Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Dia terlihat begitu peduli..


__ADS_3

“A-Ar, i-itu T-Tuan Muda sama Nona Tasya lagi ngapain?” tanya Liana dengan suara pelan “Sstt..diamlah jangan berisik. Aku mana tau mereka lagi ngapain, kita kan baru sampai disini” jawab Arya yang berbisik, Liana yang mendengar itu hanya terdiam sambil mengangguk, ya memang benar jika mereka baru sampai kesini jadi tidak akan tau apa yang sedang dilakukan atasannya ini. Liana melihat lagi kearah Natasya dan Edward yang sedang berdiri sebelahan didalam jendela.


Jaraknya sangat dekat hingga terlihat bahwa tinggi natasya hanya sampai ke bahu Edward. “Mereka terlihat cocok ya...hihihi” ledek Liana sembari menutup mulutnya agar tidak terdengar “Sstt, jangan bicara yang aneh-aneh kau. Apa kau tidak tau kalau sikap dingin dan dingin tidak bisa bersatu” jawab Arya yang menyenggol pelan lengan wanita yang ada disebelahnya ini


“Tidak cocok, memangnya kenapa? Bukankah itu semua tergantung hati ya” kata Liana yang tidak mengerti maksud Arya. “Ya memang tergantung dengan hati, tapi mitosnya kan begitu. Kalau sikap dingin dan dingin itu tidak bisa bersatu, karena hanya ada keheningan saja diantara mereka” jelas Arya yang masih menatap kedua orang yang ada didepannya ini


“Mitos itu bohong, kamu jangan terlalu percaya. Lagipula kau ini terlihat seperti tidak mendukung nona dan tuan menjadi satu, apakah kau menyukai nona Tasya?” ujar Liana yang membuat lelaki yang ada disampingnya merasa kesal lalu menjitaknya Tetap di kening wanita itu.


“Aduuhh..kau ini ap-“ kata Liana dengan suara keras namun langsung dihentikan oleh Arya dengan menutup mulut wanita itu dengan tangannya. Lalu menyembunyikan tubuh mereka berdua dibalik dinding “Hmphh..” liana memukul tangan Arya yang masih saja menutup mulutnya.


Arya yang merasa tangannya terpukul pun langsung menjauhkan tangannya dari mulut wanita itu, hingga Liana menggerutu dalam batinnya. Disisi lain, Edward yang tengah berbincang dengan natasya menyadari kehadiran 2 orang tersebut, Lelaki itu tersenyum kecil lalu berkata “Mau sampai kapan kalian disana?” Natasya yang mendengar itu pun langsung menolehkan kepalanya kebelakang

__ADS_1


Untuk melihat siapa yang dimaksud oleh Edward sedangkan 2 orang dibalik dinding pun sontak menunjukkan dirinya karna merasa terciduk atas perbuatan mereka. “Ngapain kalian?” tanya Edward sembari membalikkan tubuhnya menghadap kearah pintu tepat 2 orang berdiri disana “Hehehe...maaf tuan” kata Arya yang cengengesan.


Natasya yang melihat semuanya sudah berkumpul pun langsung mengajak mereka makan karna takut makanannya akan dingin. “Sudah ayo makan” kata natasya yang diangguki oleh ke3 orang itu. Semua pun makan bersama hingga selesai, Arya keluar sebentar untuk mencari sesuatu sementara Liana sedang Menganti baju di kamar kosong yang ada di apartemen milik Natasya.


