Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
S2 Bab 27


__ADS_3

Jangan lupa selalu like dan komentar ya.


"Sebenarnya, Anna, Andre… Ayah bukan laki-laki yang mau menduakan Bunda kalian. Itu bukan video yang sebenarnya. Kalian berdua anak pintar. Jangan suka terbawa kabar burung yang nyatanya tidak jelas. Perempuan dalam video itu, teman Ayah. Hanya, sekarang dia hidup serba ketakutan. Kalian pasti mengerti itu. Kalian cerdas. Bukan masalah besar untuk mengerti sebab akibat. Jadi mohon mengerti ya. Ayah bukan lelaki yang seperti kalian tuduhkan itu."


Anna dan Andre sepertinya mulai berpikir. Ayahnya benar! Mereka tidak boleh terbawa kabar burung yang entah berasal dari mana.


Mereka harus mampu percaya satu sama lain!


"Maafin Anna ya, Ayah. Anna jadi pikir Ayah laki-laki buruk yang ga mau tanggungjawab seperti dulu." ucap Anna sedih.


"Andre pun!" walau Andre akan cari kebenarannya sebentar lagi. "Andre minta maaf ya, Ayah," ucap Andre.


"Ayah mengerti kekhawatiran kalian. Tapi di kota ada banyak penghianat dan masalah di mana-mana. Namun Ayah janji, Ayah bukan lelaki pendua hati. Segalanya canggih dan ayah paham kalian mengerti tentang itu. Vidio diedit bukan perkara besar. Namun kalau ingin belajar lebih giat, kota adalah incarannya. Ayo, siapa yang mau ikut Ayah ke kota!"


Tidak ada yang acungkan tangan. Kecuali Keina.

__ADS_1


"Kenapa kalian tidak mau ikut?" tanyanya pada kedua anaknya.


"Kata Ayah kota itu ga bagus!" jawab Andre yang tanpa sadar malah meledek kota yang sudah menjadi tempat tinggalnya selama ini.


"Ndre… Selama ini kamu ada di kota, dan bukan di Desa. Kamu baik-baik saja kan? Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan." terang Kei pada sang Putra.


"Gimana dengan Anna?"


"Anna mau bersama nenek dan adik Alice!" jawab Anna.


Tristan terdiam. Namun wajahnya menunjukkan kekhawatiran. "Mereka…" untuk sebentar Tristan berbicara dengan kata menggantung. Pikiran Tristan langsung mengarah pada khasus peleceh han. Meski semua orang di sini adalah saudara, iblis tetaplah iblis. Kedua putrinya meski kecil pasti mudah dibujuk.


Jeremy mengangguk. Dia mengerti, istrinya yang hamil sekarang cukup memberatkan terkadang bisa diajak bertukar pikiran juga.


Namun berbeda dengan Kei, dia mau ikut bersama suaminya tak lain tak bukan untuk mengetahui kenyataan sebenar.

__ADS_1


Berlama-lama di desa dan tak mau hidup bersama Jeremy, membuat Jeremy bosan sepertinya hingga mencari wanita lain.


Kei hanya ingin tau. Tapi ketika kenyataan sudah menyedihkan di depan mata, Kei akan meminta pisah.


Biarlah ketiga anak ditambah dua anak di rahimnya bersamanya. Dan Jeremy, bersama kekasih gelapnya.


Dia merasa yakin bisa menghidupi kelima anaknya. Saat muda dan tidak punya apapun juga, Kei sudah berjuang menghidupi ketiga benih yang ditanam Jeremy beberapa tahun silam. Dan mampu bertahan di tengah kehidupan yang kejam. Kalau kejadian menyedihkan itu terulang kembali lagi, ia bisa berkata apa? Mungkin sudah nasip.


"Hey, Kei. Kei." suara Jeremy yang bersuaha menyadarkan Kei.


Kei sedang melamun, dan Jeremy tidak tau apa yang sedang dipikirkan istrinya ini.


"Em? Iya, apa?" tanya Kei yang sudah sadar.


"Apa yang kamu pikirkan?"

__ADS_1


"Tid-tidak. Tidak ada."


"Aku tau kamu berbohong. Cepat katakan…" pinta Jeremy dengan lembut.


__ADS_2