Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
Berpikir


__ADS_3

"Baiklah."


Sejenak ketiga anak-anaknya terdiam, mencoba menelaah maksud bundanya itu. Saling memandang sebelum akhirnya Anna yang seolah mengerti maksudnya, segera memeluk tubuh bundanya itu. "Terima kasih bunda!"


Sedang kedua saudaranya yang lain masih diam dalam kebingungan.


"Hm, kalian, pakai lah dulu pakaian kalian" Kei menaruh semua pakaian ketiga anak-anaknya di atas ranjang. Sembari ia berdiri, wanita itu kembali berkata, "Bunda akan coba bicara dengan bibi Celica, jangan terlalu berharap dulu ya."


"Baik bunda!"


Anna tetap tersenyum bahagia sementara kening kedua saudaranya yang lain tetap berkerut.


"Bunda memang bicara apa kak?"


"Apa maksud baiklah oleh bunda."

__ADS_1


Pertanyaan beruntun oleh Alice dan Andre.


Anna menggandeng tangan kedua saudaranya itu. "Kita akan pergi kembali dengan Ayah!" ucap girangnya.


Sejenak, Alice dan Andre melotot. Berlanjut tersenyum cukup lebar. "Benarkah?" ucap Alice dan Andre setengah tak percaya. Segera dijawab anggukan oleh Anna, mereka tertawa girang bersama. "Yea!"


***


Di sisi lain.


Kei segera mencari keberadaan Celica yang ntah hilang kemana.


Setelah mencari, akhirnya ia melihat Celica yang berada di dalam kamar, menenangkan bayinya yang sedang menangis.


"Yes, why?" [Iya, kenapa?] Celica menoleh. Di saat yang bersamaan Kei berjalan masuk setelah mengetuk pintu.

__ADS_1


"Can I talk to you?" [Apa aku boleh berbicara denganmu?] Kei bertanya hati-hati.


Kening Celica berkerut sembari terus mengayun bayinya di dalam gendongannya. Celica menatap Kei bingung. "What are you talking about? Weird, of course you can. Since when did I stop you from talking?" [Kamu bicara apa sih. Aneh, tentu saja boleh. Sejak kapan aku melarangmu bicara?]


Kei tersenyum simpul. "No. Just to make sure. After I spoke, you cut him off instead and didn't want to talk to me for a long time." [Tidak. Hanya memastikan. Apa setelah aku bicara, kamu malah memotongnya dan tidak ingin bicara denganku dalam jangka waktu yang lama]


Celica tertawa singkat. "Haha, what are you doing? I'll always be your friend. Do you have to break up friendships because of words? That's not funny at all." [Haha, kamu kenapa? Sampai kapanpun aku temanmu. Hubungan pertemanan masa harus putus karena ucapan? Itu sama sekali bukan hal lucu] Celica belum mengerti maksud arah pembicaraan Kei kemana


"Hmm, I mean just…" [Hm, maksudku hanya… ] Kei mengulur waktu, sejenak berhenti, membuat Celica semakin kesal.


"Quickly say," [Cepat katakan] Ia bahkan ingin buru-buru mengetahui pembicaraan Kei dengan segera.


"I just want to go back to that city again." [Aku hanya ingin kembali ke kota itu lagi]


Sejenak, Celica terdiam.. "The reason?" [Alasannya?]

__ADS_1


Kei berpikir sejenak. Setelahnya ia berucap kembali. "Just… Because I think somewhere else maybe my existence is more useful [Hanya … Karena aku rasa di tempat lain mungkin keberadaanku lebih berguna] Kei tersenyum manis di akhir ucapannya.


"But aren't they mean to you? Don't you remember how they treated you unfairly? Until bruises like that… Go to the hospital, even they seem to laugh at the suffering you feel." [Namun bukankah mereka jahat padamu? Apa kamu tidak ingat bagaimana mereka memperlakukanmu dengan tidak adil? Sampai lupa lebam seperti itu … Masuk rumah sakit, bahkan mereka seolah tertawa atas penderitaan yang kamu rasakan] Celica mencoba membuka pemikiran Kei tentang hal yang terjadi pada masa lalunya.


__ADS_2