Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
Keterkejutan Kei


__ADS_3

Tiga hari setelahnya.


Kei mulai mengemasi barang-barangnya bersama ketiga anak-anaknya yang lain.


Ia sudah mendapatkan izin dari Celica juga Farrel yang sudah berdamai dengan istrinya yang suka mengajaknya berperang dingin itu, serta segalanya sudah siap nampaknya.


Hari sudah mulai siang, ketika sebentar lagi akan makan. Celica datang dari dapur, dan berkata pada Kei.


"Hari sudah siang. Apa kamu tidak makan dulu sebelum memilih pulang ke kota itu?" [Hari sudah siang. Apa kamu tidak makan dulu sebelum memilih pulang ke kota itu?]


Pandangan Kei segera teralihkan. "Hmm, I don't think it's necessary. We're still full Cel." [Hm, sepertinnya tidak perlu. Kami masih kenyang Cel]


"It would be an insult to me if you didn't receive lunch with us for the last time in this house!" [Suatu penghinaan bagiku kalau kamu tidak menerima makan siang bersama kami untuk terakhir kalinya di rumah ini!] seolah mengancam.


Kei tau Celica hanya bercanda. "Haha, fine. I will quick follow." [Haha, baik-baik. Aku akan segera menyusul]

__ADS_1


Namun tangan Celica segera telulur untuk menarik tangan Kei. "No rejection! Bring Anna, Alice and Andre–your children!" [Tiada penolakan! Bawa Anna, Alice dan Andre–anak-anakmu!]


"But what about Anna's favorite palette, Cel? She's been looking for it all along." [Namun bagaimana dengan palet kesayangan Anna, Cel? Dia mencarinya sedaritadi]


"Could be in the near future! But not now. I have something to tell you!" [Bisa dalam waktu dekat ini! Tapi jangan sekarang. Aku mau memberitahu sesuatu padamu!]


Penasaran. Kei akhirnya segera menurut. Dengan menyerukan nama ketiga anaknya, "Anna… Alice. Andre." mereka segera mendatangi Kei yang semula berpencar untuk mencari palet kesayangan sang kakak pertama.


"Apa bunda?" [What's wrong mom?] tanya Andre penasaran.


"Looking for a palette, Sis Anna, it can take time. Come on, let's eat first. You are Ann. Don't be discouraged first. Stomach needs to be filled with food.Your palette is definitely not far from around this room."


"Ok mom." [Baiklah bunda] walau kecewa, Anna tetap menyanggupi.


Celica kemudian membawa keempat orang itu ke halaman belakang.

__ADS_1


Di sana ada bibi Gin–wanita tua yang amat dirindukan Kei.


Tanpa aba-aba, Kei bahkan langsung memeluk tubuh Bibi Gin yang terduduk di kursi roda dengan rindunya.


"Aku merindukanmu, bibi. Kemana saja selama ini?" sebab seingat Kei, Celica dengan simplenya berkata kalau bibi Gin masih di rumah sakit, dan tengah menjalani perawatan di sana.


Padahal hampir setengah tahun mereka di sini. Tentu Kei khawatir.


Tapi terlibat dengan banyak masalah yang ada, Kei mulai lupa dan tidak terlalu memikirkan tentang kondisi Bibi Gin lagi.


"Putriku…" ucap bibi Gin sambil meraba rambut Kei sangat lembut.


"Ia Bi?"


"Maafkan Ibu ya nak."

__ADS_1


Degh.


Sorot mata Kei memaky pada pandangan Bibi Gin. Bola matanya membesar lebar, "B-Bibi," Kei bahkan hampir tidak bisa berkata-kata lagi. Apa ini, mengapa justru Bibi Gin mengatakan dirinya sebagai Ibu dari Kei?


__ADS_2