Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
Kepanikan Sam


__ADS_3

Setelah melalui perjalanan panjang, ketiga anak Kei akhirnya sampai ke tempat seharus nya mereka berada saat ini.


Mereka bertemu dengan Jeremy yang tampak begitu baikan, namun masih berada di rumah sakit.


Celica yang memberitahu di mana letak Jeremy, dan segera ketiga orang suruhan Celica mengantar Anna, Alice dan Andre ke sana.


Namun hanya sampai di depan pintu ruangannya. Setelahnya ketiga orang suruhan Celica itu pergi tepat setelah memastikan semuanya baik-baik saja.


"Ayah!" teriak ketiga anak itu sontak membuat Jeremy membelalakkan kedua bola matanya terkejut, begitu pun dengan Sam yang berada di sana.


"K-kalian?" terdengarlah suara Jeremy terbata-bata.


Sam segera menghampiri ketiga anak yang pastinya sudah lelah berpergian jauh itu.


"Kapan kalian kemari? Bersama siapa? Bunda kalian? Apa dia ikut kemari?" Sam berucap dengan perasaan teramat panik. "Kenapa kalian tidak menghubungi paman saja!?" lanjutnya sembari melihat ke kiri dan ke kanan.


"Paman."

__ADS_1


"Paman."


"Paman."


Ketiga anak itu berucap mencoba menghentikan kepanikan Sam yang semakin menjadi-jadi.


"I-iya?" tanya Sam dengan perasan cemas.


"Hentikan pertanyaan Paman," ucap Anna.


"Iya paman. Kami pusing. Lelah, sehabis perjalanan." ucap Alice.


"Iya, paman mengerti," ucap Sam. "Tapi kalian kapan kemari? Bersama siapa, dan apakah Bunda kalian kemari? Kenapa kalian tau ayah kalian ada di rumah sakit, siapa yang memberi tahu? Apa kalian berada di kota ini selama ini? Kenapa kalian tidak memberi tahu? Paman lelah mencari keberadaan kalian yang seolah hilang tanpa jejak."


"Maafkan untuk itu ya paman," ucap Alice.


"Kami kemari bersama orang suruhan bibi Celica," lanjut Anna.

__ADS_1


"Bibi Celica? Siapa itu?" tanya Sam merasa nama itu tidak lah asing untuknya.


"Bibi Celica teman Bunda Kei. Dia yang bantu kami saat semua orang membenci kami. Tapi karena ayah yang memanggil, kami tidak bisa melakukan apapun selain ikut perintahnya saja."


"Ikut perintah?" beo Sam tak mengerti apapun. Pandangan pria itu menatap kakaknya yang berada dalam posisi duduk di ranjang rumah sakit tengah menatap mereka juga.


"Iya kakak? Kamu sebenarnya tau keberadaan Kei dan anak-anaknya? Maka kakak bisa dengan leluasa mengajak mereka datang kemari?" Sam memastikan.


Jeremy mengangguk tanpa berbicara.


Sam terkejut. Yang benar saja! gumam lelaki itu. "Kakak tega!" Sam mendatangi kakaknya dan memukul Jeremy pelan tanpa menyakitinya. Jeremy tertawa renyah. "Hahah."


"Kakak sudah buat Sam lelah selama ini! Dan Kak tetap diam saja?! Kakak macam apa kakak ini!" ucap Sam kesal.


"Siapa yang kata aku tau dimana keberadaan ketiga anak-anakku? Kei, dan semuanya. Aku masa itu koma. Aku bisa berbicara dengan mereka karena arwahku berjalan-jalan mencari mereka. Aku dan mereka terikat. Anna, Alice, Andre… Mereka anak-anakku. Tentu kami memiliki ikatan batin yang kuat. Bersyukur mereka masa itu datang menyelamatkan, kalau tidak, aku tidak akan selamat sampai saat ini." jelas Jeremy.


"Aku tidak mengerti," ucap Sam sembari mengeryit.

__ADS_1


"Ya sudah kalau tidak mengerti," jawab Jeremy segera berpaling pandangan dengan ketiga anak-anaknya yang sudah dewasa di matanya itu. Mampu melalui banyak tantangan? Jeremy tau Anna, Alice dan Andre tinggal di luar negri sampai saat itu. Tapi ia tidak tahu di mana letak negaranya.


"Kalian tidak memeluk ayah, Anna, Alice Andre?" tanyanya pura-pura.


__ADS_2