Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
Ulang Tahun si Kembar


__ADS_3

Setelah semuanya siap, dimana Anna, Alice dan Andre dinyanyikan lagu ulangtahun, kini memotong kue.


"Ayo nak. Sebutkan keinginan kalian," ucap Kei pada ketiga anak mereka yang tiba-tiba segar setelah tahu ulangtahun mereka dirayakan.


"Anna/Alice/Andre/mau Ayah!" teriak mereka secara bersamaan setelah dalam posisi berdoa.


Sontak tumbuh Kei mematung, bagaimana akan mengatakan semuanya pada mereka? Tidak mau pusing, Kei lebih memilih mengangguk saja.


"Berdoa saja, nak."


"Kami sudah berdoa!" ucap ketiga anak itu dengan senyuman.


Setelah siap memotong kue untuk Kei dan bibi Gin, Andre melihat ke arah Jeremy.


"Untuk ayah? Apa tidak diberi, bunda?"


Degh.


Kei tentu saja terkejut dengan apa yang baru didengarnya dari Alice. Anna juga mengangguk, sedang Andre, bisa saja dan terus menatap dua jenis kue khas anak perempuan dan lelaki milik mereka bertiga dengan ingin.


Pasalnya Andre belum menikmati sedikitpun rasa manis itu!

__ADS_1


Bibi Gin di samping Kei, masih berdiri, sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Kei.


"Ini sudah malam. Bibi kira turuti saja keinginan anak-anakmu itu," bisik Bibi dijawab angguk oleh Kei.


Kei mendekati Andre, Alice dan Anna yang kini duduk bersamaan di atas sofa.


Kei memotong satu persatu kue dan menaruhnya di atas piring. Beserta sendok plastiknya juga.


"Berikan pada ayah kalian," bisik Kei membuat ketiga anak kembarnya itu tersenyum lebar.


Anna, Alice dan Andre, tersenyum sangat lebar dan turun dari sofa untuk mendekati Jeremy yang ntah mengapa malah dikata sebagai ayah mereka.


Semua terjadi begitu cepat, sudah pukul setengah sebelas, ketiga anak kembar Kei masih bahagia bermain dengan Jeremy yang dipaksa menemani mereka.


Kei merapikan semua barang dan alat yang digunakan untuk merayakan acara ulang tahun kecil-kecilan itu.


Kei lalu berjalan menuju dapur, sempat bertemu dengan Bibi Gin yang juga berada di dapur.


Kei lemas. Ia menghela napas, sembari menaruh bekas tempat loyang, dan barang-barang lainnya yang sudah tidak dipakai serta diperlukan lagi untuk sekarang.


Bibi Gin baru selesai mencuci piring. Ia hendak menyusun piring, sengaja melewati Kei sembari berkata seperti orang normal bicara.

__ADS_1


"Apa pria itu ayah dari anak-anakmu?"


Kei sontak menggeleng. "Tidak Bi," sanggahnya langsung.


"Wajah ketiga anak-anakmu sungguh mirip dengannya."


Kei semakin merasa terpojok, mengigit gigi sendiri, semakin merasa kesal dengan semua perkataan yang dianggapnya hanya sebagai pemanas hatinya.


"Kemarin sewaktu sutradara Sam datang, bibi juga bilang begitu pada Kei. Sekarang rekan kerja Kei--CEO Jeremy juga begitu," Kei membalas sang bibi dengan senyuman miringnya.


"Tapi bibi lihat bagaimana pria itu berdekatan dengan ketiga anak-anakmu juga terlihat jelas kalau mereka memiliki hubungan khusus. Apalagi Anna, Alice dan Andre tidak pernah terlampau dekat dengan orang lain. Sampai berkata kalau dia adalah ayahnya mereka," jelas Bibi lebih dalam lagi.


Kei menghela napas. "Mungkin kebetulan," ucapnya singkat."


"Tidak… Bibi kira tidak seperti itu. Kalian keluarga, Kei. Pasangan yang seharusnya bersama dengan ketiga anak-anak kalian!"


Kei mengepal jemari di atas tumpukan barang bekas acara tadi. "Bibi sebenarnya maunya apa, sih? Sudah Kei katakan dia bukan ayah anak-anaknya Kei! Kei tidak tahu kemana pria brengsek itu, juga berharap tidak akan bertemu dengannya, selamanya!" suara Kei meninggi. "Lagi pula kalau contohnya benar dia adalah ayah anak-anaknya Kei, apa coba yang bisa dilakukan!?"


"Bibi ingin kalau pria itu adalah ayah dari ketiga anak-anakmu harus bertanggung jawab atasmu, Anna, Alice dan Andre!"


"Tapi kalau bukan!?"

__ADS_1


__ADS_2