
Atas kebingungan yang dialami Kei, Celica berinisiatif untuk memberitahu kenyataan yang ia ketahui setelah mencari tahu semuanya sedari awal, dimana semua itu membentuk hubungan rumit yang sulit untuk dijelaskan.
"Iya, Kei. Bibi Gina ibumu. Dia masih hidup sampai sekarang, dia benar-benar wanita yang sudah menghadirkanmu ke dunia ini sampai dewasa seperti ini."
Kening Kei segera mengerut, dia memandang kepada Celica dengan posisi tubuh yang masih menghadap Gina dan belum juga melepas pelukan yang dilimpahkan Kei pada Bibi Gin yang terus menyentuh kepalanya sangat lembut serta penuh kasih sayang tersebut.
Apa maksudnya ini? Hati Kei bertanya. Pertanyaan yang sudah hampir dilupakannya mendadak kembali lagi seperti sebuah memori yang tidak diketahui Kei jawabannya.
"Bibi Gin Ibu kandungmu, walau nyonya Medya ibu angkatmu. Ceritanya panjang Kei, dan mungkin akan membuatmu pusing, serta aku harap kamu tidak menaruh sedikitpun dendam pada Ibumu sendiri, karena dia sudah banyak berjasa untukmu, sekalipun nyonya Medya wanita yang memberimu makan serta tempat tinggal sedari kecil setelah keluar dari panti."
"A-aku akan dengarkan! Cepat Cel, lagipun... sejak kapan aku tidak ingin mendengarkan penjelasan? Aku mantan penulis, sudah menjadi bagian hidupku mendengarkan sebelum menulis!" desak Kei seolah tidak sabaran lagi.
Pandangan Celica mengarah menatap Gina. "Mungkin, mendengarkan dari sumbernya lebih terpercaya." Celica mempersilahkan Gina menerangkan.
"K-Kei.. Putri ibu. Ibu juga tidak tahu mau kata apa lagi. Sejak dahulu Ibu tidak pernah datang untuk sekedar menjengukmu."
__ADS_1
"Bukan karena Ibu tidak menganggapmu sebagai salah satu putri ibu, tapi Ibu memiliki alasan kuat untuk tidak melihat keberadaanmu selama ini."
"Menyentuh tubuhmu sejengkal saja tampaknya ibu tidak berhak. Kamu, selama hidup lahir ke dunia ini pasti sudah memiliki banyak sekali penderitaan. Dan ibu menyesal, tetapi ibu juga tidak bisa melakukan apapun selain berdoa."
"Ibu harap kamu tidak membenci ibu karena tindakan Ibu yang sangat tidak manusiawi padamu, Ibu rasa, Ibu lah wanita yang paling tidak ber-adat di dunia ini."
"Ibu begitu kejam membiarkanmu hidup sendiri selama ini. Sudah sangat berat beban yang kamu tanggung, nak. Ibu paham itu."
"Sedari awal, kehadiranmu sangat membuat ibu bingung mau lakukan apa. Kamu bukan anak yang dihadirkan karena cinta kasih kami--sebagai kedua orangtuamu."
"Bahkan aku dan ayah kandungmu yang tetap bernama Brian itu menjadi seorang laki-laki super pengcut yang sampai sekarang dengan pintarnya dia menyembunyikan semuanya."
Ia masih hidup dengan ayah kandungnya, penjelasan itu saja sudah membuat Kei mengerti kalau ayahnya memang laki-laki brengsek seperti terjadi pada kehidupannya yang sekarang.
"I-Ibu … K-Kei tidak membenci ibu. Justru Kei senang, walau pertemuan kita setelah Kei dewasa bahkan taunya Kei kalau Bibi Gin yang Kei kenal hingga sekarang adalah Ibu kandungnya Kei."
__ADS_1
"Ibu memang tidak banyak berperan dalam hidup Kei semasa kecil. Kei lumayan paham kenapa Ibu tidak mendatangi panti."
"Sementara Kei yang kecil masa itu selalu merindukan sosok Ibu yang tidak seperti ibu angkat Kei."
"Medya itu wanita otoriter, dan Kei teramat bersyukur kalau dipertemukan dengan Ibu setelah dewasa."
"Kalau bukan Celica yang menemukan Kei dan Ibu yang merawat Kei semasa awal pertemuan kita, hamilnya Kei yang bahkan Kei tidak tahu bagaimana merawat diri serta tiga anak sekaligus saat anak-anak Kei masih baru dilahirkan."
"Serta kemungkinan terbesar yang terjadi ketika kita tidak dipertemukan, Kei pasti saja sudah mati. Karena keadaan Kei yang tidak dimungkinkan untuk bergerak lagi, apalagi waktu itu Kei jatuh pingsannya di semak-semak. Arus air dari sungai di dekat sana pasti sudah membawa Kei karena seperti Ibu dan kita tau, air di sana sering meluap walau hujan sudah reda."
Gina segera memeluk Kei. "Maafkan Ibu karena jadi Ibu yang pengecut. Ibu relakan segalanya. Karena perlu kamu tau saja Kei. Suami sah ibu sendiri yang sudah jadi almarhum, tidak tahu kalau Ibu memiliki anak lain selain anak kami, kakak perempuan kamu."
Kei mengangguk tersenyum. "Tidak apa Bu," kemudian ia menoleh ke belakang. Mengulurkan tangannya mengarah pada ketiga anak-anakya yang tetap diam memperhatikan. "Nenek Gin. Nenek kalian, apa kalian tidak ingin memeluknya?" Kei sangat bahagia dengan status ini.
Dijawab sanggup, Anna, Alice dan Andre segera memeluk bibi Gin.
__ADS_1
Sedang Kei menyingkirkan diri dan mendekat pada Celica.
Celica tersenyum kecil saat Kei menghampirinya. "Kamu yakin akan kembali ke sana, Kei?"