Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
Kei yang Marah


__ADS_3

Manik mata cokelat tiga pasang mata anak kecil itu membulat.


Seketika pasang kaki mereka melangkah teramat laju dengan tangan masih menggandeng satu sama lainnya.


Seorang pria bertubuh tinggi, dengan tubuh berbalut pakaian rumah sakit berwarna biru muda, tampak berjalan perlahan, mendekati sebuah pintu cukup besar di hadapannya.


Anna, Alice dan Andre tidak mengerti mengapa orang yang mirip dengan rupa Jeremy, ayah mereka itu sama sekali tidak menoleh kepada mereka walau sekarang jaraknya sudah cukup dekat, tinggal menyentuh sedikit bagian tubuh Jeremy, kemudian sudah! Mereka akan mungkin akan saling melihat wajah satu sama lain.


Anna, Alice, Andre saling menatap, tanpa berkata. Ketiga anak kecil itu seolah saling berucap, beberapa detik berikutnya, mereka saling menarik tubuh Jeremy menjauh dari depan pintu aneh itu.


"Jangan mendekat, ayah!" mereka berkata secara bersama-sama.


Jeremy menjauh, tubuh mereka sama-sama terjatuh, namun ketiga anak itu segera terbangun dari tidur mereka, "Ayaaaahhh!" teriak mereka secara bersama-sama.


"K-kalian kenapa anak-anak, Bunda?"

__ADS_1


Kei sontak mendatangi kamar setelah ketiga anak-anaknya yang berteriak


secara bersama-sama dan ketika Kei melihat mereka satu persatu, Kei melihat


Anna, Alice dan Andre–Ketiga anak-anaknya itu bangun dari tidur sementara waktu terakhir dilihatnya adalah pukul 05.12 pagi… Waktu dirinya masih mempersilahkan ketiga anak-anaknya tidur, hanya datang sekedar melihat apakah ketiga anak-anaknya baik-baik saja di dalam kamar tanpa dirinya yang sudah bangun dan melakukan pekerjaan membantu Celica mengurus rumah tangganya yang bahkan hingga sekarang masih saja berperang dingin, tidak berbicara walau Farrel tetap tidur dan makan di rumah itu.


"Kalian semua, bangun. Turun ke bawah, ayo kita mandi!" titah Kei segera.


Anak-anaknya yang bahkan masih terlihat begitu syok dengan apa yang baru terjadi, sepertinya di dalam mimpi mereka itu, mengikut perintah Kei yang diintonasikan dengan nada tinggi tersebut.


Dengan menuntun Anna, Alice dan Andre ke kamar mandi, Kei berkata, "Buka pakaian kalian!" teriaknya bernada kuat kembali.


Mereka mengikuti perintah Bundanya kembali, namun Andre yang masih memikirkan semuanya dengan sudut pandang anak-anaknya, tidak mengikuti perkataan Bundanya karena pikirannya berlarian jauh tidak lagi di kepalanya lagi.


Emosi.

__ADS_1


Kei menyiram begitu saja kepala Andre. "Sadar nak! apa mimpi kalian!" teriak Kei sebenarnya khawatir.


Kei pikir ketiga anak-anak kembarnya itu mimpi buruk, hingga cara yang paling tepat adalah membangunkan mereka dengan air dingin.


Serta benar saja, Andre kembali sadar walau dengan keterkejutan hingga dia menggigil mencengkram celana panjang yang dipakai Kei hingga ikut basah.


"Bundahaaa…" ucap Andre begitupun Anna dan Alice saat air dingin dari gayung bak mandi mengguyur kepala mereka tanpa aba-aba.


"Cepat, kalian sadar! Bunda mau bicara dengan kalian!" teriak Kei dijawab angguk walau bibir ketiga anak-anaknya sudah terlihat bergetar kedinginan.


Keluar dari dalam kamar mandi, Kei yang sudah memandikan ketiga anak-anaknya menuntun mereka memasuki kamar dengan handuk yang dililitkan satu persatu ke tubuh mereka.


Celica yang sedaritadi mendengar semua teriakan Kei mendadak penasaran, sembari menggendong bayi kecilnya yang masih ingin minum ASI itu, Celica mendatangi Kei di kamar.


"Why is that, Kei? Your children, why are you angry?" [Kenapa itu, Kei? Anak-anakmu, kenapa kamu marahi?]

__ADS_1


__ADS_2