
Dia menggendong Istrinya dan berhenti sebentar. Dia menatap Milya dengan mata tajam dan tampak kesal. "Kalau saja ada yang terjadi pada Istriku, aku tidak akan memaafkan mu," ancam Jeremy kesal.
Jeremy dan Andre meninggalkan Milya seorang diri di teras rumah setelah mengunci pintu.
Jeremy menyetir mobil. Sedangkan Andre di belakang kemudi menjaga Bundanya yang sedari tadi mengeluh kesakitan namun ia tidak tahan lagi dan berakhir pingsan.
"Ndre."
"Ya, ayah?"
"Bunda masih bernafas 'kan?"
Andre segera mengecek lubang pernafasan Bundanya itu.
"Bunda masih bernafas," jawab singkat Andre.
Meski anak itu kesal melihat Ayahnya, namun untuk sekarang, Andre rasa hanya Ayahnya yang bisa membawa Bundanya ke rumah sakit untuk diobati.
Seraya menyetir, tak lupa Jeremy memperhatikan kondisi Istrinya di belakang. Ia tidak akan memaafkan dirinya kalau sampai ada nyawa yang melayang karena perbuatan wanita iblis seperti Milya itu.
__ADS_1
Andre yang terus memperhatikan sang Bunda perlahan melihat ada darah keluar dari sela kaki Kei.
"Yah, Yah!" terdengar suara teriakan kepanikan dari Andre.
Jeremy mengerutkan kening, "Kenapa Ndre?"
"Ada darah keluar dari sela kaki Bunda," jawab Andre.
"Apa? Darah?" Jeremy menepikan mobilnya di tepi jalan. Dia melihat kondisi Istrinya yang sudah pucat dan bayi kembar dalam perut Kei yang bergerak seolah ingin keluar.
Jeremy rasa ia harus menghubungi ambulance. Hanya perlu lima menit, mereka sudah sampai ke rumah sakit karena tidak ada yang menghalangi jalan mereka.
"Ini demi istri bapak, kalau bapak ingin Istri bapak selamat, maka tandatangani, karena kami tidak bisa melakukan operasi tanpa persetujuan pihak keluarga."
"Tapi bayi kami masih 8 bulan, sus." Jeremy takut bayinya akan lahir prematur. Makanya dia sangat keberatan dengan keputusan ini.
"Bisa ga Ayah jangan bodoh sedetik aja!" maki Andre kesal. "Adeknya Andre mau lahir sekarang ayah malah halangi. Udah dibilang Suster biar Bunda selamat ... kalau Ayah ga mau, biar Andre aja yang tandatangani."
"Tapi adek masih kecil, hanya orang dewasa yang bisa menandatanganinya," ucap suster.
__ADS_1
"Kalau orang dewasanya sebodoh DIA, mau dijadikan apa dunia ini? Andre akan mengisinya, Andre tahu biodata Bunda sampai nomor KTP-nya," jawab Andre menerangkan.
Suster yang juga perlu memberi biodata dan tandatangan kepada dokter pun langsung memberikan kertas itu pada Andre.
Untuk kesekian kalinya Jeremy menjadi pria bodoh nan pengecut di mata Andre.
"Sudah suster," Andre langsung memberi kertas itu dalam beberapa detik karena dia menuliskannya sekilat pikirannya yang terus berjalan.
Suster yang tidak tahu mau katakan apa untuk kepintaran dan kecepatan anak bernama Andre itu langsung masuk dan menyerahkannya pada dokter.
Operasi pada Kei dan kandungannya dilakukan kurang lebih satu jam.
Dan selama lampu merah tidak padam, Jeremy maupun Andre tak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan bayi yang terpaksa dilahirkan karena sempat diinjak Milya, si wanita iblis.
Oekkk... oekkk..
Pada menit ke tiga puluh, suara bayi pertama keluar. Andre maupun Jeremy seperti kembali mendapatkan nafasnya kembali.
Tapi tak berhenti sampai di sana saja, ada satu lagi bayi yang belum keluar.
__ADS_1