Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
Mendatangi Sang Mama


__ADS_3

Setelah mengantar Kei serta kedua putri dan putranya ke rumah tanpa bibi Gin yang perlu perawatan lebih lama, Jeremy berpikir ia perlu pergi ke rumah Mamanya.


Kecepatan 80 km/jam ditempuhnya tanpa peduli lalu lintas yang seolah memberinya jalan lebar agar segera sampai di rumah Mamanya tersebut.


Sesampainya di depan halaman besar rumah besar nan megah tersebut, pintu gerbang langsung terbuka dan Jeremy menjalankan mobilnya memasuki bagasi.


Seorang wanita paruh baya dengan penampilan glamor seperti biasanya keluar dari pintu besar bercat putih setelah Jeremy dengan raut wajah kesalnya hendak memasuki rumah itu.


Kedua tangan wanita itu terbuka sangat lebar dan senyuman lebarnya menyambut Jeremy.


"Slamat datang putra kesayangan Mama!"


Jeremy tidak menjawab apapun dan hanya membuang muka akan sambutan hangat Mamanya tersebut.

__ADS_1


Wajah Mama tampak tidak suka. Kemudian ia kembali berkata dengan kondisi salah satu tangan yang berkacak di pinggang.


"Apa begini caramu datang ke rumah Mamamu sendiri, Jemy, Anak Mama tersayaaaanggg!?" Merly mencubit pipi anaknya dengan gemas. Seolah Jeremy adalah anak TK yang patut dicubit gemas seperti itu.


Jeremy yang tidak mau basa-basi semakin geram dengan tata cara Mamanya suka mengulur waktu… "Sudahlah. Jangan buat Jemy seperti anak kecil! Jemy sudah punya anak!"


Mama menunjukkan raut wajah kejijikannya. "Anak? Mama kira anak yang kamu anggap anak itu bukan anak kamu!"


"Tapi Jeremy sudah sembuh!"


Jeremy menggeleng, "Tidak. Jeremy hanya mau tanya, kenapa Mama buat Kei menjadi kambing hitam dalam kejadian ini."


Mama terdiam sejenak. Wanita itu kemudian memainkan dua kuku jemarinya di bagian jempol dan telunjuk.

__ADS_1


"Tantu saja buat seluruh warga kota memilih Mama daripada wanita pembohong itu. Bukannya dia yang memisahkan Mama dengan putra Mama yang paling Mama sayangi ini?"


Mama menyentuh bahu Jeremy dan menyandarkan kepalanya di dada bidang putranya itu. Dia menutup mata.


Seolah melepaskan rindu karena selama lebih dari tiga hari ini Mama dan Jeremy tidak pernah bisa bertemu sekalipun Mama mengunjungi perusahaan yang dikelola sang anak.


Segera Jeremy menyingkirkan Merly dari tubuhnya, "Mama benar salah besar sekali dalam menilai wanita sebaik nona Kei. Sejujurnya Jemy kemaripun karena ingin menanyakan mengapa Mama sangat berani menyebarkan berita buruk tentang reputasi nona Kei!"


"Tentu saja karena mau Jemy anak Mama tersayang ini kembali ke pelukan Mama! Kamu sudah mau kan, sayang?" Mama secara paksa memeluk Jeremy yang merasa jijik mati-matian dengan pelukan yang diberikan sang Mama. "Mama hanya mau itu aja kok, sayang," lanjutnya.


Jeremy mengepalkan tangan begitu geram. "Mama benar-benar keterlaluan!" Jeremy menjauhkan diri dari sang Mama. Bahkan karena sankin jijiknya Jeremy pada sentuhan sang Mama tadi, Jeremy membersihkan pakaian seolah ada banyak debu yang menempel di pakaiannya tersebut.


Mama menatap putranya dengan meneteskan air mata, menangis lebay, "Sejijik itu kamu melihat Mamamu yang udah melahirkanmu ini, Jemyyyy!!!" teriak Mama. "Padahal Mama lebih berjasa dari pada wanita sialan itu!"

__ADS_1


Bersambung…


Like 40 lebih ya kakak-kakak.


__ADS_2