Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
S2 Bab 33: Wanita Cerdas Tidak Mudah Terpengaruh


__ADS_3

"Semua yang dikatakannya salah, Kei. Aku harap kamu jangan percaya padanya. Semua itu hanya fitnah, aku hanya menyentuhmu, bukan wanita lain," ucap Jeremy pada Kei, ia berusaha mencari orang yang mendukungnya. Setidaknya orang yang percaya padanya kalau dia bukan pria yang seperti dikatakan Milya; wanita yang pernah ditolongnya namun sekarang, wanita itu seperti menghancurkan kehidupannya.


Namun tatapan Kei seperti kosong. Dia hanya menatap perut besar wanita di depannya. Dia mengamati, kemudian bertanya, "Berapa usia kandunganmu?" tanya Kei dengan suara dingin.


"Enam bulan," jawab perempuan itu.


"Siapa namamu?"


"Milya."


"Sudah sejak kapan berteman dengan suamiku?" tanya Kei lagi.


"Dari masa sekolah."


"Sampai sekarang?" tanya Kei tampak terkejut.


"Tidak, kami tidak pernah bertemu lagi. Kapan waktunya aku sudah lupa."

__ADS_1


"Lalu pertemuan kalian hanya sekali seperti yang dikatakan suamiku?" tanya Kei untuk kesekian kali.


"Iya. Tapi dia langsung menyentuhku!"


"Itu tidak benar, Kei. Jangan percaya padanya!" Jeremy langsung menyela pembicaraan. Dia benar-benar tidak ingin kepercayaan yang sudah dibangunnya untuk Kei.dan Andre hilang karena wanita sialan yang satu ini.


"Sstt, diam dulu kamu," Kei menghentikan pembicaraan Jeremy. Entah apa yang akan dilakukan dan tengah dipikirkan wanita itu, hanya dia lah yang tahu.


"Tapi tolong percaya padaku …" pinta Jeremy pada Kei.


"Kalau kamu memang benar ya benar. Jangan memaksaku percaya padamu kalau kamu salah," tegas Kei yang tetap menatap ke arah Milya.


"Bagian mana yang disentuhnya? Gaya apa yang dimainkan dan seperti apa dia memulainya."


Wanita hamil di depannya mulai menceritakan semua bagian yang disentuh Jeremy, kemudian gaya apa yang dimainkan sewaktu bercinta dan seperti apa Jeremy memulainya. Semua dilakukannya berdasarkan ingatannya tentang masa lalu mereka di mana Milya pernah hamil anak Jeremy dan sekarang dia hamil, tapi bukan dengan Jeremy; melainkan orang yang sudah direkayasanya.


Tentu saja bagi Kei, semua bagian yang diceritakan Milya tidak sesuai. Ya, Kei merasa Milya sedang mengarang.

__ADS_1


"Kamu sedang menceritakan kejadian palsu. Jeremy tidak pernah menyentuh bagian telinga dan dad@. Jeremy juga tidak pernah memulai gaya dengan ***** *****. Itu menyakiti wanita. Kamu bahkan tidak menceritakan Jeremy memulainya dengan pemanasan."


Ada rasa lega bagi diri Jeremy setelah Kei menyimpulkan perkataan Milya. Meski cara bicara mereka menyangkut pautkan kejadian masa bercint*.


"Tapi bayi ini benar anaknya Jeremy, Kei. Tolonglah percaya padaku …" Tangisan yang dikeluarkan Milya mengundang rasa iba bagi Kei.


"Ya sudah, kita bisa melakukan tes DNA. Setahuku janin berusia 6 bulan itu sudah bisa dites DNA," ucap Kei mengambil jalan tengah.


Terlihat Milya ketakutan mendengarnya. Jeremy pun semakin kesal karena Kei benar-benar mempersulit hidupnya.


Bisa saja dia merekayasanya. Pikir Jeremy.


"Sekarang kamu bisa pulang. Untuk tanggal dan waktunya kami bisa menghubungimu. Berapa nomormu?"


"Jemy punya nomorku di ponselnya."


Jawaban Milya itu seketika membuat Kei menoleh pada Jeremy. Dia mulai ragu, jika Jeremy dan Milya punya hubungan di belakangnya.

__ADS_1


"Dan aku sudah tidak punya rumah lagi. Masyarakat mengusirku karena kehamilan ini."


Jangan-jangan dia lagi berusaha tinggal bersamaku. Jeremy geram dalam hati. Ia tahu zaman dulu dia sudah bersalah. Tapi hamil dari benih orang lain karena Jeremy ingat ia tidak menyentuh Milya, bagi Jeremy merupakan hal paling menyebalkan yang pernah diterimanya.


__ADS_2