
"Jangan ganggu bundanya Andre! Semua bukan salah Bunda! Bunda itu orang baik! Andre yang jahat! Kalau mau marah jangan sama Bunda tapi sama Andre! Andre yang buat Bunda selalu dalam masalah dan marahilah Andre. Cepat!! Jangan kasih tunggu waktu lagi!"
Walau sudah berkata begitu, semua orang tetap memaki Kein lepas menantang Andre.
Kei dipukul dan ditendang bersama Bibi Gin, Anna dan Alice yang ingin menjauhkan Kei dari keroyokan semua orang aneh itu termasuk Andre.
Kelima orang itu berada dalam masa luka-luka dikeroyok orang yang terlampau senang dihasut oknum tak bertanggungjawab.
Padahal baru kurang dari dua menit.
Kei sudah pusing karena kepalanya menjadi titik sasaran. Penglihatannya sangat buram dan tubuhnya tidak bisa berbuat apapun karena seluruh amarah tak bertuan itu dilibatkan padanya.
Kei berharap, ada seorang raja yang datang padanya dan menghentikan semua ini.
Ia kasihan dengan Bibi Gin, Triplentnya… Satu keluarga yang sangat mengasihi bahkan melindunginya.
Yang selalu memberikan jalan terbaik untuknya walau Kei keseringan membebankan mereka ketika Kei pusing serta frustasi.
Kei datang kemari untuk menenangkan pikiran dan minta maaf kepada satu keluarga yang sering dibebankannya itu.
Tapi kejadian kemarin yang tidak ia ketahui dari mana asalnya membuat Kei seolah menjadi kambing hitam dalam masalah hubungan Jeremy dan Mamanya itu.
__ADS_1
Kei sudah tidak sanggup. Telinganya seolah tidak peka lagi dengan semua omongan yang seperti suara burung berkicau namun dengan suara jelek dan menyakitkan pendengaran.
Ia akhirnya pingsan dimakan amukan orang yang gila ini.
Tidak tau lah, hidupnya mau dapakan lagi setelah ini.
Keluarganya… Semua ini terjadi karenanya hingga begini! Dan Kei sangat menyayangkan hal itu.
"Dasar perempuan jahat!"
"Segitu aja udah lemah!"
"Udah, tinggalin aja dia!"
"Ayo pergi!"
Semua orang meninggalkannya setelah mendapati Kei pingsan. Triplent Kei beserta bibi juga berlaku sama.
Total waktu tiga menit.
Waktu yang cukup singkat untuk membuat kelima orang malang itu pingsan.
__ADS_1
Petugas? Bahkan mereka melihat saja belum. Kalaupun melihat, mendekati dan menjauhkan mereka saja sudah tidak terkejar lagi. Mereka sudah bubar secepat angin kencang berlalu.
***
Beberapa waktu sebelum ini.
Jeremy tidak tau mau mengisi harinya yang libur dengan apa. Tugasnya sudah siap dalam pekerjaan dan dia melakukannya semalaman karena memikirkan Kei dan ketiga anak-anaknya. Bagaiamana Kei sangat marah padanya, bahkan ia sebagai lelaki tidak bisa melakukan apapun untuknya.
Jeremy kini duduk di sofa kamarnya. Memainkan ponsel, tak sengaja melihat berita terhist hari ini.
Vidio mengenai kejadian kemarin membuatnya terbelaak. Ia terkejut bukan main. Walau kejadian Kei dan Mamanya ia tidak tahu pastinya tetapi ia tidak percaya dengan gambaran yang diberikan.
Dimana pada gambaran kejadian itu membuat Kei menjadi kambing hitam hingga alasan Jeremy lebih memilih Kei daripada Mamanya.
Video tersebut dibuat seperti film. Ada kata hati, bahkan pengakuan Mama Jeremy tercantum disana.
Membuat banyaknya orang percaya begitu saja. Tak berselang lama, ponsel Jeremy bergetar dan panggilan masuk membuat ia mengerutkan keningnya.
Ada nomor ponsel mata-mata tercantum di sana. Ia penasaran, soalnya mata-mata tersebut ia tugaskan untuk memata-matai aktivitas Kei dan keluarganya. Pasti ada sesuatu yang terjadi yang tidak ia ketahui ada sesuatu terjadi pada mereka!
"Hallo…"
__ADS_1
Bersambung…