Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
Melakukan Kehendak Medya


__ADS_3

Hari sudah pagi.


Medya terbangun tepat pukul tujuh, tiga jam lebih lama daripada biasanya.


Medya tidur sangat nyenyak, tiada mimpi yang seolah menghantui kepalanya dan membuat hari-harinya dibayang-bayangi rasa bersalah.


Tampaknya, mengikuti saran Celica dan anak haram dari hubungan terlarang suaminya itu alias Kei.. lumayan berguna dan baru kali ini Medya memuji orang lain terkhusus Kei yang dibencinya walau sekadar dalam hati.


Medya meregangkan otot-ototnya dan mulai merapikan kasur yang ia gunakan semalam hari.


Tampaknya hal simpel yang tidak pernah dilakukan Medya untuk rumah seseorang.


Walau kehidupan Medya sama sekali tidak seindah masa itu, dimana harta dan kesengan menjadi miliknya, Medya yang angkuh tetap begitu.. tidak akan perah berubah!

__ADS_1


Tok, tok, tok..


Ketukan pintu mengalihkan pandangan Medya, "What is it?" [Ada apa?] tanyanya lembut.


Kening orang yang tak lain adalah Kei itu berkerut hingga dia lupa berkata karena merasa bingung…


*Ad*a apa dengan Ibu.. Aneh sekali, dia.. Dia sangat lembut bicara. Bahkan pekerjaan simpel yang tidak pernah dikerjakannya sekalipun! Selama sepuluh tahun aku tinggal dengannya dan aturan sungguh memberatkan buatannya.., ah, aku baru sadar ibu memiliki suara semerdu ini.


"Kei..." seruan lembut kedua.


Tidak peduli ia sudah bagaimana sekarang.


Medya yang berkata lembut saja ia merasa seperti mendapatkan hadiah besar karena impian yang ia harapkan dilakukan Medya sekarang terwujud.

__ADS_1


Apalagi jika Kei ingat bagaimana suara Medya selalu berintonasi tinggi saat berbicara atau sekadar menyerukan namanya, "Keiiiiii!" selalu berteriak.


Tampaknya tenggorokan Medya tidak pernah sakit atau mungkin dendam yang sudah mendarah daging terhadap Anak yang dibencinya itu mengalahkan rasa sakit akibat 24 jam setidaknya ada lah.. 10 kali berteriak dalam sejam.


"Kei!" tidak tahan.


Siapa yang tidak tahan kalau sudah berbicara teramat lembut malah didiamkan, tiada seorangpun yang mau, termasuk Medya yang sombong dan ingin dirinya yang menjadi yang pertama atas segalanya.


"E-uh, yes… Mad–Mother,”[E-eh, iya… Nyo–Ibu] ucap Kei gugup.


Nah, baru dijawab! gumam Medya kesal. Medya menarik hembuskan napas, dan perlahan bertanya, "Mau kemana kita tadi?"


Netra Kei membesar, Ibu, seolah tau mau kuajak kemana dia. gumam Kei.

__ADS_1


"Hm, we're going to… we're going to… we're going to the shop! Yes, we are there." [Hm, Kita ke … Kita ke … Kita ke toko! Ya, kita ke sana]


"Well…" [Baik…]


__ADS_2