
"Ayo, Andre!" suara Jeremy meninggi seraya menarik tangan putranya itu.
"Jangan tarik aku kek gini! Siapa yang mau ikut kau. Aku mau pergi!" Andre benar-benar keras kepala. Mati-matian, Andre melepas tarikan tangan pria pengecut di depannya itu. Namun kekuatan Jeremy terlalu kuat untuknya yang masih kecil.
"Sakit, pengecut! Jangan tarik aku sperti ini!" teriak Andre setengah berteriak.
"Kamu sudah membuat ayah marah, Andre. Ayo ke rumah! Kita selesaikan semua di rumah!"
"Kenapa kau ga selesaikan semuanya di sini? Biarkan semua orang tau betapa buruknya kau dalam keluargamu sendiri!" tolak Andre tidak tanggung-tanggung melemparkan kata-kata menyakitkan untuk Jeremy.
"Andre! Apa yang kamu lakukan pada ayahmu? Ikut, masuk ke dalam rumah!" suara Kei yang baru datang.
Andre yang melihat kedatangan Bundanya yang seolah membela Ayahnya yang pengecut itupun semakin memberontak. "Ternyata Bunda sama aja! Terus membela playboy itu!"
Kei termenung sebentar. Kenapa anakku jadi salah paham seperti ini? "Bunda tidak membela siapapun. Kelakuanmu sudah salah dengan keluar dan membiarkan banyak orang tau masalah rumah tangga Bunda dan Àyah," jelas Kei.
__ADS_1
"Rumah tangga?" Andre menatap Bundanya aneh. "Tinggal berbeda wilayah, apa ini yang disebut rumah tangga?"
"Ada beberapa hal yang perlu dimaklumi dalam rumah tangga, Andre. Bunda harap kamu mengerti itu." Kei memengang tangan Andre dengan lembut.
"Bukannya hanya orang miskin yang mau tinggal berjauhan? Jelas-jelas dia kaya. Berani-beraninya tinggalin Anak istri demi wanita ******! Bukannya itu pengecut namanya?" Andre Anaknya semakin keras kepala. Dan hati terkecil Kei berkata, betapa sikapnya mewakili hatiku. Ya, Kei sangat memihak putranya itu.
Meski Kei tidak pernah mengajarkan Andre bagaimana mengajari cara melawan sang Ayah, Andre yang pintar tau kondisi Bundanya yang tertekan setiap waktu.
"Andre. Perlu kau tau saja, pergi ke rumah nenek adalah keinginan Bunda. Dan tinggal di sana juga keinginan Bunda. Jadi segalanya bukan kesalahan ayah kamu." Kei membujuk Andre karena tidak ingin pergi dari sisi Jeremy sebelum tau segalanya lebih baik.
Tapi jangan berpikir kalau hubungan Jeremy dan Andre membaik. Andre masih membenci Jeremy karena sebagai ayah dan suami, Jeremy tidak berguna.
Malam hari.
Andre tidur di kamar yang terpisah dengan kedua orangtuanya. Jeremy baru keluar dari kamar mandi, dan melihat Kei yang tampak sudah tidur. Tapi Jeremy tau, Kei belum tidur melainkan hanya berpura-pura.
__ADS_1
"Bagaimana kandunganmu?" tanya Jeremy sambil duduk di tepi ranjang, menyentuh bahu Kei yang berbaring membelakanginya. Jeremy belum memakai pakaian, hanya mantel mandi.
"Baik-baik saja," jawab singkat Kei dengan suara seraknya.
"Menurutmu, apa perbuatanku tadi salah?" tanya Jeremy lagi. Suaranya berat, karena dadanya sesak. Cacian Andre terdengar jelas dalam kepalanya seolah-olah Andre sedang memaki-makinya saat ini.
"Yang mana?" Kei melirik Jeremy yang sudah tidak menyentuh bahunya lagi.
"Tadi."
"Entahlah." Kei tidak memberi jawaban pasti.
"Dari kata-katanya, aku mengerti dia depresi. Apa dia pernah berbicara tentang ayah anak orang lain yang sangat dekat dengan anaknya?"
"Pernah," jawab asal Kei.
__ADS_1
"Aku baru menyadari semuanya saat dendam di hati putraku sendiri sudah sangat besar. Aku minta maaf karena tidak pernah menjadi Suami yang baik selama pernikahan maupun sebelumnya."