Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
Promosi


__ADS_3

Hallo, author promosi ya…


Author punya novel di *****_**


Judulnya: Aku Bukan Istrimu


Sinopsis: Kesucian Anita hilang lenyap dalam sekejap kala dia terjebak dalam kesalahpahaman dengan Samuel Ravelio, pewaris keluarga Ravelio, keluarga terkaya di kota.


"Kau adalah Anna, istri bodohku! Bukan Anita atau siapapun! Sekarang terima hukuman karena sudah meninggalkanku demi pecundang itu!"


Samuel kira, Anita Serly adalah Anna Bella, wanita yang meninggalkannya dalam pernikahan demi kekasihnya.


"Aku bukan istrimu!" Sekuat tenaga Anita menyadarkan Samuel kalau dia bukan Anna. Tapi semua sia-sia. Samuel tidak mempercayainya. Hanya ada kesedihan dirasakan Anita dalam dendam salah sasaran ini.


Ketika Samuel tahu kenyataan sebenarnya, Anita sudah pergi. Pergi jauh dari kehidupan Samuel dengan membawa bayi Samuel yang ada di rahim Anita. Samuel menyelesal. Akankah pria itu memiliki kesempatan memperbaiki semuanya?


Mampir ke aplikasi N O V E L ME, ya.


Author baru buat 1 bab. Tapi tanggal 1 Jan 2023 author bakal up tiap hari 3 bab.


Dukung dengan subscribe [masukkan ke rak]'ya!


Makasih.


Oh ya, ini cerita di bab satu.


‘‘Heh. Ternyata kau sudah bangun, Penghianat!’’


Anita mengerutkan kening bingung mendengar suara pria yang agaknya sedang berbicara padanya. Matanya perlahan terbuka karena penasaran. Tetapi ia hanya menemukan kegelapan di depannya.


‘‘Siapa kamu?’’ Anita mencoba berbicara pada seseorang yang tidak tau entah berada di mana itu. Meski perasaannya tidak enak, dan ketakutan mulai mengisi ruang hatinya.


Sedetik, dua detik, tiga detik.


Anita tidak kunjung menemukan jawaban. Hingga terdengar suara derap langkah kaki seseorang yang menggunakan sepatu. Persekian detik, suara itu semakin mendekat, dan membuat Anita penasaran. Sebenarnya, dia ada di mana dan kenapa bisa ada di sini.


Saat mulai melihat tubuh seorang pria berjas hitam dalam jarak pandangnya, Anita semakin penasaran. Cahaya redup hanya menyorotinya dari atas.


‘‘Sia–siapa kamu?’’ tanya Anita memasang mode siaga. Tangan, kaki, dan lehernya diikat. Saat ini dia dalam posisi berdiri.


‘‘Kamu tanya aku siapa?’’ terdengar suara berbicara dengan kekehan. Tampaknya, pria bermata cokelat itu tidak percaya dengan pertanyaan Anita.


‘‘Apa kau sudah lupa dengan semuanya?’’ lanjut pria asing yang tidak dikenal Anita itu. ‘‘Atau, memang pura-pura lupa, hem?’’ Pria itu mencondongkan tubuhnya ke Anita.


‘‘Aku tidak tau kamu siapa, dan kenapa aku bisa ada di sini, masih menjadi misteri dalam pikiranku,’’ Anita berbicara dengan suara gemetar. Ia ketakutan. Meski begitu, dia memutuskan bertanya. Karena ia perlu tau banyak, tentang siapa pria di depannya sekarang.

__ADS_1


Lelaki itu menekan kedua sudut pipi Anita hingga gadis itu merasa kesakitan. ‘‘Kau sudah lupa semuanya?’’ ulang lelaki itu sambil menekan pipi Anita lebih kuat.


‘‘Aku tidak tau siapa kamu,’’ jawab Anita merintih. Suaranya tidak terlalu terdengar jelas. Sakit di kepala dan nyeri di perpangkalan rahangnya semakin membuat tangis Anita mengencang.


