Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Edward kecelakaan..


__ADS_3

“Siapa ya?” Tanya Natasya yang mendengar suara asing keluar dari panggilan Edward “Maaf Mbak, ini dari pihak rumah sakit *****. Apakah anda adalah salah seorang keluarga dari Pasien kami yang bernama Edward?” Kata suara itu yang membuat Natasya tertegun


“Mbak maaf, ada apa ya? Kenapa diam?”tanya suara itu saat tidak mendapatkan jawaban dari Natasya “Tidak apa-apa kok. Soal pasien itu, saya saya bukan keluarganya tetapi hanya seorang sekretaris di kantornya” jawab Natasya yang sedikit merasa khawatir dengan Edward. “Ouhh begitu ya. Maaf jika kami menganggu waktu anda, tetapi bolehkah Anda datang ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi pasien” kata suara itu yang membuat Natasya terheran


Kenapa mereka tidak menghubungi keluarga yang ada dirumah saja dan kenapa mereka malah menyuruhnya untuk datang, Natasya yang memikirkan itu pun merasa pusing hingga ia terpaksa menyetujui permintaan pihak rumah sakit untuk datang kerumah sakit.


“Baik kau begitu, saya segera kesana”


Natasya pun langsung menutup telponnya dan beranjak keluar dari ruangan Edward untuk pergi Kerumah sakit. Gadis itu juga tidak lupa untuk menyuruh bawahannya menutup jalur pertemuan di kantor, setelah selesai mengurus masalah di kantor, Natasya pun langsung berangkat Kerumah sakit dengan mobil kecepatan tinggi


Hingga ia sampai Kerumah sakit yang ditunjukkan oleh panggilan tadi. Natasya masuk lalu berjalan menuju kasir yang bertugas melayani pembayaran administrasi “Permisi mbak, maaf kamar untuk pasien Edward dimana ya?” tanya Natasya saat berdiri tepat dihadapan seorang wanita “Ouhh, kamar pasien untuk Edward ada di ruangan no ** lantai 5” jawab wanita itu sembari menunjuk kearah yang ia tunjukan


Natasya yang telah mendapatkan jawaban pun langsung berjalan menuju arah yang ditunjuk oleh wanita tadi, namun saat ia ingin melangkah suara wanita itu terdengar lagi hingga membuat langkahnya terhenti serta tubuh Natasya juga ikut menoleh kebelakang


“Maaf mbak, sebaiknya anda ke ruangan dokter terlebih dahulu untuk bisa mendapatkan semua penjelasan tentang pasien”

__ADS_1


Natasya yang mendengar itu pun hanya mengangguk dan kembali melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda tadi. Gadis itu berjalan menuju lift untuk ke lantai 5, sesampainya dilantai 5 Natasya langsung berjalan ke ruangan dokter terlebih dahulu sesuai arahan yang tadi wanita itu bilang. Sampai didepan pintu, Natasya mengetuk pintu terlebih dahulu lalu membukanya secara perlahan dan melihat ada seorang dokter wanita yang tengah duduk di kursinya


“Selamat siang” sapa dokter itu saat melihat Natasya memasuki ruangannya. Natasya yang mendengar itu hanya mengangguk sebagai responnya lalu duduk di kursi yang kosong. “Apa ada masalah?” tanya dokter itu dengan senyuman diwajahnya “Saya ingin bertanya tentang pasien yang bernama Edward” kata natasya yang membuat dokter didepannya ini mengangguk


Lalu dokter itu juga membuka beberapa map yang ada diatas meja, mungkin ia ingin melihat data dan informasi dari pasien pikir natasya dalam diam. “Baik, untuk pasien yang bernama Edward adalah seorang lelaki yang ditemukan oleh sebagian warga setempat saat kemarin malam, ia ditemukan di pinggir jalan dalam kondisi mobil yang setengah hancur dan menemukan lelaki itu dalam kondisi pingsan” jelas dokter itu yang membuat Natasya tertegun


