Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Siapa Musuh dalam selimut itu?..


__ADS_3

Natasya tiba di perusahaan itu dengan cepat, saat masuk Natasya sudah dihampiri oleh Arya diruang utama. Karna yang tadi telpon memberitahu Natasya itu adalah Arya.


“ Nona Tasya, anda sudah datang “ sapa Arya sambil menghampiri natasya


“ Hm “


“ Mereka ada ditaman samping perusahaan, nona. Apakah anda butuh penjaga? “ Kata Arya


“ Tidak “


“ Tapi nona, bagaiman- “


“ Tidak perlu takut, jika mereka orang jahat gak mungkin akan berbuat di tempat keramaian seperti ini “ kata natasya sambil memotong pembicaraan Arya


“ baik nona “


Natasya langsung berjalan menuju taman samping perusahaannya, walaupun tau letaknya dimana tapi ini adalah pertama kalinya ia datang ketempat itu. Tamannya luas dan indah, ada beberapa pohon yang besar dan rumput yang segar. Natasya baru saja sampai pintu, ia melihat 6 orang itu sedang duduk di kursi taman.


Menyadari kedatangan natasya, ke6 orang itu langsung berdiri dengan tegak seperti formasi polisi tapi ini malah yang membuat Natasya terheran sambil mengerutkan keningnya. Ia tidak mengenal siapa mereka tapi kenapa mereka seperti mengenalnya dan begitu menghormatinya? Natasya berjalan maju mendekati mereka dengan wajah dinginnya.


“ Nona muda Tasya “ sapa salah satu dari mereka


“ siapa kalian? Dan ada perlu apa “ tanya natasya yang langsung ke pointnya


“ maaf nona, atas gangguan waktunya. Kami disini datang atas perintah pak Yudha untuk mengirim undangan pertemuan pribadi antara nona dan pak Yudha “ jawab lelaki berbadan besar itu


“ tidak bisa, aku sibuk. “ ketus natasya


“ Pertemuan ini mungkin ada yang ingin dibicarakan oleh pak Yudha, apakah nona tidak ingin mencoba datang dulu? “ kata lelaki itu yang berusaha membujuk


“ memang ingin bicarakan apa? “ tanya Natasya


“ kami kurang tau nona muda, kamu hanya diberi tugas saja “ Jawab lelaki itu


Natasya yang mendapatkan undangan itu pun merasa aneh, baru saja tadi ditaman natasya melihat ayahnya bersama cewek lain dan sekarang ayahnya ingin bertemu sekaligus berbicara penting dengannya? Tapi karna sekarang hati Natasya sedang tidak ingin di ganggu pun memutuskan untuk tidak pergi bertemu ayahnya dulu.


“ maaf, aku tetap tidak bisa. Sekarang aku benar-benar sibuk, jika ada waktu maka aku akan menerima di hari kedepan “ tolak natasya yang halus


“ baik nona, oh ya ada satu lagi..” kata lelaki itu sambil menyerahkan tas besar kepada Natasya


“ apa ini? “ tanya natasya sambil menerima tas besar entah apa isinya


“ ini juga dari pak Yudha, nona. Pak Yudha bilang kalau ini adalah barang nona yang ketinggalan + barang berharga nona. Jadi pak Yudha menyuruh kita memberitahu undangan ini sekaligus memberikan barang ini pada nona “ jelas lelaki itu

__ADS_1


“ barang berharga saya? “ heran natasya


Seingat Natasya, barang-barang berharga miliknya itu semua dari ayahnya dan setelah pergi dari rumah barang-barang itu sengaja natasya tinggalkan dirumah karna natasya tidak ingin menggunakan barang pemberian ayahnya lagi. Natasya yang melihat barang itu ditangannya lagi membuat Natasya semakin aneh.


Sekarang ini ayahnya terus berusaha bertemu dengannya sedangkan Tante Kinan entah sibuk dengan apa, sudah tidak pulang 3 hari. Sebenernya natasya ingin mengembalikan barang ini tapi entah kenapa rasanya seperti ada yang menyuruh membawanya. Jadi terpaksa natasya menerima barang itu.


“ Terimakasih “ kata natasya


“ tidak masalah nona, kalau begitu kami permisi dulu “ ujar lelaki itu sembari pergi berjalan menuju pintu


Namun yang berjalan itu hanya 5 orang saja, natasya melihat 1 lelaki itu masih diam ditempat membuat aneh. Dan memutuskan untuk pergi meninggalkan tapi sebelum beranjak suara lelaki itu terdengar hingga membuat Natasya yang tadinya Ingin pergi keluar jadi terhenti.


“ Nona, bersabarlah jika ada masalah dimasa depan menimpa nona lagi. Karna nantinya akan ada masalah dimana nona harus memilih dengan rasa percaya atau tidak “ kata lelaki itu


Natasya yang mendengar perkataan lelaki itu pun langsung mengerutkan keningnya, kalau seingat Natasya, lelaki ini yang sedari tadi diam tapi kenapa sekarang berbicara seolah-olah tau apa yang akan terjadi nantinya.


