Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
Jawaban Vivi


__ADS_3

Setelah perbincangan cukup panas dengan Medya, Celica mendatangi Vivi yang berada di taman, sedang mengawasi anak-anaknya yang tengah sibuk dengan setiap pekerjaan untuk mengisi kekosongan waktu itu.


"Vi…" panggil Celica kepada Vivi. Seketika pandangan Vivi teralihkan.


"Hmm, why?" [Hm, kenapa?]


"Someone wants to talk to you. Come on." [Ada yang mau bicara denganmu. Ayo]


Sontak kening Vivi berkerut, "Who is it?" [Siapa orangnya?] tanya wanita itu penasaran.


"If I tell you, you will be angry. So come here. If I tell you, you'll be angry. Then just come here." [Kalau aku kasih tahu pun kamu akan marah. Maka kemari saja]


"Well," [Baik] Vivi akhirnya menyetujui. "Mommy's going to the front first, kid." [Ibu pergi ke depan dulu, Nak] ucapnya pamit kepada anak-anaknya.

__ADS_1


"Yes, mother."


***


Vivi sempat terkejut kala mendapati orang tersebut adalah Medya. Untuk apa wanita paruh baya itu datang kemari? Apa maksudnya, Vivi tidak mengerti.


"You're sitting here, huh..." [Kamu duduk di sini, ya…] ucap Celica pada Vivi seketika dijawab tatapan tajam oleh wanita itu. "Don't worry, later if he messes up, we'll do something for him." [Tenang saja, nanti kalau dia macam-macam, kita lakukan sesuatu untuknya] Celica menambahkan.


Vivi mengangguk mengerti. "Well that's that then. Okay.." [Ya sudah. Baiklah]


"What are you going to talk to me about, Ms. Medya?." [Apa yang akan anda bicarakan pada saya, nyonya Medya] Vivi tidak mau basa-basi.


"You lied about forgiving my daughter!" [Kau berbohong ya tentang memaafkan putri saya] Medya malah menyerang tiba-tiba.

__ADS_1


Vivi dan Celica sempat terkejut, namun setelah menelaah kembali maksud dari wanita paruh baya itu, Vivi akhirnya berkata, "No. I forgive him with all my heart." [Tidak. Saya memaafkannya dengan sepenuh hati]


Medya seketika tidak percaya. "Why did I have another bad dream last night about him!" [Kenapa semalam saya bermimpi buruk lagi tentangnya!]


"Well, my own fault, so annoying woman! My friend is kind enough to forgive, it's hard to even ask who the real mother is. Even if it has been forgiven, if the heart of the person who has forgiven you" [Yah, salah sendiri, jadi wanita menjengkelkan! Temanku sudah baik mau memaafkan, tanya siapa ibu kandung sebenarnya saja pun susah. Sekalipun sudah dimaafkan, kalau hati orang yang sempat memaafkan kembali terluka, yah… Jangan salahkan dia karena anda yang menjadi alasan mimpi buruk anda sendiri!] Celica membalas balik.


"How dare… Say that. How polite are you to your parents!" [Beraninya… Katakan begitu. Mana sopanmu kepada orang tua!] ungkap sebal Medya.


"Ha ha ha. Polite?" Celica membalas dengan meledek. "No one wants to be polite to a cursed human like you! Respect people first then feel how it feels to be respected by others!" [Tiada orang yang mau sopan pada manusia laknat seperti anda! Hormati dulu orang baru rasakan gimana rasanya dihormati orang lain]


Melihat pertengkaran di hadapan mata yang lagi-lagi akan dimulai, Vivi segera berdiri dan akan mengehentikan kelakuan mereka tersebut.


"Fine. I will use my heart to make the late Kara not terrorize Mom anymore," [Baik, baik. Saya akan gunakan hati saya untuk membuat almarhum Kara tidak meneror Ibu lagi] final Vivi akhirnya berhasil membuat keheningan tercipta. "But… Madam–uh, mother. You have to do everything Kei wants this week," [Tapi… Nyonya–eh, ibu harus menuruti segala keinginan Kei selama seminggu ini] Vivi memberi syarat.

__ADS_1


"One week?" [Satu minggu?] Medya tidak percaya. "How could it be? That time…" [Bagaimana mungkin? Waktu selama itu…] Medya tidak sanggup membayangkan bagaimana ia akan bersama anak yang teramat dibencinya tersebut.


"Well, if you want to be free. Meanwhile, you can stay here. Rest assured, you will calm down. There's Kei. [Yah, kalau kamu ingin terbebas. Sembari itu, kamu boleh tinggal di sini. Yakin saja, kamu akan tenang. Ada Kei]"


__ADS_2