Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
S2 Bab 2: Pengakuan Jeremy


__ADS_3

"Kamu sangat cantik Kei. Aku sungguh bodoh tidak mencari mu sedari tujuh tahun yang lalu. Selain itu kamu adalah wanita kuat yang pernah aku temui dan aku liat secara empat mata tanpa perantara–


Jujur, aku begitu salut melihat mu. Melahirkan tiga anak untukku adalah hadiah terbesar yang tidak pernah kudapatkan dari manapun dan aku merasa bahagia mendapatkan mu serta tiga anak kita–


–Meski, siapapun tahu, kalau aku terlambat tujuh tahun menemui mu hingga semua dedam yang kamu miliki untuk ku teramat besar sampai kamu tak sudi menikah dengan ku." Jeremy terus memainkan anak rambut wanitanya ini dengan penyesalan teramat dalam.


"Mungkin Kei, jika bukan karena ibu mertua yang mendukung ku serta kakak ipar Celica aku tidak akan mendapatkan mu semudah ini. Maafkan karena tidak banyak berkorban untuk mendapatkan mu–


–Aku tau kamu menginginkan itu. Tapi kalau itu sempat terjadi, maka aku tidak tau mau menebus kesalahan ku sampai kamu menerima ku berapa tahun lagi supaya memiliki mu–


–Aku minta maaf atas kejadian masa itu. Kamu sudah banyak menderita karena ku dan semua hasrat untuk memiliki mu sebelum waktunya. Ah, aku memang gila pada masa itu–


–Tapi kan, jika dilihat dari sisi terangnya, kamu memiliki tiga anak yang bisa diajak bermain dan kamu tidak kesepian lagi. Kamu pasti tidak akan setres menghadapi hidup ini–"

__ADS_1


Tiba-tiba kalimat Jeremy terhenti. Saat dilihatnya Kei ternyata bisa kembali dalam keadaan sempurna dalam waktu singkat, bisa bergerak.


Tampaknya wanita ini mendengar semua ucapannya. Jeremy karena keterkejutan nya yang teramat sangat itu, mmebuat ia bahkan tidak bisa melakukan apapun setidak nya berkata pada wanita ini.


Kei yang juga memposisikan tubuhnya berbaring sama dengan Jeremy itu mulai berita sambil menunjuk lelaki itu.


"Kamu kira mudah melahirkan anak tiga orang, hm! Sejujurnya itu terjadi karena ibuku! Hamilnya itu loh, bayangkan Jeremy, bayangkan!–


Tiga orang tumbuh di perutku dan berkembang di dalam… Kamu kata enak? Kata orang hamil satu anak rasanya seperti membawa banyak beban!


"Aku sama sekali tidak bisa bergerak selincah dahulu. Berlari… Jangankan lah dulu tentang itu. Bahkan membungkuk mengambil benda jatuh saja tidak bisa! Apa yang kamu kata enak? Hah!"


Menatap manik hitam wanita itu membuat Jeremy sedikit takut melihat istrinya ini.

__ADS_1


"T-tapi kan kamu bisa tenang setelah melahirkan," ucap Jeremy terbata-bata.


"Mana ada! Aku harus menyusui tiga anak satu persatu! Payudaraku hanya dua, bukan tiga. Sebenarnya bukan karena aku tidak mensyukuri berkat Tuhan, tapi untuk menyadarkan mu saja… Jangan buat aku hamil!"


Lepas mengatakan kalimat sakralnya, Kei membalikkan tubuhnya membelakangi Jeremy yang masih merasa tidak percaya akan perkataan istri nya itu.


Hingga Jeremy bertanya dalam hati. Apa mungkin salah aku berkata seperti itu padanya? Hanya ucapan terima kasih…


Jeremy kehilangan semua ucapan nya, lelah juga di diami meski sudah lelah berbicara.


"Maafkan aku menyinggung mu." begitu ungkapan yang lelaki itu ucapkan sampai merasa termat lelah.


Jeremy berbaring menatap langit-langit kamar sementara Kei terus membelakanginya seolah tidak sudi tidur bersama pria itu.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2