
Di luar mobil.
Jeremy dan Milya sedang berdebat tentang kejadian yang bagi Jeremy tidak dilakukannya.
"Milya, aku mohon. Jangan kamu panas-panasin hati keluargaku. Hanya mereka yang aku punya. Kalau mereka tidak ada, ah. Entahlah aku tidak tahu harus melakukan apa untuk membujuk mereka."
Jeremy terus berusaha memberi pengertian pada Milya tentang apa yang terjadi padanya. Namun wanita itu tetap menolak.
"Aku tidak peduli apapun. Anak ini, tetap anakmu. Kau harus bertanggung jawab demi dia!"
"Aku tidak melakukan apapun malam itu! kita hanya hampir bersentuhan! Tidak mungkin langsung hamil!" Jose menggeleng merasa frustrasi dengan yang kini didalaminya.
"Kejadian lampau, gimana? Kau menyuruhku menggugurkan anak pertamamu, anak kita! Tanpa rasa bersalah …" Tanpa sadar, Milya mengatakan Jeremy tidak bersalah untuk kehamilan yang sedang terjadi padanya.
Jeremy menghela nafas mengingat semua itu. "Aku dulu remaja labil yang takut kena amuk orangtua. Sekarang aku sudah dewasa, aku punya lima anak dan satu istri. Aku juga merasakan penyesalan mendalam tentang kekhilafanku masa dulu. Tapi apa yang harus diperbuat? Aku sudah minta maaf pada janin kita dari hati kecilku yang terdalam," jelas Jeremy pusing.
Mendadak Milya merebut kunci mobil yang ada di tangan Jeremy. Lelaki itu terkejut karena kelakuan Milya.
__ADS_1
"Hey, mau kau kemanakan kunci mobil itu!" Jeremy berlari mengejar Milya yang menuju mobil yang ditempati Kei dan Andre.
Milya membuka mobil dengan satu tekanan remot mobil. Kei terkejut karena Milya mendatanginya yang segera Milya mencengkeram kuat leher Kei seraya berteriak.
"Semua karenamu. Enyahlah!" suara Milya sangat marah di mana dia seperti dirasuki setan.
"Apa yang kau lakukan pada Bundaku?!" teriak Andre marah berusaha mendorong wanita ulat bulu itu dari sisi Bundanya.
Jeremy yang baru sampai pun langsung berusaha memisahkan Milya dari Kei.
Kei lemas karena tidak dapat bernafas. Entah setan apa yang sudah merasuki Milya hingga dia sangat sulit dilerai dari Kei.
Milya bahkan bisa membanting-banting Kei ke dinding hingga kepala wanita itu mengeluarkan darah dan terakhir Milya mendendang perut buncit Kei hingga wanita itu mengaduh kesakitan.
Jeremy dan Andre menghampiri Kei,
"Bunda, bunda. Bunda sadar Bunda." Andre berusaha membangunkan Kei yang pingsan setelah menarik dan menghembuskan nafas sangat banyak setelah hampir saja maut menyambutnya.
__ADS_1
Plak!
Jeremy tidak sanggup melihat Istrinya diperlakukan sangat buruk oleh kekasih masa remajanya itu. Jeremy menamparnya, sangat kuat.
"Dia tidak punya salah apapun dalam hal ini. Salahkan aku yang tidak bisa memilih," kata Jeremy marah.
"Anaknya harus mati! Aku mau kau menceraikannya dan menikahlah denganku!" kata Milya dengan mata melotot yang sangat seram seolah ingin memakan Jeremy.
"Anaknya perlu hidup, mereka mau hidup. Jangan keras kepala seperti ini, Milya!" kata Jeremy marah berusaha memenenangkan Milya.
"Dulu, apa kau berpikir juga anak kita perlu hidup makanya kau memintaku menggugurkannya? Sekarang aku mau anak itu mati dan nikahi aku!" Milya menunjuk-nunjuk ke arah Kei dan terus memaki-makinya.
"Apa yang kau pikirkan? Sadarlah! Kehidupan kita sudah berbeda!" peringat Jeremy.
"Ayah! Bunda pingsan Yah!" teriak Andre yang semakin membuat Jeremy murka.
Dia menggendong Istrinya dan berhenti sebentar. Dia menatap Milya dengan mata tajam dan tampak kesal. "Kalau saja ada yang terjadi pada Istriku, aku tidak akan memaafkan mu."
__ADS_1