
Andre dan Jeremy menanti terdengarnya suara bayi kedua, namun hingga tiga puluh menit berjalan setelah suara bayi pertama terdengar, suara bayi kedua tidak kunjung terdengar.
Lampu merah padam. Dokter keluar dari ruang UGD.
"Apa yang terjadi Dok?" tanya Jeremy panik.
"Kami membawa dua berita. Satu yang menyenangkan dan yang lain menyedihkan," jelas Dokter.
"Berita menyedihkan dulu, Dokter," pinta Andre.
"Beri menyedihkannya, bayi pertama meninggal. Kami sudah melakukan yang terbaik untuk keselamatan bayi itu, namun Tuhan berkehendak lain. Hanya tersisa bayi kedua yang berhasil selamat. Ibu dan bayi keduanya sehat."
"Apa Bunda udah boleh dijenguk, sus?" tanya Andre khawatir
"Belum bisa, dek. Bunda kamu
perlu pemulihan pasca operasi.
"Lalu bayinya, Dok?" tanya Jeremy.
__ADS_1
"Karena bayinya lahir prematur, maka akan diinkubator selama seharian untuk mematangkan tubuhnya. Jadi untuk sekarang, bapak dan adek bisa pulang atau menunggu di sini saja," jelas Dokter.
***
Setelah berbincang-bincang dengan dokter, Andre dan Jeremy memutuskan pulang. Mereka perlu mandi dan tampak segar di mata Kei, bukan? Setelah perjuangan istrinya, Jeremy rasa ia perlu memberikan hadiah untuk wanita itu.
Tapi ketika mengingat Milya, Jeremy mendadak kesal. Ia harus mengusir wanita itu dari kehidupannya. Milya tidak boleh mengganggu kehidupan bahagianya bersama Kei.
Meski Milya pernah menjadi ibu anaknya, Jeremy rasa itu sebatas masa lalu. Toh sekarang masih banyak kok yang mau sama perempuan yang ga perawan bahkan lebih tua dari umurnya. Untuk apa Milya mencari kehidupan bahagia dengan menghancurkan kebahagiaan orang lain.
"Untuk apa kamu pake masak segala? Dari mana kau bisa masuk, hah?!" ucap kesal Jeremy setelah sampai ke ke rumah, malah melihat Milya yang masak di dapur.
Jeremy menggaruk tengkuk. Ia pikir, percuma juga meminta wanita seperti Milya untuk pergi dari rumahnya. Tadi saja istrinya sudah jadi korban, nanti … entahlah, Jeremy tidak tau siapa yang jadi korban selanjutnya.
Jeremy memegang tangan Andre dan pergi dari area ruang keluarga yang memang tanpa berbatasan dengan dapur.
Jeremy mandi di kamar pribadinya bersama Kei. Ada Andre juga di sana. Anak itu merasa jengah melihat ayahnya namun dia berterimakasih karena Jeremy sudah membawa bunda tercintanya ke rumah sakit dan melahirkan.
Andre berdiri berjaga di depan pintu jaga-jaga kalau wanita ulat bulu di rumah ini mendatangi kamar kedua orangtuanya.
__ADS_1
Hanya perlu sepuluh menit Jeremy sudah keluar dari kamar mandi dengan tubuh segarnya sehabis mandi. Andre langsung masuk seusai Jeremy keluar.
"Kamu tidak mau dimandikan?" tawar Jeremy.
Andre hanya menoleh sekilas dan tidak menjawab apapun.
Jeremy langsung paham. 'Dia pasti kesal karena masih dikira masih anak-anak'. Apalagi dengan status Jeremy yang sangat buruk di mata Andre membuat Jeremy memilih diam dan menunggu Andre mandi seperti yang dilakukan Andre saat Jeremy mandi.
Setelah menunggu lima menit, Andre keluar dari kamar mandi dan menyisir rambutnya dengan sisir Jeremy.
Jeremy berdiri di depan kaca bersama Andre. Rambut keduanya masih sama-sama acak-acakan dan, tentu mereka mirip.
"Kita mirip ya, Ndre," kata Jeremy memulai perbincangan.
"Iya iya lah Yah. Andre 'kan anak Ayah," jawab Andre kesal. Bodoh kali laki-laki dewasa yang satu ini.' Pikir Andre dalam hatinya.
****
Tinggalkan komentar sebagai dukungan📝💖 dan beri Vote mingguan jika novel ini cocok dengan selera kalian😉
__ADS_1