Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
Panggilan Dari Celica


__ADS_3

"Hallo, Kei. Apa kabarmu," suara dari dalam telepon. Celica, teman Kei yang menelepon.


"Baik.. Aku baik-baik saja," Kei menjawab. Suara wanita itu sangat serak sehingga Celica di sebrang sana tampak aneh.


"Trip–kenapa dengan suaramu. Kenapa serak Kei? Kamu baru menangis?" Celica begitu cemas di balik telepon.


"Ah, tidak-tidak. Aku baik-baik saja."


"Suaramu?"


"Aku baru mengupas bawang, Cel."


"Oh, aku kira kamu memangis," Celica di tempatnya pun tampak lega. "Oh ya, alasan aku meneleponmu…" Celica kembali ingat alasannya menghubungi Kei. "Karena aku dapat berita dari salah satu situs web tentang ketenaranmu. Selamat ya Kei. Sudah jadi aktor. Katanya novelmu diangkat jadi film ya?"


"Ha, iya. Terima kasih."


"Sorry ya, aku sudah banyak ketinggalan berita," diakhiri tawa renyah Celica.


"Iya. Tidak apa-apa," ucap maklum Kei.


"Karena aku tinggal di negara orang. Makanya tidak melihat semua prestasimu. Terus aku sibuk mengawasi dua anak kembarku yang lain."

__ADS_1


Kei tersenyum. Sebelum akhirnya mengerutkan kening. "Anak kembar? Bukannya kemarin beritanya kamu hanya melahirkan satu anak, bukan anak kembar ya, Cel?"


"Haha, iya. Ada satu yang nyusul jadi anak bayi lagi. Dia sudah besar tapi mau terus dilayani seperti anak bayi."


"Siapa dia?" Kei semakin penasaran.


"Siapa yang tak lain adalah ayah empat anakku lah Kei. Dia mau terus manja. Sudah tua tapi tetap terus–Hem, maaf. Aku berlebihan," Celica tampaknya mulai mengoreksi diri. Ia lupa kalau wanita yang diteleponnya itu adalah Kei–wanita yang sepanjang hidupnya dikenal Celica adalah wanita paling malang dan Celica sungguh mengapresiasi semua ketegarannya. Diperkosa, hamil, mengalami gejala hamil, melahirkan tiga orang anak tanpa suami, dicaci orang tak bertanggungjawab, dan sekarang… Semua tau lah itu.


"Iya. Tidak apa, ha ha ha ha," di akhir kalimat Kei tertawa renyah dan tampak asal.


"Maaf," Celica mengucapkannya lagi untuk kedua kalinya.


"Iya tidak apa," lagi-lagi berucap maklum. Sementara hati sempat sekali sedih dengan keadaan.. Punya suami itu enak ya. Selalu menjadi alat manja. Setidaknya, bisa merasakan kebahagiaan disentuh secara cinta dan bukan sekedar paksaan. Tanpa kecanggungan… Uh sudah lah. Mungkin sudah itu garis takdir Kei. Miris sekali.


"Kita teman Cel. Katakan saja apa yang menjanggal dalam hatimu."


"Kamu… Katanya wanita sengala macam itu ya?"


Kei sejenak terdiam.


"Kei? … Kei kamu–" Celica dalam perasaan bersalahnya menyebut nama Kei untuk kedua kalinya. Kei pasti semakin terluka karena kenyataan.

__ADS_1


"Aku hanya meneguk air tadi," lagi-lagi berbohong.


Celica disebarang sana merasa lega untuk kesekian kali. "Maaf menyinggung. Aku hanya tanya.


"Iya. Aku tau itu. Lanjutkan lah."


"Aku bacanya dari situs web. Tidak sengaja terlihat. Aku penasaran. Katanya kamu sudah jadi aktor. Dan film yang kamu mainkan pun adalah adaptasi novelmu sendiri. Aku awalnya senang. Tapi setelah membaca semua beritanya… Aku, aku yakin kamu tidak berhubuat seperti itu kan?" Celica memastikan.


"Menurutmu saja. Aku baik atau tidak," Kei mencobai hubungan pertemanan mereka.


"Kamu baik. Aku kenal kamu. Aku yakin kamu baik."


Kei mengangguk dalam diam.


"Tapi keadaanmu sedang tidak baik. Maka dari itu aku mau kamu ke sini. Kita akan mulai hidup baru dengan ketiga anak-anakmu. Aku punya kenalan orang yang bisa membuatkan kartu identitas baru kalau kamu merasa akan diintai terus menerus. Karena setelah aku selidiki semua karena pria bernama Jeremy itu kan? Dia yang buat kamu seperti ini. Aku juga sedih mendengarnya. Pasal Bibi Gin, kita akan mencoba membuat dia bisa pindah setelah penyembuhan."


"Tapi dari mana kamu tau semua itu, Cel?"


Celica terdiam.


Namun, tanpa disadari Kei, Celica terus mengawasinya dari jauh. Dia hanya berusaha kembali akrab dengan wanita itu karena sebelumnya ia sudah salah bicara.

__ADS_1


Kegeraman yang teramat dirasakan Celica saat mendapati semua bukti yang sama sekali tidak benar adanya, buatan Merly. Dia yang tidak bisa melakukan apapun sebenarnya menangis melihat semua orang, jahat pada Kei tanpa sebab yang cukup jelas dan masuk akal.


Bersambung…


__ADS_2