Aku Masih Menunggumu

Aku Masih Menunggumu
Wanita dibawah kendali lelaki


__ADS_3

Edward menggeleng, “Enggak kok”


“Trus kalau enggak, kenapa daritadi kek lagi nyari seseorang?” Jihon bertanya dengan penasaran


“Nggak kok, perasaan kau aja kali” elak Edward sembari melipat tangannya didepan dada


Edward memang mengatakan tidak, namun matanya lelaki itu masih terus melihat sekeliling. Mencari seseorang yang masih belum kunjung datang. Edward dengan rasa tidak sabar pun dengan sigap hendak melangkahkan kakinya untuk berjalan pergi.


Namun tidak semudah itu! Ada seseorang yang datang menghampiri mereka, lalu berdiri tepat didepan Edward yang hendak ingin pergi dari sana. Seseorang itu tersenyum ramah dengannya, namun Edward hanya membalasnya dengan menatapnya dengan dingin.


“Edward, ternyata kamu datang ke sini. Senang bisa bertemu denganmu lagi, dari sekian lamanya kita tidak bertemu” Sapa lelaki itu


Edward terdiam sambil menatap lelaki itu dengan dingin. Lelaki didepannya ini sudah cukup berumur, kerutan didahi serta di wajah lelaki itu juga sudsh terlihat. Umurnya sekitar 52 tahun yang masih bisa berdiri dengan tegak.


Tak lain, lelaki itu adalah ayah besar dari keluarga wu, dan orang itu juga dikenal sebagai manusia yang licik dalam perbisnisan. Bukannya hanya licik, namun lelaki ini juga amat sangat egois jika sudah memiliki pilihannya sendiri.


Bahkan jika ada orang yang berani menantangnya, pasti esok harinya sudah tiada.


Edward mengangguk, “Tuan James. Lama tidak bertemu, Bagaimana kabarmu?”


“Hahaha... baik-baik, aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu? Kau terlihat semakin sukses saja.” Lelaki yang bernama James itu menanggapi perkataan Edward dengan tertawa kecil.


“Seperti sebelumnya, dan tidak pernah berubah”


James pun mengangguk mantap, lalu seketika raut wajahnya juga berubah menjadi serius. Jihon yang melihat raut wajah James berubah, langsung mengerutkan keningnya. Bertanda ia juga tidak begitu menyukai pria tua ini.


“Edward, maaf disaat acara senang ini aku malah membicarakan masalah kita. Tapi...aku tidak bisa duduk diam tanpa mendengar penjelasanmu sendiri, jadi bisakah kita membicarakan hal itu kembali?” James berkata dengan sopan namun menekan

__ADS_1


Edward yang mendengar itu pun langsung mengangkat salah satu alisnya, “Mendengar penjelasanku seperti apa? Bukankah sudah jelas dengan penjelasan dari putrimu itu? Dan lagi, sekarang ini aku terlalu malas untuk membicarakan hal yang tidak berguna lagi”


“Tapi Edward, aku sedikit ragu dengan perkataan angel. Tolong berikan penjelasan yang bisa memuaskanku, aku benar-benar tidak suka jika masalah ini masih belum selesai.” James berkata yang sedikit memaksa


Edward mengerutkan keningnya, “Menurutku, masalah ini sudah selesai. Anda saja yang selalu ingin membicarakannya kembali, bahkan disaat-saat seperti ini, anda duluan yang membicarakannya.”


“Tapi Edward....cinta itu akan datang sendirinya, jika kalian sudah terbiasa bersama.” Bantah James


...🥀🕊️


...


Disisi lain, Natasya yang tengah berjalan di halaman samping dengan perasaan yang kesal. Bahkan dirinya merasa begitu sensitif jika ada sesuatu yang menghalanginya berjalan. Entah dari batu kecil, ataupun pohon, sudah pastinya dia akan menendang atau memukulnya.


Sudah jelas-jelas tidak salah, namun karna suasana hatinya Natasya yang tidak baik, maka semuanya akan salah Dimatanya. Bahkan batu yang benda mati pun ia salahkan juga.


Sibuk melihat sekeliling untuk mencari keberadaan Edward, Natasya pun tidak sengaja menabrak seseorang yang ada didepannya. Membuat Natasya termundur beberapa langkah kebelakang, lalu kembali meruntuki seseorang yang tengah berada didepannya ini tanpa mengangkat kepalanya.