‘‘Tidak kenal?’’ Salah satu alis pria itu terangkat. Anita hanya mengangguk lemah.


Plak! Mendadak tamparan keras mengenai pipi mulus Anita.


‘‘Aku tau kau hanya berbohong! Cepat katakan, di mana Ajustin kekasih badebahmu itu! Aku harus memberinya pelajaran!’’


Anita menggeleng lemah. Dia tidak tau siapa Ajustin. Tapi berbicara pada pria ini percuma saja, kata–katanya tidak akan didengar. Terutama panas nyeri terasa di area pipinya. Sakit di kepala dan rahangnya semakin membuat tangis Anita yang tidak tau apa-apa semakin deras.


‘‘Jangan bersandiwara di depanku! Aku tahu kau hanya mengelabuiku!"


Tapi tangis Anita semakin kencang. Pria bernama Samuel Ravelio itu mulai mencengkram bahu Anita dan memberikan sentuhan bibir dengan beringas.


Lidahnya menjelajah masuk, mengabsen satu persatu gigi Anita tanpa membiarkan Anita bernafas dengan bebas.


Tangan Samuel mulai membuka satu persatu kancing baju Anita dan memberi tanda pada buah dada Anita dengan rakus.


Kedua tangan dan kaki Anita yang terikat tidak dapat memberi pertolongan di saat sekarang. Tangis Anita semakin kencang yang membuat Samuel menjambak rambut Anita. ‘‘Diamlah! Aku tahu kau bukan perawan lagi, jadi jangan berlagak suci!’’


Kesadaran Anita hilang saat Samuel mulai menerobos selaput daranya dalam sekali hentakan.


Entah sudah berapa lama Anita pingsan. Tapi dia menemukan dirinya ada di kamar besar yang dipenuhi perabotan mahal. Ranjang king size nyaman muat untuk tiga orang dewasa.


‘‘Kenapa bisa aku ada di sini?’’ monolog Anita dengan suara serak sambil menyentuh kepalanya. Badannya terasa sangat sakit. Anita mulai mengingat apa yang terjadi sebelum ini.


‘‘Keperawananku …’’ Anita menggeleng. Air mata yang sempat ia keluarkan kembali keluar karena kesedihannya.


‘‘Sebenarnya apa salahku …’’ kata Anita sambil terisak.


‘‘Salahmu hanya satu, kau lari dari pernikahan bersama kekasih badebahmu itu!’’ kata Samuel yang sedaritadi memperhatikan perempuan yang sudah direngut keperawanannya itu.


Anita mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara. Lagi-lagi dia melihat pria jahat yang tidak hanya menyakitinya, tapi juga memperkosanya.


‘‘Sebenarnya siapa kamu? Kenapa menyakitiku!?’’ tanya Anita dengan suara meninggi.


‘‘Heh! Kau selalu menanyakan hal yang sama,’’ ucap Samuel mendekat. Ia mencengkram bahu Anita dan kembali melakukan penyatuan bibir yang sangat menyakitkan. Sekuat tenaga Anita melepaskan tautan bibir itu. Tapi tenaga Samuel sangatlah besar.


‘‘Mungkin kau sudah lupa semuanya setelah kecelakaan itu. Jadi, aku akan memperkenalkan diriku. Aku adalah Samuel Ravelio, kekasihmu yang sangat mencintaimu,’’ ucap Samuel setelah melepaskan tautan bibir mereka.


Anita terdiam. Ia menolak kenyataan kalau dia lupa ingatan. Jelas-jelas Anita ingat siapa dirinya. Anita tau siapa teman-temannya dan Samuel bukan kenalannya, apalagi musuhnya. Tapi lagi–lagi, berbicara dengan pria aneh yang memperlakukannya sangat kasar ini, seperti menjelaskan sesuatu pada batu atau benda mati. Tidak akan didengarkan!


