Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
Cerita Celica


__ADS_3

"Hmm, then?" [Hm, kemudian?] Celica bertanya.


"What." [Apa?]


"Well, Jeremy's Mama's condition." [Yah, kondisi Mamanya Jeremy]


Kei tersenyum jahil. "What are you waiting for? Hearing him suffer?" [Kamu menanti apa? Mendengar dia menderita?]


"Of course. Hasn't he been mean to you? Should be celebrated, if in fact he actually suffered after your departure. Hahaha."


[Tentu saja. Dia bukankah sudah jahat padamu? Harus dirayakan, kalau pada nyatanya dia justru menderita setelah kepergianmu. Hehe]


"But not good." [Tapi tidak baik]


"Hmm, well already. But…" [Hm, yah sudah. Tapi…] Celica sedikit memandang wajah Kei dari jarak teramat dekat.


"But what?" [Tapi apa?] Kei memandang tatapan Celica dengan sedikit rasa tidak nyaman yang begitu serius.


"Well, that's… Jeremy's mom's condition [Yah, itu … Kondisinya mama Jeremy] Celica mengulang.


"Hmmm, how do you tell?" [Hm, gimana memberitahunya ya] Kei, sejenak terdiam.


Pikirannya mencoba kembali netral, sembari mengingat ucapan Jeremy di dalam mimpi yang selalu mengusik pemikirannya.


Ada cukup banyak, namun beberapa saja yang ditangkap Kei sebab ia tidak terlalu memperdulikan lelaki itu … Bukan dendam, tapi Kei hanya tidak terllau suka tidurnya diganggu.


Jeremy yang terus datang, bagai angin … Tanpa pemberitahuan sedikitpun, pergi begitu saja.


Kei sampai lelah dan cukup takut jika tidur sementara hal yang sama juga terjadi pada Medya–Ibu angkatnya yang hingga sekarang sebenarnya masih saja memimpikan hal aneh-aneh soal putrinya yang sudah menjadi hantu gentayangan itu.


Tapi bedanya, Medya berdosa, sering berbuat jahat semasa mudanya. Apalagi terhadap Kei.


Tetapi Kei, Kei orang baik. Hanya saja kebaikannya terlalu dirindukan hingga banyak orang tidak puas ada juga yang merasa menyesal telah membuat Kei pergi jauh dari tempat itu.


Merly?


Ntahlah, wanita itu tampaknya tidak termasuk dalam kategori orang yang merindukan keberadaan Kei.


Merly terlalu keras kepala dan menyebalkan sankin rasa cemas berlebihannya terhadap Jeremy yang mungkin akan dijerat oleh Kei dan anak-anaknya hingga melupakan Merly sebagai wanita yang telah berjasa banyak terhadap kehadiran Jeremy hingga dewasa seperti sekarang.


Padahal Kei sendiri tidak terlalu merasa peduli dengan pandangan orang sebab ia tahu, hanya akan membawa dirinya kedalam jurang masalah yang tidak kunjung membuatnya tenang.


"Say it quickly, Kei!" [Cepat katakan, Kei!] Celica semakin tidak sabaran. Terus mendesak Kei yang ntah sudah menit keberapa ia terdiam, dinantikan Celica jawabannya.

__ADS_1


"Eh? Kei tersadar. "Fine, I'll tell you."[Baik, aku akan menceritakannya.]


Kei mengatakan pada Celica apa yang diingatnya secara jelas. Cukup semenit mengatakannya. Tampak, Celica tersenyum lebar, Kei tau, apa yang tengah dipikirkan wanita itu.


"So how? Can I go back to that city?" [Jadi bagaimana? Aku boleh kembali ke kota itu?]