“ aku tau, masalah ini tidak akan pernah selesai “ jawab natasya


“ Nona, kau cukup pintar dalam hal yang bisa dilihat tapi tidak dengan hati. Berhati-hatilah terhadap orang yang kau kenal maupun yang tidak, karna kau tidak akan mengira jika ada musuh dalam selimut didalam kehidupan mu “ kata lelaki itu lagi


“ Musuh dalam selimut? “ batin Natasya


“ ‘Dibaliknya masalah pasti ada keindahan’ kata-kata yang sering digunakan untuk menghibur orang jika sedang ada masalah. Tapi apakah nona akan mengira jika perkataan itu dilontarkan dari mulut dalang masalah itu semua? “ kata lelaki itu sambil tersenyum misterius


“ nona akan tau jawabannya sendiri dari apa yang nona akan pilih “ kata lelaki itu tanpa menjawab pertanyaan Natasya


“ pilih? Apa maksud nya? “ Tanya Natasya lagi


“ hm...Aku sarankan satu hal pada nona, jika dimasa depan kau memiliki masalah untuk memilih antara kedua pihak maka nona harus menggunakan hati untuk memilih bukan dari mata ataupun pikirannya “ kata lelaki itu sambil tersenyum


“ kau ini bicara apa si? “ natasya semakin dibuat heran oleh lelaki itu


Lelaki itu hanya tersenyum dan beranjak pergi menuju pintu, natasya hanya terdiam melihat punggung lelaki itu pergi menghilang. Setelah tak melihat keberadaannya lagi, natasya duduk di kursi taman sambil memikirkan perkataan lelaki itu.


“ apa maksudnya memilih? “


“ Apa maksudnya musuh didalam selimut? “


“ kenapa ayah memberikan barang-barang ini lagi? Bukankah ini semua milik ayah? “


“ kenapa sampai sekarang masih memikirkan orang itu dan tidak bisa membenci nya? Sedangkan Tante Kinan yang selalu baik padaku, kenapa aku sama sekali tidak memiliki rasa lebih kepadanya? “


“ bisakah biarkan aku tenang sedikit? “

__ADS_1


Natasya sedang kacau pikirannya, hanya bisa terdiam dikursi taman hingga ia tak sadar ada seseorang yang datang menghampirinya.


“ Stress? “


Suara itu membuat Natasya mengangkat kepalanya dan melihat lelaki dihadapannya dengan tampang dinginnya.


“ Ngapain kamu kesini? “ tanya natasya dengan ketus


“ ini kan taman milikku, apakah aku salah datang kesini? “ tanya Edward dengan nada dingin


“ bodo ah, pergi sana! Aku lagi malas bertengkar dengan mu “ usir Natasya terang-terangan


“ kalau aku tidak mau bagaimana? “ ujar Edward sambil melipat tangan didadanya


“ jika kau tidak mau pergi, lebih baik diam! Jangan buat aku makin pusing “ kata natasya sambil menunduk kepalanya


Edward yang melihat Natasya seperti sedang ada masalah pun hanya terdiam dan duduk disampingnya hingga membuat Natasya terkejut.


“ Ngapain kamu? “ tanya Natasya sambil menoleh kesamping


“ Duduk “


“ Siapa yang menyuruhmu duduk? “ protes Natasya


“ Gak ada, lagian kau juga tidak berhak melarangku “ jawab Edward


“ Ck...kau ini benar-benar membuatku pusing saja! “ gerutu Natasya


“ Masalah ya? “ tanya Edward


“ bukan urusanmu! “ jawab Natasya yang ketus sambil membuang muka


“ hm...masalah itu gak bisa kau Pendam terus tapi kau hadapi, kau selesaikan agar tidak membuatmu pusing. Memikirkan saja itu tidak cukup, kau tau itu bodoh? “ kata Edward sambil melipat tangan didadanya dan menutup matanya


Natasya yang mendengar itu langsung tertegun dan menoleh kearah Edward. Entah kenapa rasa rindu yang dulu kembali tertanam dihatinya, entah kenapa natasya kembali memikirkan dan merindukan sosok Rio yang selalu ada disampingnya. Rio yang selalu jadi penyemangat dan pendengaran keluh kesahnya.


Tapi sekarang, lelaki itu telah pergi entah kemana. Sudah 8 tahun Natasya menunggunya hingga ia berpikir kalau lelaki itu benar-benar sudah menghilang dari kehidupannya. Lalu bagaimana dengan dirinya yang masih setia menunggu sahabat ini?


Edward yang melirik dari ujung matanya melihat Natasya kembali termenung menundukkan kepalanya. kini Natasya sedang memikirkan Rio yang keberadaannya entah kemana.


“ Rio, kamu dimana si? Kapan kau balik? Katanya kau janji akan menemui saat masalah kau selesai tapi kenapa sampai sekarang kau masih belum datang? Kau membohongi ku ya? Kau mengingkari janji kita dulu saat dirumah mu?


...Kau pikir menunggu itu enak? Tidak! Itu akan hanya membuang-buang waktu saja tapi kenapa kau malah membuatku menunggu? Kenapa kau selalu membuat ku mengingat janjimu sedangkan kau sendiri tidak? Kenapa? Kau ingin aku selalu terjebak dimasa lalu yang kelam itu? Kau bilang kau akan menjadi matahari saat hidupku terasa gelap gulita. “

__ADS_1


...


__ADS_2