Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
S2 bab 18


__ADS_3

"Direktur Jeremy, apa anda ada di dalam? Saya ingin memberitahukan sesuatu untuk anda..."


Suara seorang dari luar. Entah sudah berapa lama aku di kamar mandi.


Ini menyakitkan, mual menyerangku. Ah, padahal baru bersombong diri kalau kehamilan istri ku yang kedua dengan baby twins kami tidak memberatkan aku sebagai ayah nya.


Perut ku belum membaik sama sekali, leher dan lidah ku terasa asam dan itu membuat hal ini terjadi. Meski belum ku pastikan dengan benar kalau ini di sebabkan oleh istri yang tengah mengandung, tetap saja, aku merasa tersiksa di sini.


Terpaksa keluar setelah membersihkan mulut. Langkahku tergopoh-gopoh untuk berjalan mendekati pintu yang tertutup secara otomatis itu.


Aku membuka nya, terlihat sekertaris Sevia berada di depan tubuh ku.


"Direktur? Wajah anda pucat, apa anda tidak sedang baik baik saja?" Sekertaris Sevia mendekat, segera tangan ku menjadi halangan antara langkah nya dan niatnya itu.


Bukan menuduh Sevia sekertaris ku punya perasaan lain sejauh pengetahuan ku, hanya saja aku mau dekat dengan Kei dan hanya wanita itu yang patut menyentuh tubuh ku. Aku sudah bertobat, tidak mau lagi seperti dahulu yang begitu menyesat kan...


"Saya hanya mual, jangan mendekat, mungkin sekarang saya sudah bau," ucap ku memberi alasan.


Tatapan Sevia menatap ku bingung. Mata bulat wanita pendiam tanpa ada niat menggoda ini sangat teduh. Namun aku mengabaikan nya, segera berjalan berlalu dari pada nya dan duduk di kursi kebesaran ku meski rasa nya sulit sebab kepala ku juga pusing saat ini.

__ADS_1


Kyaaaa, ingin rasanya aku berteriak.


Mungkin kemungkinan masa menyakitkan itu kembali lagi. Lama lama aku kapok punya anak. Sekali jadi langsung dua. Hebat tapi menyakitkan!


Sekertaris Sevia mendekat pada ku.. Duduk di kursi yang ada di depan ku yang terpisah sebuah meja. Aku mengambil botol air minum dari laci, meneguk nya beberapa teguk, tak sengaja kulihat Sevia terus menatap ku.


Ntah mengapa ada rasa risih. Meski Sevia sudah terbilang lama menjadi sekretaris di perusahaan ini, tetap saja perempuan itu tetap lah perempuan. Aku kurang menyukai tatapan nya, dan sungguh, ingin rasanya menghentikan pembicaraan yang belum saja di mulai ini dan membiarkan dia berpisah ruangan dengan ku.


"Apa yang ingin kamu sampaikan?" tanyak


ku setelah meletakkan botol air minum itu di bawah, samping kakiku.


"Hm, itu, direktur. Tadi saat saya datang kemari, saya mendengar ponsel di ruangan ini berdering. Saya mengangkat nya, dan ada pesan dari nyonya Kei tentang kondisinya saat ini."


"Saya tidak tau, mungkin berita mendesak. Soal nya nyonya Kei terdengar tergesa gesa saat mengucapkan kalimat singkat nya."


Mataku membulat. Apa ini? Apa yang terjadi pada Kei, istri ku. Apa mungkin dia dalam bahaya saat ini.


Tidak ingin menunjukkan kegelisahan ku, segera diri ini mengangguk mengerti atas penjelasan dari Sekertaris Sevia.

__ADS_1


"Baik, apa hanya itu? Atau ada berkas laporan yang harus saya kerjakan. Meeting hari ini? Anda belum memberitahukannya pada saya sedari tadi," aku memberi alasan. Sekalian biar beres. Lagi pun aku mau bicara dua mulut saja dengan Kei. Tanpa siapapun yang mengganggu kami.


"Tidak ada, direktur. Saya tadi hanya lewat dan tak sengaja melihat ruangan anda begitu kosong seperti anda yang tiada di ruangan. Kemudian telepon berdering, maafkan saya jika mengangkat nya tadi."


"Tidak masalah tentang itu," aku memberi kelonggaran tentang Sevia yang mengangkat telepon ruanganku.


"Oh ya, direktur."


Sempat terjadi keheningan untuk beberapa detik, sebelum Sevia menegur ku dengan ucapan nya.


"Apa," seketika pandangan ku menatap pada nya.


"Apa direktur keseringan mual? Mungkin direktur hanya keseringan begadang akhir akhir ini. Jaga kesehatan, hidup lebih berharga dari pada uang."


Aku mengangguk. "Hm, ya, saya mengerti, terimakasih atas perhatian nya." Ah, sementara dalam hati, ntah mengapa aku rasa ini berlebihan. Aku tidak suka perhatian seperti ini. Sampai masalah itu pun di bahas bahas.


Memangnya dia istri ku?


***

__ADS_1


Komentar yuk kakak kakak😃


***


__ADS_2