"Oh of course. I welcome you with wide arms. Hearing all the bad things that happened to that rotten woman, I'm relieved." [Oh, tentu saja. Aku dengan tangan lebar mempersilahkanmu. Mendengar semua keburukan yang terjadi pada wanita busuk itu, aku lega]


Kei sedikit mengerutkan kening. "Indeed, what grudge do you have with him that it is enough to hear that Jeremy's mother is suffering, are you happy? [Memang, kamu punya dendam apa dengannya sampai cukup mendengar mamanya Jeremy menderita, kamu bahagia?] Kei penasaran. Sesuatu yang selalu dipendamnya selama ini, akhirnya ia berhasil juga mengungkapkannya. Kei penasaran. Karena Celica seolah tau saja siapa Merly, bagaimana kehidupan wanita yang menurut Celica begitu mengganggu.


“Hm, just a little past grudge.” [Hm, hanya sedikit dendam masalalu]


"Past grudges?" [Dendam masa lalu?] beo Kei merasa awal tema pembicaraan kali ini mulai menyenangkan, membuat rasa penasarannya meningkat.


"Oh, of course. I have a past grudge against that annoying woman!" [Oh, tentu. Aku memiliki dendam masa lalu terhadap wanita menyebalkan itu!] suara Celica bahkan terdengar begitu geram saat mengucapkannya.


"How's the story. Can you tell me?" [Bagaimana ceritanya. Boleh kamu beritahu?]


Celica mengangguk.


"So, here it is. About thirteen years ago, when I was young, I fell in love with Sam—who was none other than the son of that annoying woman." [Jadi begini. Sekitar tiga belas tahun lalu, semasa aku muda, aku mencintai Sam–yang tidak lain adalah anak dari wanita menyebalkan itu]


Kedua bola mata Kei membulat lebar. "Sam … Samuel Aiguan? Director, hm Jeremy's brother?] [Sam … Samuel Aiguan? Sutradara, hm adik Jeremy?] Kei memastikan.


Namun Kei tidak sabaran, hingga terus berusaha menggali lebih dalam untuk mengetahuinya. "Then, what happen?" [Lalu, apa yang terjadi?]


Celica menghela napas, "Well, we separated." [Yah, kami dipisahkan]


"Only that?" [Hanya itu?] Kei tampak tidak merasa puas.


"No. We're not just separated." [Tidak. Kami tidak hanya sekedar dipisahkan]


"Then? … Oh come on Cel. Don't make this friend of yours feel so curious." [Lalu? … Oh, ayolah Cel. Jangan membuat temanmu ini merasa begitu penasaran]


Celica hanya menanggapinya dengan kekehan kecil. Kemudian berniat melanjutkan ucapannya.


"Since birth, I have lived poor. It's hard to just eat, let alone school. Sam, he's my best friend. He's such a nice guy, even when I don't have money to pay for school fees, he secretly pays it for me, until I feel so indebted to him."


[Sejak lahir, aku hidup miskin. Makan saja sulit, apalagi sekolah. Sam, dia sahabatku. Dia laki-laki yang baik, bahkan ketika aku tidak memiliki uang untuk membayar uang sekolah, dia diam-diam membayarkannya untukku, sampai aku merasa begitu berutang budi padanya]


"Well, even though… I'm his older brother, I'm 3 years older than him. At first I thought he and I thought of each other as brothers. But not with him. He thinks of me more than that, he loves me."


[Yah, walau … Aku adalah kakaknya, aku lebih tua 3 tahun darinya. Awalnya menurutku Aku dan dia saling menganggap satu sama lain sebagai saudara. Namun tidak dengannya. Dia menganggapku lebih dari itu, dia mencintaiku]

__ADS_1


"We are together often. He's a child of a broken home. His father prefers to be with other women than with his mother, while his own mother is too busy with the world of work that makes time with Samuel and his brother-Jeremy not too much can even be counted… Samuel and Jeremy are abandoned children but for some people is self-maturation."


[Kami sering bersama. Dia anak broken home. Papanya lebih senang bersama wanita lain kebanding bersama Mamanya, sedang Mamanya sendiri terlalu sibuk dengan dunia pekerjaan yang membuat waktu bersama Samuel dan kakaknya–Jeremy tidak terlalu banyak bahkan bisa terbilang … Samuel dan Jeremy adalah anak terlantar namun bagi sebagian orang merupakan pendewasaan diri]


"Five years since we first met when I was 18 years old, the company that Jeremy's mother had built has grown rapidly, and Merly began to take care of her children. Well, including me, who nothing compared to Merly's economic situation from that time until now."


