Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
S2 Bab 25: Kata-Kata Penyesalan


__ADS_3

"Maksudmu?" tanya Jeremy penasaran. Meski cukup mengerti gambaran dari kata-kata Alice saat ini.


"Iya, Yah. Semua orang sedang membenci Ayah," jelas Alice sambil melepas ponsel dan menatap Jeremy.


"Kenapa bisa begitu?"


Alice kembali mengambil ponselnya, dia menunjukkan sesuatu kepada Ayahnya, "Lihat ini," ucap gadis kecil itu pada Jeremy.


Degh!


Mendadak, perasaan Jeremy benar-benar tidak karuan.


Sebuah foto di layar ponsel Alice yang menunjukkan seorang pria dan wanita dalam sebuah hotel, posisi sang Pria tampak menindih wanita itu dan tatapan keduanya bersatu.


"Ini…" Jeremy menyentuh sudut ponsel Alice, dia menunjukkan ekspresi tak percaya.

__ADS_1


"Siapa yang mengirim nya!?" suara Jeremy meninggi.


Alice mengangkat bahu. "Tidak tau, Ayah. Dua jam sebelum ini gawai Bunda menerima pesan dari nomor tak dikenal, dan Bunda mengirimkannya pada Alice."


Jeremy menggeleng pelan, bagaimana mungkin gambar dengan suasana seperti saat Jeremy pertama kali melihat wajah Milya setelah sangat lama tidak berjumpa terlihat dalam gambar ini?


Apa ada penguntit di sekitar mereka saat itu? Orang yang membencinya kah? Soalnya Jeremy ingat dia siapa, mantan playboy yang sudah meniduri banyak wanita di masa mudanya.. Bisa saja kan orang itu tak lain salah satu orang yang pernah Jeremy sakiti?


***


Jeremy mendatangi kamar Kei setengah jam setelah menyiapkan hati.


Dia mengetuk pintu dengan sangat hati-hati. Namun pintu yang memang terbuka itu sangat hening, seolah tiada orang di dalam nya.


Namun kala Jeremy melihat lebih jauh lagi, ada Kei yang tidur dengan nyaman nya di atas ranjang berlantai dua yang ia tiduri.

__ADS_1


Jeremy mendatangi istrinya, dia melihat wajah Kei yang damai tidak seperti tadi, sungguh garang seperti kucing garong.


Jeremy mengulur kan tangan dan menyingkir kan anak rambut yang menutupi sedikit bagian dari wajah nya.


"Maafkan aku kalau aku salah," ucap nya menyesal. "Meski aku tak tau apa yang telah ku lakukan. Foto itu, aku yakin hanya rekayasa, karena kami tidak melakukan apapun karena aku masih mengingat mu, dan semua anak-anak kita. Kalau aku boleh jujur dia adalah Milya wanita masa lalu yang sudah lama kami tidak pernah jumpa. Dan dia ku temukan di jalan dan hampir di jahati orang-orang. Aku kasihan, dan tidak menyangka, salah paham terjadi antara kamu dan aku.. Aku harus lakukan apa untuk kamu? Jujur aku bingung untuk meredakan amarah mu pada ku."


Tidak mendapatkan jawaban dari Kei, Jeremy menghela nafas. "Mungkin kamu akan tetap marah pada ku atas semua hal. Padahal tujuan ku sangat baik–ingin mengunjungi mu, ketiga anak kita dan bayi kita. Tapi kala melihat reaksi tak terduga mu, aku merasa sangat bersalah serta seperti hidup dalam dunia lama ku… semua orang tidak menginginkanku dan terus menyalahkan ku. Memang terdengar tidak masuk akal kala melihat aku-yang adalah orang berada. Tapi memang itulah aku, orang yang tidak akan pernah dianggap selagi belum membuahkan sesuatu," jelas Jeremy panjang lebar dengan rasa putus asa mendalam.


"Aku tau kamu baik," suara serak itu menyadarkan Jeremy dan segera menatap Kei.


"Kamu tidak tidur sedaritadi?"


Kei bangun dari tidur dibantu Jeremy.


Kei menggeleng. "Sebenarnya sempat, tapi hanya sebentar, lantaran… kamu menganggu tidurku!" ucap Kei mendadak terkekeh.

__ADS_1


Jeremy tidak mengerti mengapa Kei sangat bahagia secara mendadak padanya.


****


__ADS_2