Di ruang tamu juga ada Natasya yang sedang membaca buku bersama Edward yang sedang sibuk dengan laptopnya, mungkin karna mengantuk sehabis makan gadis itu tertidur dengan menyandarkan tubuhnya disofa namun kepalanya terus-menerus jatuh. Edward yang menyadari itu pun langsung berpindah kesamping Natasya lalu duduk dengan menyandarkan tubuhnya di sofa mengikuti gadis yang ada disebelahnya ini


Alhasil saat kepala Natasya miring maka itu akan terjatuh di bahu Edward, karna merasa nyaman Natasya pun terdiam dan terlelap dalam tidurnya sedangkan Edward melirik sekilas kearah Natasya lalu membenarkan rambut yang sedang menghalangi wajahnya dengan tangan kanannya. Lelaki itu tersenyum kecil saat melihat wajah damai Natasya untuk Beberapa menit


Tak lama, Edward pun menarik kembali pandangannya lalu beralih ke buku yang tadi Natasya baca. Buku itu sedikit tebal dan isinya juga sedikit menarik jadi Edward membacanya sambil menemani Natasya tidur. Selang beberapa menit, Arya pun datang dan terkejut dengan apa yang ia lihat, sontak lelaki itu bersuara


Edward yang menyadari itu langsung mengangkat tangannya lalu menaruhnya didepan mulut sebagai tanda ia tidak boleh berisik. Arya yang melihat itu hanya mengangguk lalu menggaruk kepalanya dengan bingung, ia tidak tau apa yang ada dipikiran tuannya ini hingga harus rela mengorbankan bahunya demi gadis itu.

__ADS_1


Biasanya Edward sama sekali tidak peduli terhadap wanita tetapi sekarang dia terlihat begitu peduli dengan Natasya dan perlakuannya juga berbeda. Arya yang tenggelam dalam pikirannya pun langsung beranjak ke balkon untuk menyegarkan pikirannya dulu, berpikir bahwa tuannya ini sulit sekali untuk ditebak


Disisi lain, Liana yang selesai mengganti baju dan keluar dari kamar langsung dikejutkan oleh pemandangan Natasya yang sedang menyandarkan kepada Edward. Lelaki disana mungkin menyadarinya lalu memeriksa jam di tangan sudah pukul berapa dan terlihat sudah pukul 23.57


Sudah larut dan waktunya Edward kembali kerumah, Liana yang takut Edward merasa pegal pun langsung menghampirinya “Maaf tuan, jika membuatmu seperti ini.” Kata Liana yang mencoba meraih tangan Natasya untuk menjauhkannya dari Edward namun sudah dihentikan lebih dulu oleh lelaki itu dengan mendekatkan tubuh Natasya dengan tubuhnya lalu menatap dingin Liana


Liana yang ditatap pun merasa aneh lalu Menunduk kepalanya “Maaf tuan” kata Liana yang membuat lelaki yang ada dibalkon masuk kedalam ruangan “Ada apa ini?” Tanya Arya yang menyambung dan hanya di jawab dengan keheningan malam


Tidak ada yang menjawab pertanyaan Arya tadi. “Dimana kamarnya?” kata Edward dengan suara dingin “Di sana tuan, sebelah kanan tepat di pojok ruangan” jawab Liana sembari menunjuk arahnya. Edward yang mendengar itu hanya mengangguk lalu memposisikan kepala gadis untuk menyadarkan ke sofa agar ia bisa berdiri. Setelah berdiri lelaki itu langsung mengangkat tubuh kecil Natasya


Berjalan melewati ke2 orang itu menuju kamar yang tadi Liana beritahu, sedangkan Arya dan Liana hanya menatap Edward dengan tatapan horor. Bingung sekaligus terheran namun ada juga perasaan aneh yang terdapat dihati

__ADS_1


Edward berjalan menuju kamarnya lalu membuka pintunya dengan sikunya, terlihat di bagian dalam sangat gelap dan hanya menyisakan cahaya bulan yang datang dari jendela besar. Lelaki itu berjalan mendekat kearah ranjang lalu meletakan tubuh gadis itu secara perlahan agar tidak membangunkannya.


Setelah selesai, lelaki itu pun langsung berbalik arah untuk keluar dari kamar gadis itu, membiarkannya beristirahat dengan tenang namun saat berbalik mata Edward terpaku dengan foto yang ada di lemari kecil dekat ranjang


__ADS_2