
Gina sudah tidak tau mau lakukan apa lagi untuk menghalangi Kei supaya tidak bertemu dengan Anna, Alice, maupun Andre. Mengingat mereka sudah pergi menjauh dengan restu Celica dan Gina, terkecuali Kei yang tidak tau apapun pasti merasa sangat terpukul dan takutnya Kei menjadi seperti dahulu, hampir gila dikarenakan banyak faktor. Jika masa itu karena kehamilannya yang Kei takutkan menjadi masalah dan berakhir Gina mampu menenangkannya, Kei sekarang ditakutkan akan melakukan hal di luar kendali Gina dan Celica.
"Ibu," seruan Kei menyadarkan Gina kembali atas lamunan yang membuat keadaan sangat sepi seolah tiada orang. Mengingat sekarang Kei tengah berjalan hendak ke rumah Celica, disebabkan taman tutup, dan diwajibkan tidak ada orang di sana. Lagipun tiada yang menarik selain taman yang begitu sepi.
"Eh-i ya Kei. Ada apa?" Gina sedikit menoleh ke belakang, memperlihatkan raut cemas yang masih tertempel jelas di sana.
"Kei merasa sangat cemas dengan Anna, Alice dan Andre. Kei takut selama seharian ini mereka tidak bertemu dengan Kei, mereka malah rindu. Apa tidak masalah lebih lama lagi menemani Ibu?" suara Kei terdengar sangat khawatir.
"Ibu sudah katakan. Semua akan baik-baik saja. Mereka sudah besar, dan ibu masih ingin kita bersama sebelum," sontak menghentikan ucapan.
"Sebelum apa, ibu?" tentu bertanya, tiba-tiba berhenti, siapa yang tidak menaruh rasa penasaran?
"Hem, tidak. T-tidak ada. Ba-ik. Kita kembali," menyerah. Itu yang bisa dilakukan untuk sekarang.
Lagipun semua yang disembunyikan harus terbongkar pada masanya.
__ADS_1
Sedang Kei yang mendengar ucapan ibunya, sangat bahagia. Akhirnya sebentar lagi akan bertemu dengan ketiga anak-anaknya! Siapa bunda yang tidak merindukan anak-anaknya setelah pagi sampai malam tidak bertemu. Kei ingin melihat bagimana raut wajah rindu ketiga anak-anaknya saat melihatnya. Apakah mereka akan tersenyum lebar kemudian berlari dengan langkah kaki yang mulai panjang itu? Atau mengatakan rindu sebelum memeluknya? Ah, Kei sangat menanti-nantikannya!
Di sisi lain.
Sudah menempuh jarak yang panjang, dua jam lalu sampai di kota lewat bandara. Anna, Alice dan Andre serta tiga pengawal yang dipercayakan Celica untuk menjaga ketiga anak-anak Kei sudah berada di apartement milik Sam dan Jeremy.
"Are they inside?" [Apakah mereka ada di dalam?] tanya salah satu pengawal.
Dijawab gelengan oleh pengawal lainnya. "Don't know clearly. But we have tried to call many times, still no response. Maybe we need to contact the madam to get more clarity from her," [Tidak tau jelas. Tapi sudah berkali-kali kita mencoba memanggil, tetap saja tidak ada respon. Mungkin kita perlu menghubungi nyonya supaya mendapatkan kejelasan yang lebih darinya]
Sedang ketiga anak kecil itu mulai panik.
"Bagiamana ini?" tanya Andre khawatir. "Sudah lama kita menunggu, pengawal juga sudah berusaha, tapi ayah belum keluar. Apa benar ini alamatnya?" lanjut Andre dengan suara berbisiknya.
"Kakak tidak tau," jawab Alice.
__ADS_1
"Padahal Kita sudah melalui jarak yang sangat panjang. Apa bibi membohongi kita?" Anna berasumsi.
"Tidak mungkn begitu," sangkal Alice. "Bibi bukankah berkata kalau semua sudah tepat, mungkin ayah masih di rumah sakit, dan kita tidak tau jelas dimana tempatnya. Kita hanya perle menunggu. Mungkin ayah, setidaknya paman sedang tidak ada di rumah dan kita tidak tahu jelas nomor ponselnya dan lokasi di mana paman Sam dan Ayah Jeremy bertempat." Alice menenangkan.
Kembali pada Kei.
Kei sudah sampai di rumah Celica. Celica menyambut dengan hangat kedatangan Kei dan Gina kembali ke rumahnya.
Namun tidak dengan ketiga anak-anaknya. Ntah kemana ketiga anak-anaknya itu.
Apa mereka tidak merindukan Kei lagi? Atau mereka tidak tau kalau Kei sudah kembali?
Oleh karena itu, Kei segera menghampiri halaman belakang, serta kamar sebelum itu.. Tidak ditemukan keberadaan satu pun di antara mereka.
Ntah kemana mereka, semakin membuat Kei khawatir.. Apa ada sesuatu terjadi pada mereka tanpa sepengetahuan Kei? Membayangkan hal buruk satu persatu menghampiri membuat Kei meneteskan air mata.
__ADS_1
"Kemana kalian?" ia bergumam kecil disela tangisnya tersebut.