
Tanpa aba-aba, ke tiga anak itu berlari menghampiri Jeremy dan memeluk pria itu. Pelukan hangat yang begitu menyenangkan.
"Kami merinduka mu, Ayah!" ucap Anna, Alice dan Andre secara bersama-sama.
Lepas nya pelukan di lepaskan.
Jeremy tampak melihat ke sana kemari.
"Ayah cari apa?" tanya Andre penasaran.
"Hm, kemana Bunda kalian?"
"Masih di rumah bibi Celica, Yah," ucap Anna.
"Rumah bibi… Celica?" beo Jeremy terkejut.
"Iya ayah," jawab Alice. "Maka dari itu kami datang kemari. Mau jemput ayah supaya jemput Bunda. Lagi pula, kalau ayah yang datang pasti Bunda mau turut." walau tak yakin.
"Lalu, kalian datang kemari dengan siapa?" tanya Jeremy.
"Orang suruhan bibi mereka," Sam menjawab. Pria itu baru keluar, dan kembali.
__ADS_1
"Kamu dari mana?" tanya Jeremy.
"Ngejar orang-orang yang sempat aku liat bersama ketiga keponakan ku," jawab Sam.
"Oh," Jeremy mengangguk. Perlahan mengalihkan pandangan kepada ketiga anak-anak nya. "Kalian, apa selamat dan baik-baik saja?" Jeremy menyentuh bahu Alice.
"Kalau kami tidak selamat, mana mungkin Kami sekarang ada di depan ayah," Anna tersenyum kecil.
"Oh, iya ya. Ayah salah bicara," Jeremy malu. "Maksudnya apa selama kalian di perjalanan sebelum kemari ada masalah?"
"Ada ayah!" jawab Andre antusias.
"Apa saja itu?"
"Oh, berarti, kalian lelah lah ya?" tebak Jeremy.
"Sangat ayah!" ucap Alice.
"Baik. Tunggu ayah sembuh ya, ayah akan bawa kalian jalan-jalan," janji Jeremy.
"Kapan sembuhnya Yah? Ayah di sini. Pasti harus menunggu waktu lama…" ucap Anna sedih.
__ADS_1
"Tidak perlu," Sam mendadak berbicara lagi. "Ayah kalian hanya perlu beberapa bagian pengecekan saja. Setelahnya, tidak lagi," diakhiri dengan tersenyum manis, menandakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
"Benarkah?" mata Anna, Alice dan Andre terlihat berbinar-binar.
"Iya," Sam mengangguk.
***
Di tempat Kei.
Kei menangis seharian. Hampir tidak bisa dihentikan Celica dan Gina yang perlahan merasa sedih dengan keputusan bahwa mereka sudah memberangkatkan ketiga anak-anaknya Kei tanpa sepengetahuan wanita malang itu.
"Kei… I beg you, don't be like this. Come out. After all, I already gave them bodyguards. They are safe, I guarantee 100 or even 1000 percent." [Kei… Aku mohon, jangan begini. Keluarlah. Lagi pun aku sudah memberikan pengawal untuk mereka. Mereka aman, aku jamin 100 bahkan 1000 persen.]
Kei di dalam tidak berbicara apapun. Celica semakin takut terjadi apa-apa dengan wanita itu di dalam kamarnya.
"Bagiamana ini, Bi?" tanyanya dengan takut pada Gina. Gina menggeleng. "Aku tidak tau, nak. Maafkan ibu."
***
Kei di dalam kamar, terbaring dengan foto wajah ketiga anak-anaknya. Ia merindukan mereka, takut terjadi apa-apa pada mereka yang dikira Kei masih bayi di matanya. Padahal nyatanya, Anna, Alice dan Andre sudah mandiri tidak seperti usia anak lain nya yang tidak banyak berpikir tentang pemikiran dewasa itu.
__ADS_1
"Where are you children? Why did you guys leave without telling mom, hm? Are you all right? Did you get to your destination safely without missing anything? I miss you, Anna, Alice, Andre…" [Kemana kalian, nak? Kenapa kalian pergi tanpa memberitahu bunda, hm? Apa kalian baik-baik saja? Apa kalian sampai ke tujuan kalian dengan selamat tanpa berkekurangan suatu apapun? Ibu merindukan kalian, Anna, Alice, Andre…"