
POV Author.
Perasaan Medya benar-benar tidak terkontrol lagi.
Medya memang sedari dulu membenci Kei.
Tetapi Kei hanya satu-satunya orang yang bisa menghentikan semua mimpi buruknya mengenai putrinya Kara
Yang begitu menderita di depan matanya dalam kumpulan mimpi-mimpi tiap malam selalu yang muncul dalam tidurnya membuat Medya bahkan tidak berani menutup mata.
Dimana di dalam mimpinya itu, Kara selalu menyentuh kakinya dan selalu menangis minta
Medya, ibunya agar meminta maaf atas namanya pada Kei supaya jalannya tidak terhalangi oleh semua kesalahan di masa hidup yang selama ini hanya mendapatkan derita.
Terpaksa, Medya menahan semua rasa malunya yang sama sekali tidak dihatikan oleh Medya sendiri, menangis pada anak perempuan yang selama ini dibencinya karena masa lalu yang terbilang kelam itu.
Medya menyeka air matanya.
__ADS_1
Mengambil kembali tangan Kei, perempuan yang selama ini dijadikan sebagai titik pembalasan dendamnya pada ibu kandung Kei yang dahulu adalah
Sahabat baiknya namun mengkhianatinya dengan bersetubuh dengan suaminya sendiri hingga menghadirkan Kei sebagai anak haram yang dianggapnya kotor sekalipun gadis itu sangat baik padanya.
Sementara pada kenyataan, ayahnya Kei sangatlah munafik..
Dimana pada masa itu, ibunya Kei yang ternyata adalah Gina sendiri, wanita yang selama ini sangat baik padanya itu dahulu adalah sekertaris ayahnya Kei.
Tetapi Brian menariknya dan membawanya ke atas tempat tidur dan melakukan hal yang sama sekali tidak sepantasnya untuk dilakukan.
Sementara Gina sudah memiliki suami, dan seorang anak yang memiliki usia 3 tahun masa itu yang
Kei tidak menyadari apapun, karena ia terlalu terfokus pada semua hal yang menjadi titik permasalahannya.
Siapa yang akan menikah dengannya, bagaimana dia jika hamil… Kemudian bagaimana perkataan orang terhadap dirinya, serta apa dan bagaimana
Dia hidup jika anak-anaknya berhasil lahir? Juga bagaimana ia menjalani hidup jika dirinya sendiri sama sekali tidak pernah di sekolahkan oleh ayah kandungnya sendiri.
__ADS_1
Tetapi semua mampu dilewati Kei dengan sangat mulus yang menjadikan Kei sebagai wanita kuat yang terkadang selalu memilih diam karena dia tahu, diam adalah hal yang bisa dilakukan jika keadaan kepala begitu pening.
"Saya minta maaf atas semuanya. Saya salah bicara," Medya menarik napas dengan nada suara yang kian menyerak tersebut. "Namun saya ingin membawamu ke pemakamannya. Kebetulan berada dekat di sini. Di belakang rumah ini lebih tepatnya."
Perasaan Kei yang mulai goyah itu mendadak merasa sangat penasaran, apakah wanita tua ini benar-benar yakin dengan semua ucapannya? Mengingat selama bertahun-tahun sejak kecil Kei mengenalnya dia adalah tipe wanita pembohong di mata Kei. Apa yang dikatakan Medya bertujuan padanya sama sekali tidak pernah menjadi kenyataan, hanya bualan semata yang selalu menyakitkan hati Kei dalam, sedalam-dalamnya.
Namun ketika melihat kesungguhan seorang Ibu untuk putrinya (Kara) yang paling ia sayangi itu, hati Kei perlahan luluh sendiri.
"Baik, aku akan ikut."
Malam hari yang gelap itu, semua orang mendatangi pemakaman yang membuat Medya menangis pilu yang berdiri di samping Kei.
Sedang ketiga anak-anaknya Kei yang berdiri di kedua sisi tubuh Kei bergetar seolah ketakutan dimana Kei menggendong Andre, dan kedua saudara perempuannya di kedua sisi Kei.
Semua orang, tidak termasuk Celica dan Brian ayah Kei karena kedua orang itu, Celica memiliki bayi, dan ayah Kei yang struk lepas kejadian yang menimpa perusahaan beberapa tahun silam itu akan merepotkan jika terjadi sesuatu.
...Komentar tentang tokohnya ya kakak-kakak...
__ADS_1
....... (☆▽☆) .......