Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
S2 Bab 1


__ADS_3

Wanita itu menatap dirinya di cermin. Wajahnya terlihat sangat cantik, namun make up yang disolekkan ke wajahnya terpaksa dihapus karena sekarang sudah malam.


Lagipun, baru tadi siang pernikahannya terjadi dengan Jeremy, jika bukan karena Jeremy dan Kei adalah aktor yang sempat menjadi kegemaran tersendiri bagi penonton dan terkenal, Kei tidak akan repot-repot tersenyum bahagia di panggung pernikahan bersama pendeta dan semua pengisi acaranya termasuk pemain musik itu.


Ntah malu atau gimana, kini Kei teramat marah dengan kelakuan Jeremy lepas mengucapkan janji suci pernikahan.


Jeremy menciumnya dengan teramat rakus! Kei yang tidak pernah mendapatkan hal seperti ini sepanjang hidupnya kecuali malam itu tentu kaget! Tapi semua orang tersenyum penuh arti pada mereka.


"Menyebalkan! Sebal! Sebal! Sebal!" begitulah mulut Kei seolah berteriak jika urat malunya sudah tidak ada lagi.


"Gila sekali dia! Menciumku seperti itu!" berlanjut pada guman.


"Apa kamu tidak menyukainya sayang?" suara berat Jeremy yang tidak tau ntah kapan memasuki kamar pengantin itu tiba-tiba berada di belakang Kei, terlihat jelas terpantul di depan cermin milik Kei.


Mata Kei tentunya membulat lebar. Ia terkejut, jantungnya berdetak sangat kecang di dalam seolah memompa lebih banyak lagi oksigen untuknya bisa bernapas lebih sadar lagi.

__ADS_1


"Kapan kamu kemari?" tanya Kei gugup.


Jeremy tersenyum kecil. "Kapanpun aku mau berjumpa istriku," jawabnya sembari tetap mengamati wajah polos Kei yang sudah dihapus riasan wajahnya itu.


"K-kamu tidak bisa kah keluar sebentar. Aku perlu ruang untuk bernapas," aku Kei sudah tidak tahan lagi.


Keberadaan Jeremy di belakangnya seperti penghalang udara memasuki hidungnya.


Meski sebenarnya banyak dan tergolong stabil, tapi keterkejutan Kei membuat ia pegap dan akhir nya udara yang masuk seperti panas bagi nya.


"Cium aku dulu, baru aku akan keluar," Jeremy memberi syarat.


Satu… Dua… Tiga… Empat… Begitu hati pria itu berkata.


Namun Kei sama sekali tidak merespon. Dia kenapa? batin nya bertanya melihat keadaan Kei yang seolah tidak bergerak. Ada apa dengan Kei.

__ADS_1


Jeremy mulai berganti posisi dan menatap Kei, istri nya itu. Ditepuk-tepuk nya pipi Kei serta berkata dengan nada kecil. "Kei, Kei, Kei… Kamu kenapa?" tanya nya khawatir.


Hingga tiga menit, bukannya mendapatkan tawa karena berhasil menjahili Istri nya itu yang dia tau memang tidak suka akan sentuhan nya.. Justru kini ia terpaksa membaringkan wanita itu di ranjang yang penuh taburan bunga merah serta aroma wewangian.


Jeremy pikir ini yang bisa dilakukan. Lagipun, Jeremy tidak pernah melihat kondisi seperti ini.


Jeremy ingin tau, tapi kalau mengabarkan Istrinya sakit atau sedang kenapa-napa, Jeremy yang akan di pertanyakan, apakah dia baik menjaga istri nya? Hah…! Jeremy tidak ingin mendapatkan banyak pertanyaan seperti itu di malam pernikahan nya bersama Kei.


Jeremy membaringkan diri di ranjang tepat di samping Kei. Tubuh nya dalam posisi miring, tangan kanan yang tersiku sebagai tumpuan kepala nya itu.


Jeremy menatap Kei yang sudah menutup mata. Kei terlihat sangat cantik kemana dan dari mana pun ia melihat nya. Rasa kagum itu membuat pria ini berkata dengan suara kecil nya.


"Kamu sangat cantik Kei. Aku sungguh bodoh tidak mencari mu sedari tujuh tahun yang lalu–"


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2