“Hey, ada apa denganmu? Kenapa kau sendirian disini? Apa kau tersesat?”


Suara lelaki mesum terdengar ditelinga Natasya, dan dengan sontak Natasya pun mengangkat kepalanya dan melihat seorang lelaki tengah berdiri di depannya ini sambil memandangnya dengan pandangan yang tidak senonoh.


“Sendiri atau tidak, itu bukan urusanmu” Natasya menatap tajam kearah lelaki tersebut


Namun lelaki itu seperti tidak terkecoh oleh tatapan tajam Natasya, melainkan lelaki itu malah semakin memandang Natasya seperti kelinci kecil yang sedang tersesat. “Jangan galak-galak seperti itu! Jika memang kau tersesat, aku bisa mengantarkanmu pulang”


Natasya berdecih, “Tidak perlu, aku bisa sendiri”

__ADS_1


Natasya yang hendak berjalan pergi pun langsung dihalangi oleh tubuh lelaki itu, serta senyuman mesum diwajahnya juga semakin terukir jelas. Lelaki ini sedang mabuk, namun kondisi mabuknya malah membuatnya seperti lelaki mesum yang tengah melihat wanita tanpa pakaian.


“Jangan menghalangiku! Aku sedang tidak ingin berurusan denganmu” Natasya masih menahan diri disana, walau lelaki itu tampak sangat menjijikan dimatanya


“Ohh...Jangan bertindak seperti ini donk, itu malah akan membuatnya semakin cantik jika sedang marah” Goda lelaki itu yang tangannya mulai terangkat, lalu hendak menyentuh wajah Natasya


Natasya yang mengetahui hal itu pun, langsung menepis tangan lelaki itu dengan kasar serta tatapan tajam yang tidak pernah pudar dari matanya. Gadis ini benar-benar sangat membenci lelaki yang berani menyentuhnya serta menatapnya dengan tatapan mesum.


“Jangan kurang! Kau pikir aku murahan yang dengan mudah kau sentuh?”


Lelaki itu tertawa, “Kau berani melawanku? Memangnya seberapa yakin, kau bisa melawanku? Lagipula kenapa tidak menurut saja sih?” Lelaki itu melangkah maju menghampiri Natasya dengan tatapan mesumnya.


Lelaki itu terlihat seperti hewan buas yang tengah memangsa seekor kelinci kecil didepannya. Natasya yang melihat itu pun langsung mengerutkan keningnya, lalu dengan sigap kakinya bergerak membuat tubuhnya memutar sebesar 180°.


Menghindari persentuhan Antara lelaki itu dengan dirinya, serta membuat jarak semakin jauh dari sebelumnya. Lelaki itu melirik dengan tajam saat mendapati Natasya yang terus menghindarinya. Dan bahkan, raut wajahnya juga tidak terlihat ketakutan sedikitpun.


“Kau ini tamu, atau memang orang dari keluarga WU? Jika kau tamu, maka aku akan sangat terheran. Bagaimana bisa orang sepertimu bisa memasuki acara ini? Tetapi jika kau orang dari keluarga WU, maka kau mungkin akan membuat keluargamu tercoreng jika masalah ini bisa diketahui orang lain”


Lelaki itu tertawa kembali, “Apa kau sedang mengancam ku, gadis kecil?”


“Tidak, lebih tepatnya lagi membuat kau sadar akan tingkah tidak tau malu mu itu” Jawab Natasya sambil menatap lelaki itu dengan tatapan dingin


“Tindakanku tidak tahu malu? Bukankah memang tindakanku ini adalah keseharian para lelaki?”


“....” Natasya terdiam


“Bahkan seharusnya kau tau. Di dunia ini, semua wanita akan selalu dibawah kendali para lelaki. Mereka tidak akan bisa hidup tanpa lelaki. Jadi semua keinginan para lelaki adalah suatu perintah untuk hidupnya di masa depan!” lelaki itu berkata dengan nada sombongnya

__ADS_1


Natasya yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya, menatap lelaki itu dengan tatapan tajam. Serta tangan yang terus mengepal erat disamping tubuhnya. Rasanya ingin memukul lelaki ini, namun ia sadar, bahwa ini adalah kawasan dari orang lain. Dan sangat tidak sopan jika dirinya melakukan hal itu disaat-saat seperti ini.


__ADS_2