Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
S2 Bab 17


__ADS_3

POV Jeremy.


Sudah lama Kei ada di sana.


Bersama Ibu dan ketiga anak kami. Mereka tampak bahagia, terlihat Kei yang sering mengirimkan sejumlah foto pada ku dengan senyum ceria yang tidak pernah aku lihat sejak ia mengandung anak keempat dan kelima kami.


Ya, Kei hamil, dan anak kami kembar lagi.


Bukan karna aku tidak menyukai nya.


Toh aku yang membuat nya bersama Kei setiap malam tanpa henti…


Hanya saja bingung.


Tampak nya memang benar kami memiliki gen kembar di tubuh kami.


Mungkin salah satu dari kami?


Mengingat aku–Jeremy tidak punya kembaran sejauh pengetahuan ku. Mungkin ada Kei tapi istri ku itu juga mengaku tak punya gen kembar. Ah, palingan ada rahasia tersembunyi yang di simpan simpan salah satu orang tua kami...


Kini aku berdiri menghadap dinding yang terbuat kaca.


Menatap langit biru yang cerah, matahari bersinar begitu terik nya. Cahaya itu mengenai tubuh ku yang berdiri lebih dekat ke dinding kaca itu. Di ruangan kantor milik ku, sendirian. Tanpa teman dan yah… seperti biasa selama dua bulan sejak Kei memutuskan untuk tinggal di rumah ibu mertua ku.


Tidak bisa ku bayangkan akan begini.

__ADS_1


Kei seperti ingin menjauh dariku saja. Ntah dia tidak nyaman atau mood nya selalu berubah dan ia tak ingin aku susah, ah, padahal aku senang di susahin.


Aku ingin di anggap dengan di pergunakan seperti kemampuan ku.


Huh.. Aku menggela napas.


Kei, aku tau dia wanita mandiri. Dan aku, aku bisa terbilang pria yang bodoh tidak pernah mencari nya sejak masa awal kami jumpa.


Meski sekarang sudah bertemu, menikah dan bahkan bisa di kata hidup bahagia, tapi tetap saja aku merasa kurang, sekurang-kurang nya!


Ada saja yang mengganjal di dalam hati ku. Bekerja tidak semangat, meski pekerjaan hanya meeting, meeting dan mengerjakan berkas perusahaan yang perlu kupelajari, mengerti dan tandatangani.


Perusahaan ada di tangan ku sekarang, dan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perfilman membuat ku harus bekerja lebih ektra membentuk dan menahkodai perusaahan ini seperti sedia kala. Meski sudah ada satu setengah tahun sejak nama perusaahan sedikit diragukan mengenai Kei yang pada saat itu menjadi aktor atas ide gila Sam yang menatap Andre begitu mirip dengan ku.


Ya memang sih, anak itu mirip.


Mungkin karena Kei pada masa itu masih benci padaku ya? Maka mau tidak mau anak nya harus mirip dengan ku meski hanya sekali bertemu.


Hahah. Tiba-tiba memoriku teringat, tentang bagaimana kami berjumpa, pertama kali nya.


Masa itu ada pesta. Pesta setahun aku menjabat sebagai orang terpenting di perusahaan. Semua berjalan baik, dan cukup membuat ku senang.


Hanya saja setelah jam menunjukkan pukul sebelas malam, teman ku, Andri menelepon. Dia kata, aku perlu datang ke bar milik nya sebab tiada teman, dan dia ingin aku menjadi teman nya. Dia baru di putuskan kekasih nya, dan mau tak mau harus mengikut keinginan nya.


Tapi malah mabuk, karna Andri terus mengajak ku minum, minum dan minum.

__ADS_1


Keluar dari sana, eh, malah ketemu dengan gadis cantik yang begitu mempesona bak bidadari. Aku yang adalah lelaki penyuka hal-hal berbau ranjang sebab menjadi petinggi perusaahan bukan hal mudah dan aku juga perlu refreshing, justru membawa Kei ke mobil dan melakukan sesuatu biasa untukku tapi yang pertama untuk nya.


Ah, aku memang gila benar pada masa itu.


Ada rasa malu menyebar ke seluruh tubuhku, dan malam itu, sejak malam itu aku tidak pernah lagi bersama wanita, di atas ranjang.


Bukan tanpa sebab.


Mual parah menyerang ku. Tiap hari tanpa henti. Bahkan setelah tiga tahun, di mana pertemuan pertamaku dengan Kia dan Andre lepas semua nya sudah merubah kami dan takdir.


Wajahku dingin yah, karena aku terus mual. Tiada henti sampai tubuh ku kurus meski pasokan vitamin terus memasuki tubuh ku tiada henti.


Aku seperti orang hamil, dan itu menyakitkan.


Sekarang aku merasa beruntung seberuntung nya, karena anak keempat dan kelima kami aku tidak menanggung beban mual lagi.


"Huek!"


Ah, apa ini?


Mengapa ingin mual? Aku rasa, tidak makan yang aneh-aneh beberapa hari ini? Begadang apa lagi. Jam tidurku seperti anak kecil, pukul sembilan malam maksimal terakhir teng, waktu tidurku. Dan itu sudah wajib nyenyak.


Apa karena aku menyombongkan diri, dua anakku di dalam perut Bundanya mengerjaiku lagi ya?


Baby twis: “Ayah 'kan mau direpotin semampunya." (ノ◕ヮ◕)ノ*.✧

__ADS_1


****


__ADS_2