
...Mohon perhatiannya ya, para readers. Bab 34 ada beberapa bagian yang kuubah untuk membuat bab ini semakin nyambung dengan bab sebelumnya....
...Kalau berkenan, kalian bisa membaca revisi S2 bab 34 lagi. Sekali lagi minta maaf sudah menganggu waktu kalian....
...Maka untuk hari ini, aku akan update 4 bab sebagai permintaan maaf....
...*********Update pertama **********...
Diharapkan untuk bertenang untuk mencerna, isi bab saat ini. Happy reading! 😉
*
"Kalau boleh jujur, Bunda kesal sih, Ndre. Tapi Bunda mohon, jangan membenci ayah kamu karena hal seperti ini."
"Tapi maaf ya, Bundaku yang baiiiikk. Sebagai anak, Andre kesal melihat Ayah! Apa coba kekurangan Bunda? Andre rasa, Bunda lah yang paling baik satu dunia ini! Masa Bunda masih bisa sabar melihat sifat Ayah yang ah, Andre ga tahu mau bilang apa lagi!"
__ADS_1
Kei mengangguk paham. "Bunda mengerti maksud kamu. Tapi Bunda harap kamu paham semua yang Bunda lakukan bukan serta merta Bunda ucapkan karena Bunda sudah mencintai Ayah kamu maka Bunda menginginkan perdamaian di tengah kalian sementara sifat ayah kamu; yaaaa kita tahu apa yang sudah terjadi selama ini. Tapi, permusuhan antara ayah dan anak itu tidak baik. Apalagi, kamu akan menjadi Abang untuk dua adik laki-laki kamu yang masih ada di perut Bunda. Mereka akan belajar dari kamu sebagai Abang. Kalau mereka tahu kamu dan ayah tidak akur, bagaimana mungkin, kedua adik kamu bisa akur juga pada ayahnya?"
Kei berbicara perlahan dan hati-hati. Berpikir matang-matang dulu, sebelum bicara pada sang anak.
Kei tahu Andre sangat tertekan! melihat kondisi keluarganya. Namun Kei berusaha mendamaikan hal terkecil dulu sebelum menyelesaikan hal terbesar.
Meski Andre adalah anak kecil untuk saat ini, Kei yakin Andre punya pengaruh besar untuk pernikahannya dengan Jeremy.
Kei hanya tidak ingin kedua anaknya yang tengah dikandungnya sekarang nanti lahir, justru dengan keadaan yang tidak lengkap.
Maka sekuat tenaga, Kei harus mempertahankan pernikahannya dengan Jeremy, segila apapun goncangan yang harus dilewati.
Mungkin sekarang tentang wanita hamil yang mengaku sudah hamil anak Jeremy. Tidak ada yang tahu kalau besok bisa saja tentang salah satu dari anak-anak Kei yang bisa saja bermasalah. Entahlah, Kei hanya bisa berserah.
"Bunda aaa." Andre mendusel-dusel lengan Kei, anak itu tampak berbicara sambil merengek.
__ADS_1
"Kenapa Ndre." Kei hanya menoleh tanpa menunjukkan ekspresi apapun.
"Bunda marah 'ya sama Andre?" tanya Andre dengan lirih.
"Bunda tidak marah pada mu. Memangnya kenapa kamu malah merasa, bunda marah pada Andre, hm?" tanya Kei sangat lembut pada putranya itu.
"Bunda diam saja. Andre jadi takut Bunda nangis. Andre akan hajar Ayah karna dia udah buat Bunda nangis! Andre juga akan bawa Bunda keluar dari kehidupan Ayah! Biarkan dia hidup bersama ulat bulu itu kalau memang itu yang diinginkannya!" ucap Andre dengan menggebu-gebu.
Kei hanya mampu menepuk-nepuk punggung Andre seraya berkata, "Bunda tidak menangis, Andre. Bunda hanya berpikir tentang keadaan kalian kalau Ayah dan Bunda berpisah." Kei yang tidak tahu harus menjelaskan apa pada putranya ini akhirnya membicarakan apa yang tengah dipikirkannya.
"Bunda tidak perlu khawatir! Andre, kakak Anna dan kak Alice 'kan anak-anak bunda yang punya talenta. Kami bertiga akan cari uang dari bakat kami biar kita lebih kaya dari Ayah dan Ayah menyesal udah sia-siain kita," jelas Andre dengan yakin.
Kei hanya menghela nafas mendengar jawaban putranya itu. Dia menyentuh perutnya yang sudah sangat besar itu, dia menatapnya sebentar kemudian berbisik, "Seandainya kamu tahu Ndre, perpisahan orangtua tidak semudah pikiranmu menyelesaikannya."
***
__ADS_1