
Sesampainya di rumah Celica, kesembilan orang tersebut turun satu persatu dari dalam mobil.
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Waktu yang sangat malam untuk dua wanita yang membawa semua anak-anaknya keluar.
"Where are you guys from?" [Kalian darimana saja?] tanya suami Celica dengan raut wajah khawatir miliknya itu.
"Come to a birthday party. Yes, we are there. Did you forget it? Didn't I have permission this morning?"
[Datang ke acara ulang tahun. Ya, Kami ke sana. Apa kamu melupakannya? Bukannya aku sudah izin pagi tadi?] Celica tampak mengingatkan suaminya suapaya tidak salah paham padanya.
Namun Farrel menggeleng. "That's not what I mean. It's ten o'clock now. The night wind, the children will be sick, you are also dizzy. I have a lot of work, sometimes I can't help you just to pair the diaper."
[Bukan itu yang aku maksud. Sekarang sudah jam sepuluh malam. Angin malam, anak-anak nanti sakit, kamu juga yang pusing. Aku punya banyak perkerjaan, kadang tidak bisa membantumu sekedar memasangkan popok baru untuk bayi Bia.]
"It's inside the house, not outside. Children won't get sick."
[Letaknya di dalam rumah, bukan di luar. Anak-anak tidak akan sakit] Celica tidak terima langsung menyela ucapan suaminya itu.
__ADS_1
Farrel tampak kesal berdebat dengan istrinya sendirian lantas mengetahkan, "Ah never mind! Just do as you please.. I'm just warning, don't go out, then come home too late at night."
[Ah, sudahlah! Lakukan saja sesukamu.. Aku hanya memperingatkan, jangan keluar rumah, kemudian pulangnya terlampau larut malam.]
"Me and your kids are just looking for peace of mind! Staying at home, hey, are you the only one who can get out of this house? I can also walk every day without caring about cleanliness."
[Aku dan anak-anakmu hanya mencari ketenangan pikiran! Suntuk di rumah, hey, apa hanya kamu orang yang bisa keluar dari rumah ini? Aku juga bisa saja tiap hari jalan-jalan tanpa memperdulikan kebersihan rumah!]
Vivi yang merasa pertengkaran di malam hari ini semakin memanas, mencoba menenangkan sepasang suami istri ini.
[Sudah, jangan bertengkar. Semua ini salahku. Aku memiliki banyak hal yang terjadi di sana. Maka pulangnya pun jadi lama] Vivi meminta maaf.
Pertengkaran suami istri ini pun terhenti dengan disusul tangisnya Bia yang seolah berkata, "Mom, dad, do not fight!" [Ibu ayah, Jangan bertengkar!]
***
Hari sudah benar-benar malam.
__ADS_1
Tepat pukul 10.30 malam Vivi akhirnya tidur setelah perdebatan singkat itu.
Ranjang kamar tempat Vivi dan ketiga anak-anaknya ada dua tingkat, dimana Vivi berada di bawah bersama anak lelakinya dan anak-anak perempuannya tidur di ranjang bagian atas.
Pintu yang tertutup oleh kunci gembok itu perlahan terbuka. Vivi yang tertidur pulas tidak mendengar apapun karena lelahnya satu hari penuh kepusingan pikiran.
Langkah seseorang mendekatinya.
"Vivi…" tepukan pada lengan Vivi membuat wanita itu sontak terbangun.
"Hmmm.."
...Siapakah orang itu?...
...***...
...Like, komen dan beri banyak bunga untuk Kei yuk!...
__ADS_1