
Sesudah sampai di rumah, Kei terus memperhatikan gerak gerik Jeremy. Wanita itu mau mengikuti keinginan suaminya untuk pulang ke rumah karena ingin tau, apa benar Jeremy memiliki wanita lain di belakangnya selama Kei tidak ada di rumah.
Jeremy mengambil barang bawaan Kei dari bagasi dan membawanya ke rumah. Kei masuk lebih dahulu bersama Andre. Keadaan rumah lebih kacau dari saat Kei ada di rumah karena Jeremy tetaplah lelaki. Seorang pria yang jarang mengenal arti kebersihan.
Rumah asal disapu, terdapat banyak debu. Pembantu memang ada. Biasanya.
"Mas," panggil Kei.
"Apa?" Jeremy menoleh.
"Kemana semua pembantu. Apa mereka tidak bekerja seperti seharusnya?"
"Pembantu semua kupecat sejak kamu tidak ada di rumah. Aku tidak ingin kamu salah sangka kalau aku berdua dengan salah satu di antara mereka."
Sampai segitunya? Pikir Kei tercengang.
Kei mulai mengambil sapu dan menyuruh putranya mengambil beberapa benda yang letaknya tidak sesuai tempat.
"Ndre."
__ADS_1
"Ya, Bund?"
"Ambil barang-barang yang berceceran di lantai. Taruh di tempat yang seharusnya."
"Oke bund." Andre tetap mengiyakan perintah Bundanya. Meski menggerutu, Ayahnya memang lelaki tidak berguna.
"Kenapa kamu mengambil sapu dan membersihkan rumah?" tanya Jeremy tidak percaya.
Kei melihat ke arah Jeremy. "Rumahnya kotor, harus dibersihkan," jawab singkat Kei.
"Tapi kamu sedang hamil–"
Merasa mendapat skakmat dari istrinya, Jeremy hanya bisa diam dan mengambil koper untuk di bawa ke lantai atas.
Jeremy tau rasa sakit itu seperti apa. Tapi tidak dengan merasakan sakit saat tubuh dibelah menjadi dua bagian. Kata Kei, sakit seperti tubuh yang di belah kedua bagiannya itu hanya bagian terkecil.
Kalau tidak bergerak, mungkin bisa lebih parah dari itu.
Ia tidak bisa melihat Kei merasakan sakit. Apalagi jelas diketahuinya, Jeremy sudah menanamkan sakit di pertama kali keduanya bertemu. Ia sangat bersalah karena itu.
__ADS_1
Cukup memakan waktu tiga jam juga Kei merapikan rumah dibantu Andre dan Jeremy.
Waktu sudah menujukkan pukul enam.
Selama merapikan rumah yang tujuannya menggeledah, Kei tidak menemukan benda mencurigakan yang menguatkan dugaan kalau Jeremy berselingkuh.
Sampai sekarang ia tidak menaruh hati sedalam-dalamnya pada pria itu. Karena jujur, Kei masih menaruh dendam pada pria yang menggoreskan luka di tubuh maupun hatinya.
Jadi ketika mengetahui Jeremy berkhianat, tidak ada yang bisa memberatkannya untuk pergi dari Jeremy.
Pria itu meski kaya dan memiliki jabatan penting di perusahaan sampai kapan pun tidak bisa mengembalikan semula remahan dari pecahan kaca yang sudah dipecahkannya.
"Huh, akhirnya selesai juga…" ucap Kei senang.
Ia duduk malas di kursi, memejamkan matanya dan mengelus perutnya yang sangat membuncit. Usia kehamilan dengan dua bayi sekaligus tidak terlalu memberatkan karena di pengalaman pertama, ia bahkan lebih kesulitan bergerak.
"Bund, Andre mau makan," pinta Andre seraya mengelus perutnya.
Jeremy yang sedang berkutat dengan leptop miliknya setelah lelah merapikan rumah, mendengar permintaan Andre.
__ADS_1
Dia berdiri dan pergi ke dapur. Ia mengambil telur, sedikit daging dan mie.