[Lima tahun sejak awal pertemuan kami saat aku berusia 18 tahun, perkembangan perusahaan yang dibangun Mamanya Jeremy semakin pesat, dan Merly mulai awas terhadap anak-anaknya. Yah, termasuk aku, yang tidak ada apa-apanya dibanding keadaan ekonomi Merly yang masa itu hingga sekarang]


"Everything happened the same as you when you first met Mama Jeremy, Merly without further ado asked you to stay away from his child."


[Segalanya terjadi sama seperti dirimu dikala pertama kali bertemu dengan Mama Jeremy, Merly tanpa basa-basi malah meminta kamu menjauhi anaknya]


"I just found out that Merly was that woman, of course I was surprised. Sam never said that Merly was Sam's parents. He only said, he has parents who have been separated for a long time and everything is formed because there is a third person who destroys everything."


[Aku yang baru mengetahui jika Merly adalah wanita itu, tentu saja terkejut. Sam memang tidak pernah menceritakan bahwa Merly lah orangtua Sam. Ia hanya kata, ia memiliki orangtua yang sudah lama berpisah dan semuanya terbentuk karena terdapat orang ketiga yang menghancurkan segalanya]


"Moreover, at that time Sam and I had already expressed our hearts to each other. I have a bit of a crush on nice guys like Sam. Even the inauguration of our courtship was fairly young, three months ago and of course it made me sad. I rebelled, not wanting to let Sam out of my life! Not because I want to take advantage of it, but maybe that's how the feelings that are still blooming want to stay together, suddenly someone tries to separate."


[Apalagi pada saat itu aku dan Sam sudah saling mengungkapkan isi hati. Aku sedikit memiliki rasa suka pada laki-laki baik seperti Sam. Bahkan peresmian pacaran kami saja terbilang sangat muda, tiga bulan yang lalu dan tentu membuatku sedih. Aku memberontak, tidak ingin melepaskan Sam dari hidupku! Bukan karena aku ingin memanfaatkannya, tapi mungkin memang begitu perasaan yang masih berbunga-bunga ingin tetap bersama, tiba-tiba ada yang mencoba memisahkan]


"Power also seems to be in the hands of the cursed woman. He made me lose my dad because the news about me being naughty was spread while Mom couldn't help but cry."


[Kekuasaan juga tampaknya ada di tangan wanita laknat itu. Dia membuatku kehilangan ayah karena berita tentang aku menjadi nakal, tersebar sedang Ibu hanya bisa menangis]


"Luckily it was all gone soon because Sam was again helping me with telling the real, convincing news."


[Beruntung semuanya segera lenyap karena Sam lagi-lagi membantuku dengan memberitakan berita sebenar yang menyakinkan]


"But Merly doesn't seem satisfied with just getting there. Merly is even more violent towards me, even making me sleep with foreign men and even getting pregnant because of it."


[Namun Merly tampaknya tidak puas hanya sampai di sana. Merly justru lebih ganas terhadapku, bahkan membuat aku tidur denagn lelaki asing bahkan hamil karenanya]


"But fortunately there was a good man who helped me. He married me, and just to let go of your curiosity about who that man is, he is Farrell my husband now."


[Tapi beruntung ada laki-laki baik yang membantuku. Dia menikahiku, dan sekedar melepaskan keingintahuanmu tentang siapa laki-laki itu, dia adalah Farrel suamiku sekarang]


"All my children, Farrell's children. The child who was in my womb, had problems, and miscarried. We tried our best to save him, but it wasn't the fate that the child was born and be in the midst of our family."


[Semua anak-anakku, anaknya Farrel. Anak yang sempat berada di rahimku, mengalami masalah, hingga keguguran. Kami mencoba cara terbaik untuk menyelamatkannya, tapi memang bukan takdir anak itu lahir dan berada di tengah keluarga kami]


Bersambung…


Panjang kata 1733. Up kedua malam hari. Ditunggu ya.

__ADS_1


__ADS_2