
Hari ini hari Sabtu.
Kebetulan hari libur nasional dan menurut pesan dari sutradara yang menjadi admin dalam grup WA khusus aktor, hari ini ikut libur. Karena pekerjaan semua orang sangat baik, hingga simpanan episode film itu terbilang banyak, cukup untuk diluncurkan dalam tiga hari ini. Maka Kei pikir ia dan Andre bisa berjalan-jalan sebagai bukti Kei meminta maaf dengan putranya itu atas kesalahan yang diperbuatnya.
"Nak, kamu sudah siap?" tanya Kei yang masih berada di dalam kamar mandi sudah memakai semua pakaiannya tinggal keluar dari dalam kamar mandi.
"Sudah bunda," teriak Andre di luar kamar Kei, tempat Kei dan Andre semalam tidur berdua saja.
Kei keluar. Dia yang menggenakan stelan pakaian jumpsuit berwarna biru kesukaanya menatap Andre yang pakaiannya baru saja dipakaikan oleh bibi Gin memakai baju kodok berwarna biru muda.
Kei tersenyum manis kepada anaknya itu. Dia berbelok dan kini berdiri di depan cermin. Rambutnya sengaja tidak dikeramas karena semalam dia mandi dan menyuci rambutnya.
Kei menata rambut hanya diikat kepang menyamping seperti putri Elsa dalam layar televisi yang sering ditonton kedua anak Kei dikala sedang bosan dan tidak berniat mengerjakan pekerjaan pengisi waktu luang.
"Bunda."
Kei sedikit menoleh. Cermin di hadapannya memantulkan siapa yang ada dibelakangnya yang tentunya tidak bisa dilihatnya kalau tidak membalikkan badan.
__ADS_1
Ternyata ada Anna dan Alice yang ntah kapan masuk ke dalam kamar itu.
"Kenapa Ann, Lice?"
"Kami mau ikut bunda jalan-jalan, Bunda. Boleh?" Keduanya tersenyum lebar.
Kei berpikir sebentar. "Boleh… Tapi kalian siap-siaplah dulu. Hm, tapi kalian makanlah dulu karena kita akan jalan jalan seharian ini."
Anna dan Alice mengangguk. "Kami sudah makan Bunda."
"Oke… Kalau gitu, kita akan segera pergi."
"Sama-sama," balas Kei simple.
**
Setelah merasa semuanya sudah selesai, semua orang tak terkecuali Bibi Gin keluar.
__ADS_1
Kei memanggil taxi dengan ponsel pintar miliknya, namun ntah mengapa pandangan semua orang di sekitar rumahnya sangatlah aneh kala menatapnya.
Kei bingung, namun hari ini ia tidak memutuskan untuk masa bodoh karena bukan orang-orang itu yang menjadi alasan dia keluar dari rumahnya. Kei hanya merefreshkan kepala sembari membahagiakan anaknya yang sempat diabaikannya.
Taxi datang tepat di depan halaman rumah Kei.
"Nyonya Leona Natalia kan?" ucap supir itu dengan wajah mendadak pucat. Bahkan ucapannya bergetar seolah takut…
"Iya, pak."
"O-owh… B-baik. Ayo naik ke dalam.."
Kei mengangguk.
Kei membawa Andre dan meletakkannya di atas pangkuan. Sementara Anna dan Alice duduk di samping Kei menjadi penegah antara Kei dan Bibi Gin.
Taxi berjalan, suara radio mengisi kekosongan taxi yang sunyi ini. Tiada satupun yang hendak mengatakan sesuatu.
__ADS_1
"Selamat pagi pendengar radio FM yang berbahagia. Selama tiga puluh menit kedepan kami akan menyiarkan berita acara panas Minggu ini yang berhasil menghebohkan jagat maya." ucap pembicara dalam radio. Kei dan semua orang di dalam taxi mendengar.
"Baik Mari kita memulai dari kasus wanita yang menjadi topik hangat sejak menjadi aktor dalam sebuah novel yang diangkat menjadi film. Parasnya yang cantik dan peranananya yang menyakinkan sungguh menghanyutkan banyak penonton. Namun usut punya usut dia adalah wanita licik yang tidak punya malu. Semalam sore, terjadi pertengkaran cukup sengit. Membuat CEO perusahaan JMY entertainment lebih memilihnya daripada mamanya sendiri yang ternyata memiliki hubungan khusus! Video edaran dari salah satu pengguna Facebook beberapa jam yang lalu di sebuah restoran kelas menengah yang memiliki letak yang tidak jauh dari lokasi syuting. Hanya kami tidak bisa memperlihatkan vidionya melainkan audionya saja."