
Tak lama diperjalanan, akhirnya mereka pun sampai disebuah tempat yang terlihat sangat mewah. Banyak lampu yang terpasang ditaman untuk menerangi gelapnya malam ini, sangat indah jika dilihat dari dekorasinya.
“Tempat apa ini?” Natasya bertanya sambil menatap Edward yang tengah melepaskan sabuk pengamannya
“Restoran, apa kau tidak mengenalinya?” Edward berkata sambil membuka pintu mobil “Ayo keluar, kita sudah ditunggu didalam”
Natasya yang mendengar itu pun langsung ikut keluar menyusul Edward. Baru saja keluar dari mobil, Natasya langsung dibuat kagum dengan pohon besar yang jaraknya tak jauh darinya berdiri dengan kokoh serta lampu yang terpasang disebelahnya.
Disana juga terdapat bangku panjang, jika membayangkan duduk sana. Mungkin rasanya tidak ingin pulang, karna udaranya sejuk serta pemandangan yang tak kalah mewahnya dengan restoran ini.
“Astaga, apa yang kau lakukan disana? Ayo cepatlah!”
Edward berjalan menghampiri Natasya, lalu mengandeng tangannya untuk berjalan masuk kedalam restorannya. Ia tidak ingin berlama-lama diluar, karna udara dimalam ini cukup dingin dari biasanya. Khawatir takut Natasya demam akibat cuaca yang sedang tidak bagus ini.
Saat berjalan masuk kedalam, banyak pelayan restoran tengah berbaring didepan pintu masuk. Semuanya terlihat rapih, dan siap melayani. Namun yang bikin terheran natasya adalah kondisi restoran yang begitu sepi.
“Selamat malam tuan besar, maaf persiapan kita tidak sedikit maksimal malam ini.” Manajer dari restoran itu memberi sambutan kepada Edward dengan sopan.
Edward mengangguk, “Tidak masalah, maaf juga sudah merepotkanmu malam ini”
“Ahh...tidak kok tuan, ini suatu kehormatan saya, jika tuan besar memiliki waktu untuk datang kemari” Manajer itu tersenyum
Edward hanya terdiam, tidak menanggapi manajer itu. Ekspresi dingin, tak berperasaan itu mulai muncul kembali hingga membuat Natasya yang berada disampingnya bergidik merinding.
“Mari tuan, saya antar keruangan.” Manajer itu langsung kembali ke tujuan Edward.
Edward mengangguk, berjalan melewati manajer itu tanpa jawaban. Tangannya juga masih bergandengan dengan tangan kecil natasya. Disana Natasya juga tidak banyak bertanya, walaupun banyak sekali pertanyaan yang ingin ia ajukan pada Edward.
Mereka berjalan sedikit jauh dari restoran, dan terlihat didepan mereka ada sebuah taman yang yang indah dipenuhi banyak lampu. Disana juga terdapat pohon besar yang berdiri dipinggir taman dan terdapat kursi meja ditengah taman.
“Ini adalah ruangan yang anda minta tuan, maaf jika ada kekurangan dalam dekorasi ini. Natasya menggeleng dengan cepat dalam diamnya. Ini sudah sangat mewah, bagaimana bisa ada kekurangan di dalam dekorasinya? Edward disana juga banyak diam, dan hanya menjawab semua pertanyaan ataupun perkataan manajer itu dengan isyarat
Setelah mengantar mereka ke tempat tersebut, manajer itu langsung izin pamit untuk pergi kedalam sebentar. Edward dan Natasya hanya mengangguk dan membiarkan manajer itu berjalan pergi meninggalkan mereka. Barulah setelah merasa kepergian manajer, Natasya langsung membuka suaranya.
__ADS_1
“Kau yang meminta semua ini?”
Edward mengangguk, “Tapi kenapa kau memilihnya seperti ini?” Tanya natasya lagi
“Memangnya kenapa? Apa kau tidak suka dengan tempat ini?”
Natasya menggelengkan kepalanya, “Tidak, hanya saja dekorasi dari tempat ini semacam kencan buta”
“Hm? Kencan? Bagaimana kau tau kalau tempat dan dekorasi ini seperti kencan buta?” Edward menatap Natasya yang tengah berdiri tepat disampingnya.
Natasya menghela nafas dengan pelan, “Melihatnya saja, semua orang sudah pasti tau kalau ini adalah tempat untuk kencan”
Edward terdiam, dirinya merasa bahwa ini hanyalah dekorasi biasa. Tetapi kenapa Natasya berkata tempat ini seperti kencan? Tenggelam dalam pikirannya, Edward pun terdiam ditempat, sedangkan Natasya merasa bahwa perkataannya sedikit menyinggung perasaannya.
“Maaf, aku seharusnya tidak berkata seperti itu”
Natasya mengakui kesalahannya sambil memalingkan wajahnya, memang itu terlihat tidak tulus namu. Dari nadanya, terdengar sangat tulus. “Tidak apa-apa, maafkan aku juga karna telah memilih dekorasi yang sedikit membuatmu tidak nyaman” Edward berkata sambil mengelus kepala Natasya
Berpikir bahwa lelaki ini, sudah seperti ayah dari natasya. Selalu saja mengelus kepalanya setiap saat. Memangnya, apa yang enak dari mengelus kepalanya?
