilih untuk diam dan lanjut membaca beberapa laporan di tangannya. Selang beberapa menit Edward pun berdiri dan berjalan menuju pintu dan terhenti tepat di depan pintu, natasya yang sedang membaca majalah disofa melirik kearah Edward.


“ Sudah waktunya meeting, kau ikut denganku “ kata Edward sembari melanjutkan langkahnya yang tertunda


Natasya yang mendengar itu langsung berdiri dan mengikuti Edward dibelakang. Didepan pintu ruangan meeting ada lelaki yang tadi pagi, lelaki itu dengan ramah menyapa keduanya sambil menunduk sedikit.

__ADS_1


“ selamat pagi tuan muda, nona Tasya. Para klien kita sudah menunggu didalam. “ kata lelaki itu sambil tersenyum


“ hm “


Edward hanya mengangguk dan berjalan masuk kedalam ruangan, lalu diikuti Natasya lagi. Mereka memulai meeting penting dengan para klien, saat selesai keduanya kembali ke ruangan untuk membicarakan soal proyek yang baru saja mereka terima.


“ Boleh juga, caramu “ kata Edward yang sedikit memuji


“ Terimakasih, lagipula itu tidak terlalu sulit bagiku. “ jawab Natasya


“ Padahal kau ini hanya lulusan SMK tapi pengalamannya cukup membuat orang puas “ kata Edward lagi


“ Ya mungkin “


“ Hm “


Pembicaraan berakhir mereka pun terdiam sejenak, natasya yang merasa perutnya sedikit sakit pun mencoba menahan hingga jam istirahat tiba. Tapi disisi lain Edward melihat Natasya kesakitan pun bertanya kepadanya


“ Kenapa? Sakit? “


“ tidak “ jawab singkat natasya sambil menahan rasa sakit


“ Pagi terlambat datang + tidak sarapan sebelum rapat, kau ini ingin mati di perusahaan ku? “ sindir Edward


“ Terserahlah “ gumam Natasya yang masih bisa didengar Edward


“ Hm..kau mati pun aku tidak akan peduli “ kata Edward sambil menatap laptop didepannya


“ Aku juga tidak minta kau untuk peduli “ balas Natasya


“ Hm..”


“ Ck...kenapa aku harus memiliki bos yang begitu menyebalkan? “ gerutu Natasya dalam hati


“ Pergi kekantin sana, makan sedikit untuk tenaga. Nanti siang kita ada pertemuan lagi, jadi kau harus makan kalau tidak kau nantinya hanya bisa merepotkan ku saja “ kata Edward


“ nanti siang? Hm...baiklah “ jawab Natasya sembari berjalan keluar dari ruangan.

__ADS_1


Natasya pun pergi keluar ruangan menuju kantin, ia memesan makanan untuk memulihkan tenaganya. Karna gadis itu tau kalau siang ada pertemuan maka ia tidak bisa makan saat jam istirahat di kantor.


__ADS_2