Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
S2 Bab 24: Semua Orang Menjahui


__ADS_3

Hai Kak langsung like dan komen ya..


...Happy reading!...


Jeremy terhenyak untuk beberapa saat, dia benar-benar tidak mengerti kata-kata istrinya.


"Apa maksudmu?" tanya Jeremy aneh.


"Hanya mengatakan semua berdasarkan kenyataan!" tegas Kei.


"Kenyataan seperti apa? Sejak mengejarmu hingga sekarang mendapatkanmu, aku tidak pernah sekalipun mengambil kesempatan untuk bersama wanita manapun! Apa maksudmu wanita dalam perkejaanku? Jelas-jelas mereka semua paling takut denganku, tidak ada satu pun yang berani mendekat, hanya kamu Kei yang menetap dalam hatiku," ucap Jeremy menyakinkan Kei.


"Bohong!" Kei membuang muka kesal.


Jeremy menghela nafas. Dia tidak percaya Kei kembali cuek padanya. "Sebenarnya ada apa denganmu, Kei? Apa salahku sampai kamu begitu dingin padaku?" tanya Jeremy putus asa, dia meraih bahu Kei dan bertanya dengan sungguh-sungguh.


"Jawab sendiri dalam hatimu, apa yang kau lakukan selama perjalanan sebelum kemari." Kei sangat marah, dan memilih menyingkiarkan tangan besar yang menyentuh bahunya itu. Dengan perut yang sudah sedikit membesar, Kei menjauh dari Jeremy.


Pria yang duduk di sudut ranjang itu melihat tingkah sang Istri sangat aneh menurutnya. Dia berdiri dan mendekat, "Aku tidak mengerti.. Memang apa yang aku lakukan selama diperjalanan? Bukankah kamu tidak bersamaku saat diperjalanan, darimana kamu tau sesuatu?" tanya Jeremy.

__ADS_1


Kei melihat Jeremy tanpa membalikkan tubuhnya. "Jangan dekati aku sebelum kau mengingat semuanya! Keluar kamu dari kamarku, aku mau istirahat!" usir Kei dengan teriakan.


"Tapi kamu…"


"Keluar! … Jangan temui aku sebelum kamu katakan siapa wanita yang kau bawa ke hotel itu!"


'Hotel?' Jeremy bertanya dalam hati.


"Apa yang kamu maksud dengan hotel?" Jeremy justru mendesak seperti anak remaja.


Kei berbalik dan menatap tajam Jeremy. "Kamu benar-benar menunjukkan sifat aslimu pria buaya! Menyesal aku menyetujui pernikahan dan kembali hamil anakmu! Sekali lagi kukatakan, kamu keluar tapi tidak bergerak sedikit pun, maka esok saat kamu lalai tidak menjagaku, aku serta anak-anakmu sudah pergi tanpa berniat kembali lagi!"


Jeremy habis akal untuk sifat keras Kei, dia memilih menjauh, dan membiarkan Kei di kamarnya.


Hotel? ... Kenapa Kei tau aku menyempatkan diri ke sana?


Bukan Jeremy takut setiap tingkahnya diketahui Kei, tapi ancaman Kei yang sangat marah itu membuat Jeremy yakin Kei sedang salah paham...


"Ayah jahat!" suara Andre yang mendadak memukul perut Jeremy membuat pria dewasa itu bingung, apa yang terjadi.

__ADS_1


Jeremy melihat anaknya, tubuh anak itu semakin tinggi, Jeremy menarik tubuh anaknya untuk digendong.


"Tubuhmu semakin berisi, apa Bunda memberimu banyak makanan selama di sini?"


Namun bukannya bahagia, anak itu malah menatap tidak suka Ayahnya sendiri. "Bisa tidak ayah jangan banyak berbohong! Karena Ayah, daritadi Bunda menangis!"


"Memangnya ada apa?" Jeremy berusaha sabar lantaran dia tidak mengerti apapun.


"Turunin aku Yah! Andre jijik sama Ayah! Ayah pendua perempuan!" melihat sang ayah tidak mau melepasnya, Andre memukuli dada Jeremy sampai Jeremy terpaksa menurunkan anak laki-laki satu-satunya itu secara baik-baik. Andre pergi menjauh dari Jeremy dan masuk ke kamar Bundanya.


Salah satu putrinya pun terlihat berjalan ke kamar Bunda mereka, Jeremy menghela nafas, Andre dan Anna menjauhinya karena sebab yang belum Jeremy pikirkan alasannya.


"Ayah."


Hingga suara lembut Alice mengalihkan pandangan Jeremy, putrinya itu kini sedang mengetik dalam sebuah ponsel yang Jeremy tau pekerjaannnya adalah menulis sebuah kisah.


Jeremy mendekati Alice. "Kenapa Sayang?" dia berusaha lembut dan sangat lembut, hanya Alice yang dimiliki Jeremy saat ini.. Dua anaknya yang lain meski berasal dari rahim dan kualitas benih yang sama tetap saja mereka berbeda.


"Semua orang di rumah ini sedang marah pada Ayah," jawab jujur Alice.

__ADS_1


"Maksudmu?"


****


__ADS_2