Edward berkata sembari berjalan terlebih dulu menuju kursi dan meja makan yang sudah tersedia disana. Memang sedikit memalukan namun ia benar-benar membuat hati terasa senang. “Aku ingin tau, kenapa restoran ini masih buka di tengah malam begini. Apa mereka membuat restoran ini 24 jam?” Natasya bertanya saat duduk di kursi sebrang Edward
Edward menggeleng, “Tidak, batas waktunya dari pukul 06.00 sampai 22.00 saja”
“Hanya segitu? Lalu kenapa restoran ini masih buka? Apa makanannya masih ada, jadi mereka terpaksa membukanya lebih lama dari biasanya?”
Edward terkekeh kecil, merasa bahwa gadis ini benar-benar baru pertama kalinya datang kesini. “Tidam seperti itu, mereka awalnya memang sudah tutup. Tetapi aku menyuruhnya untuk membukanya kembali, karna kau bilang. Kau lapar dan makanan di apartemenmu juga sudah habis jadi aku membawamu kesini”
Natasya terpaku, apa lelaki ini benar-benar melakukan untuknya? Natasya terdiam pun langsung tersadar karna ada beberapa pelayan datang dengan membawakan beberapa makanan mewah ditangannya.
“Permisi tuan, untuk porsi besar pedas ini untuk siapa ya?” tanya pelayan itu sambil menaruh makanannya diatas meja.
Edward menunjuk Natasya, membiarkan pelayan itu mendekatkan piringnya didepan Natasya. Memudahkan gadis itu jika ingin memakannya. Sedangkan Natasya terkejut dengan piring besar itu, makanannya sangat merah menggoda dan rasa pedasnya juga tercium di Indra penciumannya. Membuat nafsu makannya naik
__ADS_1
“Kau pesan sebanyak ini, apa kau yakin bisa menghabiskannya?” Natasya bertanya saat makanan itu mulai disusun diatas meja oleh pelayan
Edward menggeleng lalu mengangguk, “Habis atau tidaknya, tidak perlu kau pikirkan. Makan saja apa yang kau suka, jika sudah kenyang maka kita akan pulang.”
“Tapi jika tidak habis maka itu sangat sayang sekali” Gumam Natasya sambil memandang makanan yang kini sudah tersusun rapi
Edward tersenyum, “Tidak akan jika tidak dibuang, sisa makanan ini akan dimakan oleh pelayan restoran ini. Jadi kau tidak perlu khawatir”
Natasya yang mendengar itu pun sedikit merasa puas, tangannya juga perlahan meraih salah satu menu makanan yang ada disana. “Berapa level pedasnya ini?” Natasya bertanya kepada para pelayan yang tengah berdiri tegak di samping pohon
“Izin menjawab nona, level pedas dari semua makanan sama saja. Dan levelnya sekitar 50 atau bisa kita sebut ekstra pedas. Jadi saya mohon untuk nona berhati-hati dalam memakannya” pelayan itu berkata dengan formal
Membuat Natasya sedikit merasa tidak nyaman jika didunia yang penuh dengan sikap formal. “Jangan terlalu banyak makan pedas, kau akan sakit perut nantinya” Edward menyambung sambil menikmati hidangannya
“Aku tau, aku juga akan menyelingkannya pada sup ayam itu”
mendengar hal itu, Edward hanya terdiam sambil menikmati makanannya sendiri. Menu yang disiapkan oleh pelayan untuk Edward hanya sup dan sayuran segar saja, berbeda sekali dengan menu Natasya yang warnanya saja sudah merah sekali, bagaimana dengan rasanya.
Natasya disana langsung melahap hotpot terlebih dulu. Karna jaraknya juga dekat jadi memudahkannya untuk mengambil makanan tersebut. Sesuap demi sesuap, Natasya memakan itu dengan cepat namun masih ada sikap anggun untuk menjaga kehormatannya.
Disana juga ada beberapa pelayan yang menemani mereka, jadi itu membuat Natasya merasa sedikit tidak nyaman. Edward yang mengetahuinya langsung menolehkan kepalanya kearah berdirinya para pelayan itu.
“Kalian pergilah dulu, nanti aku akan panggil kalian juga ada sesuatu” Edward berkata dengan nada dinginnya
Semua para pelayan itu mengangguk dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua. Natasya heran, bagaimana bisa Edward menyuruh para pelayan itu pergi? Natasya yang kebingungan menatap Edward dengan tatapan yang membuat lelaki itu menatap Natasya dengan tatapan datarnya
“Ada apa? Kenapa kau menatapku seperti itu?”
Natasya memalingkan wajahnya, “Tidak ada, hanya melihat saja”
“Jika tidak ada maka, selesailah makanmu. Jangan terlalu lama disini, besok pagi kita sudah harus ke kantor” Edward berkata dengan nada dingin, membuat suasana menjadi sedikit suram
Natasya terdiam sejenak, “Ya, aku akan selesaikan makannya”
__ADS_1
Natasya pun melanjutkan kembali makanannya, keduanya fokus dengan hidangan masing-masing tanpa berbicara sedikitpun. Natasya tidak tau kenapa suasananya berubah menjadi suram, merasa bahwa Edward juga sedikit berubah.
Ada apa dengannya? Kenapa tiba-tiba lelaki ini bersikap seperti dulu?