“Maksud dokter dia kecelakaan?” tanya Natasya “Ya karna itu juga yang dikatakan oleh warga yang menemukan pasien” jawab dokter dengan menatap gadis yang ada didepannya tengah terdiam “Saat pemeriksaan juga saya menemukan beberapa luka di bagian tubuh pasien namun saya rasa, pasien mengalami kecelakaan karna sedang dalam kondisi banyak pikiran ataupun stress” kata dokter itu yang membuat Natasya mengerutkan keningnya


“ Stress?” gumam kecil natasya yang ternyata masih bisa didengar oleh dokter itu “Ya benar, jadi saya sarankan untuk tidak meninggalkannya sendiri dan terus pantau apa yang ia lakukan karna bisa saja dia melakukan hal yang berbahaya” jelas dokter dengan menutup map yang ada didepannya ini “Baik dok terimakasih atas penjelasannya” kata natasya sembari mengangguk


Natasya pun keluar dari ruangan dokter. Natasya setelah itu tidak langsung pergi ke kamar nginap Edward melainkan ia pergi ke lift untuk untuk ke bawah. Ia berencana membeli sesuatu makana untuk dirinya dan juga Edward karna dia berpikir bahwa lelaki itu juga pasti belum makan. Natasya yang melakukan itu hanya karna mengingatkan saran dari dokter


Setelan selesai membeli beberapa makan, Natasya pun berjalan menuju lantai 5 lagi untuk pergi ke kamar Edward. Sesampainya disana, Gadis itu membuka perlahan pintu tersebut lalu melihat ada seorang lelaki tengah terbaring lemah diranjang dengan mata yang tertutup serta dahi yang diperban. Natasya yang melihat itu pun langsung mengerutkan keningnya lalu berjalan mendekati lelaki itu sambil membawa nampan yang berada ditangannya


Isi nampan tersebut ada obat yang diberikan oleh dokter, air putih dalam gelas serta mangkuk kecil yang berisi bubur hangat. Natasya meletakan nampan itu di meja sebelah ranjang Edward lalu menyusunnya agar tidak terlihat berantakan, setelah selesai Natasya berbalik dan melihat wajah Edward yang terlihat pusat.

__ADS_1


“Perasaan kemarin malam dia baik-baik saja, tapi kenapa sekarang seperti ini?”


“Stress? Aku tidak pernah melihat lelaki itu pusing terhadap pekerjaannya dan juga dia terlihat baik-baik jika seharian dalam kantor. Lalu apa yang dipikirkan sampai seperti ini?”


“Apa karna masalah tunangan?”


Natasya yang mulai tenggelam dalam pikirannya pun langsung menyadarkan dirinya sambil mengusap wajahnya. ‘Sial kenapa aku seperti mengkhawatirkannya?’ batin Natasya sambil memalingkan wajahnya kearah jendela. Ini sudah siang tetapi Edward masih belum kunjung membuka matanya dan membuat natasya harus menunggu di kursi sebelah ranjang sembari memainkan hpnya.


Tak lama karna bosan akhirnya Natasya pun tertidur dengan kepala yang menimpa tangan dilipat ditepi ranjang. Gadis itu terlelap hingga membuat lelaki yang ada diatasnya ranjang membuka matanya untuk beberapa menit kemudian.


Edward membuka matanya perlahan lalu melihat sekeliling untuk melihat dimana dia sekarang, namun saat ia ingin menggerakkan tangan kanannya, ia merasa bahwa tangannya sedang menyentuh sesuatu hingga ia harus menurunkan pandangannya dan melihat ada seorang wanita yang tengah tertidur di tepi ranjangnya.


Memincingkan matanya untuk meyakinkan dengan apa yang ia lihat, dan ternyata benar seorang wanita itu adalah Natasya asisten/sekretaris di kantornya


“Sedang apa dia disini?”

__ADS_1


__ADS_2