Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
S2 bab 23: Cinta Lama yang Tertunda


__ADS_3

Jujur, Jeremy tidak tau mau taruh wanita itu di mana lagi, tidak mungkin kan membawanya ke rumah mertuanya?


Yang ada Jeremy justru disuruh cerai dengan Kei.


Tidak-tidak! Itu tidak boleh terjadi!


Jeremy kemudian menoleh ke samping wanita yang tadi ditolongnya ada di sampingnya.


Dia tertidur sangat puas, masih tertutup rambut-rambut kecil yang membuat wajahnya seolah tak kelihatan.


Jeremy sebenarnya penasaran siapa wanita yang ada di sampingnya ini. Ia kasihan dengan cerita sang wanita yang bergerak aktif seperti sebuah kaset rusak-rusak.


Dia melihat sebuah hotel dan memesankan hotel untuknya seorang itu serta segera membaringkan sang wanita di atas ranjang.


Terlihat sedikit bagian wajah sang wanita, tubuh Jeremy sontak bergetar.


"Milya!" ucapnya terkejut.


***


"Jadi kamu selama ini kemana aja?" tanya Jeremy setelah mengetahui siapa wanita yang ditemuinya.


Milya, kekasih terbaik yang tidak pernah membuat pria itu move on.


"Aku … Aku ada di kota ini, dan memang selama ini tidak menampakkan diri di hadapanmu," ucap Milya takut-takut.

__ADS_1


"Memangnya kenapa?" tanya Jeremy pernasaran.


"Ya aku malu. Aku merasa tidak pantas, apalagi masalah kita waktu itu."


Jeremy masih ingat setalah kelakuannya membuat Jeremy memiliki anak dari Milya tapi dia minta gugurkan, dia menjadi pria pengecut saat itu, dan jelas Jeremy merasa tidak pantas menerima maaf Milya.


"Aku minta maaf," ucap Jeremy sedih.


Terdengar Milya menghela napas. "Semua sudah terjadi, lagipun kamu sudah punya wanita lain kan? Sudah Istrimu pula lagi itu. Sudahlah. Mungkin, memang takdirku begini, bersama pria yang sejalan namun tidak berjodoh denganku."


"Maafkan aku atas semuanya. Aku sungguh… menyesal," ucap Jeremy.


Milya menoleh padanya. Ada pancaran cinta yang dalam dirasakan Milya membuat wanita itu terus menatap Jeremy dalam.


Jeremy yang masih ingat siapa Milya, perlahan merasa terbawa suasana dan hampir saja kedua bibir saling bertemu.


"Maaf, mungkin memang cinta lama tak perlu diingat-ingat lagi," Jeremy langsung pergi dari sana setelah berkata, "Kamu bisa gunakan kamar ini semaumu, tapi dalam tiga hari kamu harus pergi dari sini, aku menyewanya tiga hari saja."


"Sial," wanita itu menggerutu sebal.


***


Jeremy pergi kembali ke mobil, dia mengecek ponselnya, karena menolong wanita yang ternyata adalah wanita di masa lalunya membuta Jeremy kehilangan waktunya.


"Seharusnya aku sudah sampai sekarang ini," gumam pria itu menyesal.

__ADS_1


Dua jam kemudian.


"Ayah!" suara tiga orang anak yang datang pada ayahnya, mereka memeluk satu persatu, Anna, Alice dan Andre. Mereka memang sudah besar, meski begitu tetap merasa rindu dengan Ayah mereka.


"Bagaimana hari-hari kalian di sini?" tanya Jeremy.


"Baik."


"Baik sekali ayah!" balas Alice dan Andre bersamaan.


"Lalu Bunda kalian ada di mana?"


"Di sana Ayah!" tunjuk Anna.


Jeremy mengangguk, dia kemudian menuruh Ketiga anak-anaknya itu untuk. "Lanjutkan pekerjaan kalian."


"Baik Yah!" balas ketiga anak-anak itu senang.


"Ibu mertua," sapa Jeremy dengan senyuman kala berpapasan dengan Ibu Gina, ibu mertuanya.


Namun tatapan tidak suka ditunjukkan dari wanita yang mengenakan kursi roda itu


Jeremy dalam hati bertanya, apa yang sebenarnya terjadi.


Dia sampai di kamar biasa Kei, istrinya tidur.

__ADS_1


"Memang benar ya. Laki-laki brengsek tetap saja jadi laki-laki buaya kalau tiada Istri di sampingnya!" suara Kei yang marah membuat Jeremy terkejut, Istrinya sangat marah bahkan lebih pemarah dari pada biasanya.


__ADS_2