Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
Nasihat Bibi


__ADS_3

...Like dulu sebelum membaca....


...Happy reading....


...------------------------------------------------...


Kei menunjukkan paras wajah sebal.


Termasuk dalam kategori pertanyaan yang sama pertanyaan sang Bibi dengan Andre anaknya yang kemudian membuat wanita muda itu meninggalkannya.


Kei menatap sang bibi. Terdiam, hingga beberapa detik kemudian ia kembali berkata. "Dia mau dekat dengan Andre."


"Loh," Bibi mengernyit. "Bukannya Jeremy itu ayah anakmu ya, Kei. Kenapa–"


"Bibi! Kei tidak suka bibi katakan dia ayah anaknya Kei!"


"Tapi kenapa? Toh mereka mirip. Bibi lebih suka menyebutnya begitu."


"Argh, sudahlah! Suka-suka bibi lah di situ!" Kei memalingkan wajah. Bersedekap di dada menunjukkan bahwa sekarang ini dia bertambah marah.


Bibi yang kembali memahami perasaan Kei memilih menyentuh paha wanita muda yang sudah dianggap sebagai putrinya itu.


"Bibi hanya berusaha merilekskan suasana. Namun sepertinya kau tidak menyukainya. Maafkan bibi karna menyingungmu."

__ADS_1


Bibi menghela napas. "Tapi, apa kau tau, Kei perbuatanmu tadi sama sekali tak baik untuk anakmu."


Kei masih belum merespon sama sekali.


"Kalau karena Jeremy ingin mendekati putramu, kenapa kau sampai menunjukkan amarah pada anakmu? Andre itu masih kecil lho Kei. Jangan kau buat kenangan buruk tentangmu padanya. Bibi tau kau masih memiliki kenangan buruk dengan lelaki semua dewasa. Tapi Andre tetaplah putramu," nasihat sang bibi.


Kei mendengus. Kini wanita itu menatap bibinya dengan wajah kesalnya. "Iya Bi. Kei juga tau itu."


"Tapi kenapa kau masih saja melakukannya kalau sudah tau?" tanya sang bibi tidak habis pikir.


"Yang pertama, Kei kesal. Yang kedu–"


"Sekesal-kesalnya seorang ibu pada seseorang, dia tidak akan bodoh dengan memarahi anaknya sebagai pelampiasan sekalipun menyangkut anaknya sendiri. Kau, bunda yang tangguh Kei. Dan Bibi tau semua itu. Jangan berubah menjadi lembek," nasihat bibi Gin kembali.


"Terus?" tanya bibi masih dengan intonasi suara lembutnya--memberitahu.


"Jeremy itu bukan pria baik."


"Darimana kau tau? Kau menguntit dia, ya?" tebak sang bibi asal.


Kei menggeleng. "Tidak."


"Lalu?"

__ADS_1


Kei meremas rambut. Lama kelamaan Kei naik pitam dengan perkataan sang Bibi yang semakin mengulur waktu.


"Bibi bisa tidak jangan membuat Kei darah tinggi!? Kei belum menjelaskan secara rinci, Bibi sudah potong! Argh… Emosi Kei dengan Bibi!"


Bibi terdiam. Waktu yang terbilang lama untuk pembicaraan yang terjeda.


Kei mulai berbicara, "Bibi jangan memotong pembicaraan Kei. Supaya bibi mengerti dan jangan terus menyalahkan Kei karena memang, tampak dari kaca mata orang yang belum mendengarkan penjelasan dengan menelaahnya terlebih dahulu."


Bibi masih diam.


"Tadi kan Bi. Mama Jeremy datang sama Kei. Terus dia bilang kalau Kei benar-benar sudah membuat Jeremy dan sutradara Sam berubah dan Mama Jeremy menuduh Kei buat macam-macam terhadap kedua putranya."


"Tak lama setelahnya, Jeremy datang dan buat Mamanya tenang. Tetapi ntah karena apa, Jeremy kata kalau ia lebih memilih Kei daripada Mamanya dan Kei tidak mau menjadi penyebab Mama Jeremy dan Jeremy berantam. Dan terkusus alasan Kei melarang Jeremy mendekati Anak Kei, karena Kei tidak mau Jeremy buat dampak negatif untuk Anaknya Kei."


"Tapi sama saja Kei. Kamu buat pengalaman buruk di antara terburuk untuk Andre."


Kei mendengus. "Kei tau itu Bibi…"


"Maka dari itu Bibi ingin kau minta maaf dengan putramu itu. Sekarang!" teriak Bibi terdengar mengancam.


Kei berdiri dari duduk dan berjalan tanpa menoleh kepada sang bibi.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2