Tok-tok-tok.

__ADS_1


Anita melihat seorang dua wanita berkostum sama.


‘Mungkin saja mereka pelayan,’ pikir Anita.


Pelayan itu masuk setelah mendengarkan satu perintah dari Samuel, ‘‘Kenakan padanya pakaian dan beri dia makanan.’’


Samuel beranjak pergi dari kamar mewah ini digantikan para pelayan yang masuk.


‘‘Nona, silahkan pilih salah baju kesukaan anda.’’


Anita mengerutkan kening. Dia terbengong melihat banyak pakaian cantik dan sangat mahal yang digantung di stand hanger.


‘‘Dan ini makanan untuk anda,’’ ucap pelayan yang lain memperlihatkan banyak makanan yang tersedia di rak makan berjalan.


Aroma yang tercipta dari rak makan berjalan jelas sangat mengundang selera. Tapi Anita merasa ragu menerimanya. Jadi dia berkata, ‘‘Tidak perlu. Aku hanya perlu pergi dari sini. Apa kalian bisa mengantarku pulang?’’


Dua pelayan ini menatap satu sama lain. Kemudian salah satu dari mereka berkata, ‘‘Kami tidak memiliki nyali, nona. Tuan Samuel akan marah pada kami.’’


Anita menghela nafasnya, ‘‘Begitu ya?’’


Dua pelayan mengangguk, mereka sama sama berkata, ‘‘Iya, nona.’’


Mendengar itu, Anita merasa sangat lemas. Ia tidak tahu karma buruk apa yang telah dibuatnya hingga berakhir dihadapkan dengan Samuel, pria kejam yang entah kenapa malah menyekapnya, merenggut keperawanannya dan sekarang tidak membiarkannya pergi.


‘‘Kami tahu jelas masalah anda dan tuan Samuel. Tapi perlu nona Anna tau, tuan Samuel begitu frustrasi setelah kepergian nona dengan kekasih nona,’’ ucap salah satu pelayan yang membuat Anita menghela nafas karena jelas-jelas dia bukan Anna atau kekasih pria bernama Samuel itu!


Pelayan lain memegang tangan Anita, ‘‘Iya nona. Maka dari itu kami sarankan, nona harus pandai-pandai mengambil hati tuan Samuel.’’


‘‘Tolonglah nona, kembalikan tuan Samuel seperti saat dulu, saat tuan Samuel sangat mencintai nona Anna. Menurut kami itu lebih baik dari apapun.’’


Kedua pelayan kini memegang masing-masing satu tangan Anita dengan wajah memelas sangat berharap Anita mampu mengabulkan permintaan keduanya.


Anita masih terdiam hingga dua pelayan itu memutuskan pergi, meninggalkanya sendiri dalam kamar mewah ini.


‘‘Ya sudahlah nona, kami pergi dulu ya. Mungkin nona perlu ruang untuk sendiri,’’ kata pelayan sebelum pergi.


Dalam kesunyian, Anita merenung, ‘‘Apa benar tidak ada jalan keluar?’’ gumam perempuan itu sedih. Sebelum semua ini terjadi, Anita hanya gadis yang baru ditipu kekasihnya.


‘‘Aku jujur saja, Nit. Aku laki-laki beristri.’’ ingatan Anita berputar pada masa kekasihnya memilih jujur dan memutuskannya.


Awalnya Anita sedih, tapi sedih itu berubah menjadi kekecewaan. Tidak disangka, selama mereka menjalin hubungan, kekasihnya sudah mengintip segala pendapatan Anita tiap bulan.


Sehari setelah memutuskan Anita, semua uang dalam rekening Anita hilang tak tersisa. Tentu saja Anita depresi. Semua kemalangan seolah mengumpul di sekelilingnya.


‘‘Aku harus apaaa!!!’’ teriak Anita pusing.

__ADS_1


__ADS_2