Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
S2 Bab 6: Keanehan Kei


__ADS_3

Jeremy pulang di tengah malam saat semua orang sudah tidur. Jeremy membuka kunci rumah, dan memasuki nya kemudian menutup kembali pintu. Ia berjalan dalam rumah yang penerangannya sangat minim. Ia biasa seperti ini dan rasa nya bukan masalah lagi jika ia pulang tanpa istri yang menyambut.


Tampak nya Kei akan seperti ini terus menerus, mungkin untuk waktu sangat lama, Kei akan membenci nya hingga pada saat ini Jeremy sudah terbiasa dengan keadaan rumah tangga yang dingin tanpa kehangatan ini.


Ceklek.


Jeremy membuka pintu kamar nya bersama Kei. Terlihat seperti biasa Kei sudah deluan tertidur di ranjang dengan selimut menutup tubuh hingga dada.


Jeremy menggantungkan jas nya di gantungan, kemudian tas kerja di atas meja kerja di sudut ruangan. Jeremy memasuki kamar mandi. Mandi di sana, mengguyur tubuh nya hingga lima belas menit berselang, ia membuka pintu.


"Sayang, ini pakaian mu. Beritahu aku kalau ada yang perlu," terlihat Kei tersenyum pada nya membuat Jeremy melotot heran melihat istri nya itu.


Ada apa ini? Batin nya bertanya. Sejak kapan Kei baik pada nya? Ini sesuatu yang tidak mungkin mengingat sudah setengah tahun Jeremy menikah dengan Kei dan mereka hidup sebagaimana dua orang tak mengenal dan tanpa hubungan sakral yang mengikat.

__ADS_1


Melihat keanehan Kei, Jeremy yang melotot tidak bergerak membuat Kei mendekati nya. Kei menempelkan setengah tubuh nya di setengah tubuh Jeremy.


"Apa aneh menurutmu istri memberi suami nya pakaian? … Hm, apa karena aku tidak menyambut mu tadi sehingga kamu marah pada ku, iya?" Kei bahkan menggapai rahang Jeremy dan mengelus leher pria itu.


"E-m… Bu-bub-bukan. Aku tidak marah. Iya, aku tidak marah."


"Lalu? Kenapa tegang begini? Maaf ya kalau selama ini aku dingin sama suamiku yang baik ini. Sekarang aku sadar dan akui, kamu suami terbaiiikkkkk di dunia! Kamu berani sabar liat aku selama enam bulan ini, maka aku kira sekarang hadiah untukmu." Kei mendekatkan bibirnya ke telinga Jeremy meski harus menjinjit supaya mampu menggapai pendengaran Jeremy itu. "Malam pertama kita yang tertunda," bisik Kei suara manja. "Kamu mau kan?" Kei tersenyum jahil saat ditatap Jeremy dengan tatapan tak percaya.


Jeremy menggeleng kecil, Ini bukan mimpi kan? ingin rasanya pria itu menepuk dan mencubit pipi nya. Terutama saat melihat sekarng sudah malam hari dan Jeremy kira ia tengah tertidur sekarang, di dalam kamar mandi.


"E-em, iya. Aku dengar. Iya. aku dengar Kei."


"Lalu, apa keputusan mu?"

__ADS_1


Jeremy mengangguk. Lagi pun sesuatu yang sangat langka terjadi, dan Jeremy tidak ingin melewatkan nya.


Kei dengan wajah tanpa dosa dan beban itu perlahan menggapai wajah Jeremy dan diciumnya suami nya itu.


Jeremy mendadak bersikap seperti anak remaja yang baru tau hubungan intim seperti ini, bingung berhasil membuat Kei menjauhkan tautan mereka dan bersedekap. "Apa Jeremy delapan tahun lalu bukan Jeremy yang menyentuh Kei? Kemana ke-gagahan mu sampai kamu membuat ku hamil anak kembar tiga, hm?" rajuk Kei dengan kesal.


Plak!


Jeremy memukul pipinya dan merasakan sakit.


Ia tidak percaya kata-kata Kei. Memintanya berhubungan?


Perbuatan baik apa yang dilakukannya hari ini maka jatah malan pertama diwajibkan dilakukan sekarang?

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2