Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
Mereka Kembali


__ADS_3

Tiga hari berselang, Kei benar-benar sudah tidak tahan lagi membendung rasa rindunya terhadap ketiga anak-anaknya yang kini bersama Jerrmy pria itu.


Meskipun Jeremy diakui sebagai ayah dari anak-anaknya, tetap saja Kei tidak nyaman jika tidak berada di sisi mereka bertiga.


Kei khawatir!


Takut-takut mereka nakal, kemudian wanita tua yang seharusnya menjadi nenek bagi mereka–Merly, pasti akan menghabisi mereka dengan berbagai makian.


Meski sudah ditegaskan arwah Jeremy semasa Kei tidur di malam hari jika Mamanya sendiri sudah menjadi gila dan berada di rumah sakit jiwa, tetap saja Kei tidak percaya. Bisa saja pria itu berbohong guna mengajak Kei tidak khawatir.


Tapi Kei sudah bersama Anna, Alice dan Andre jauh sebelum mereka lahir ke dunia. Kei yang mengandung, sejujurnya Kei banyak disusahkan dengan keberadaan mereka yang perlahan menjadi kekuatannya untuk menjalani hidup ini.


Ketidakberadaan Anna, Alice dan Andre di dalam hidupnya, di sisinya, apa yang menjadi pegangan Kei untuk menjalani hidup ini? Kei jujur hilang arah.


Tapi setelah banyaknya masalah yang menimpa, Jeremy justru dengan tangan terbuka mengambil ketiga anak-anak yang dikasihi wanita itu.

__ADS_1


Memang setelah tiga hari bersedih, Celica berhasi membuat kesedihan wanita itu hilang. Dengan berbagai trik penghiburan, bersama Gina yang dengan pandainya akhirnya berhasil membuat Kei bisa melakukan aktivitas seperti biasa.


Hari sudah sore.


Di saat Kei sedang sendiri di rumah, Celica dan Bibi Gin ada urusan di luar katanya, Kei mendengar bunyi bel pintu yang mengharuskan dia beranjak dari duduk, sementara kainnya belum selesai disetrika.


Bunyi bel itu sungguh mengacaukan mood wanita ini, sebab dibunyikan seperti detik waktu. Seolah tanpa jeda!


"Sebenar, sebentar,!" ucapnya kesal. "Seben–Anna, Alice, Andre?” kedua bola mata wanita ini membulat lebar dan senyuman perlahan terbit dari kedua sudut bibirnya. Segera, kedua tangan wanita ini terbuka lebar, dia memeluk ketiga anak-anaknya yang sudah berpenampilan sangat baik dan terlihat lebih dewasa ini!


"Bunda!" mereka bertiga berseru sangat girang ketika mereka mendapati pelukan bundanya tersebut.


Pelukan hampir menghabiskan waktu lima menit. Kei ingin melepas rindu selama hampir seminggu hari tidak bertemu ketiga anak-anaknya. Itu seperti tidak bertemu setahun baginya!


Lepasnya mereka tidak berpelukan lagi. Kei melihat kesana kemari, tidak menemukan apa yang kini dicarinya.

__ADS_1


"Bunda cari apa?" Anna mengajukan diri bertanya.


"Hm, bunda cari… Siapa yang mengantar kalian sampai kemari. Bunda ingin berterimakasih padanya," ucap Kei tampak sedikit sedih.


"Oh itu, orangnya tepat ada di depan mata bunda sendiri," Alice memberi petunjuk.


"Mana?" tanya Kei penasaran.


"Itu loh bunda…" Andre menunjuk letak orang yang mengantar mereka. Dia yang tak lain adalah Jeremy dan Sam dengan mobil yang ditumpangi ketiga anak-anak Kei.


Jeremy dan Sam mendatangi Kei di depan rumah Celica. Kei menatap mereka tidak percaya. Hanya saja tetap diam dan berusaha menelaah dengan jelas dalam hati tentang kondisi Jeremy yang tampak seperti orang sakit benaran ini. Jeremy menggunakan kursi roda, dan Sam menjadi orang yang mendorong-dorong kursi roda itu.


Meski kondisi Jeremy sudah membaik, tetap saja ia harus menarik hati dan perasaan iba Kei supaya rencanaya kali ini tidak gagal.


Ia sudah sekali gagal dan menyebabkan dirinya yang seharusnya mendapati perasaan bahagia telah menjadi ayah dan mungkin suami untuk Kei jika saja Jeremy mencari keberadaan Kei yang masa itu belum dia kenal sama sekali.

__ADS_1


"Pagi." sapanya.


__ADS_2