Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
Keuntungan


__ADS_3

Kei melihat semuanya secara langsung. Semua terjadi seperti mimpi baginya.


Perasaan baru tadi anak manja (Kara) itu lahir, kemudian Kei selalu menjadi pelayan baginya sekarang ia sudah dikubur di dalam tanah.


Kei tidak bisa berkata apapun selain menatap iba, dengan pikiran tengah bergelut di dalam sana, apakah ia akan memaafkannya atau tidak.


Mengingat hingga sekarang Kei sedikit menyimpan rasa tidak suka pada Kara. Semua derita Kei terjadi karenanya dan Medya sendiri.


Namun apakah dia bisa dengan mudahnya memafkan almarhum Kara mengingat kesalahan perempuan itu sangatlah besar untuknya?


Sesabar dan sebaik apapun orang, jika mengingat kesalahan orang akan geram sendiri, sekalipun semua terjadi cukup di dalam hati.


"Kau mau tahu kan, Ibu kandungmu siapa?"


Sontak, pandangan Kei teralihkan. Pertanyaan itu, adalah satu pertanyaan yang selalu Kei tanyakan dalam isak tangis menyayat hatinya cukup dalam.


"Kenapa Ibu selalu jahat pada Kei! Kei salah apa Ibu, salah siapa!?" ucapan Kei kecil pada masa itu.

__ADS_1


"Karena aku bukan ibu kandungmu! Aku tahu kau anaknya siapa! Dan aku sangat membenci dia dengan seluruh kehidupanku!"


Dengan kejamnya Medya menghajar Kei dengan rotan sementara Kei kecil tidak sengaja menjatuhkan Kara yang pada masa itu masih bayi ke lantai yang memang memiliki karpet cukup lembut hingga Kara bayi sama sekali tidak terluka. Namun Kei kecil yang pada masa itu merasa tubuhnya demam, mendapatkan rotan yang dilayangkan ke tubuh penuh lukanya bukan dokter dan segala obat-obatannya.


"Sekarang saya akan menjawab siapa dia," Medya berbicara dengan datar, tersimpan kebencian di dalamnya dibalik suaranya yang masih lirih, khas orang menangis.


"Siapa?"


Kei berharap besar akan pertanyaan yang begitu ditunggu-tunggunya sedari dulu tepat ucapan Medya yang tampaknya tahu siapa ibu kandung Kei.


Tidak mendapat jawaban, akhirnya ia menyerah dan memutuskan untuk tetap menganggap Medya sebagai Ibunya walau tahu Medya adalah Ibu angkatnya yang mengambilnya dari panti asuhan beberapa tahun silam dengan keinginan supaya ada anak yang lahir dari rahimnya dengan merawat dan membesarkan Kei seperti anak sendiri.


Kei tetap terdiam. Namun perempuan itu menarik dan menghembuskan napas sebagai persiapannya saja.


Ucapan yang akan diucapkannya ini adalah ucapan yang terbilang sakral.


Dan dia tidak bisa main-main karena jadinya sama saja sia-sia.

__ADS_1


Ucapannya tidak sampai ke alam lain sana, Kei merasa amat sangat bersalah kemudian Kara kemungkinan akan tetap menderita.


Ia memang tidak diberitahu bagian itu.


Tetapi sependek pengetahuannya tiada satu orangpun manusia yang mau melakukan hal seperti ini jika tidak di ganggu oleh arwah orang tersebut.


Setelah merasa semua persiapan hatinya siap, Kei mulai berkata.


"Memang, kamu adalah perempuan yang cukup membuatku lelah, Kara. Tetapi dimanapun kamu berada, aku sudah memaafkanmu. Tenang di alammu, jangan pernah muncul dimanapun lagi di seantero dunia ini."


Bersambung…


...Sorry, agak sedikit horor dan tampak percaya tahayul! (ㆁωㆁ)...


...Jangan lupa like, komen dan lemparkan banyak bunga untuk Kei....


...Janji up 4 bab hari ini. Dua bab udah diluncurkan, dua bab lagi… Hm, saya tidak bisa menentukannya. Kalau begitu, saya pamit dan melanjutkan menulis lagi....

__ADS_1


...Ada saran?...


__ADS_2