Anak Jenius: My Triplets Smart Kid

Anak Jenius: My Triplets Smart Kid
S2 Bab 32: Wanita Asing: Aku Hamil Anakmu


__ADS_3

Selama berbulan-bulan Jeremy selalu memperlakukan Kei dengan baik.


Dia benar-benar tulus dalam ucapan maafnya kepada Kei.


Kei yang awalnya menganggap itu adalah angin lalu, kini mulai luluh dan percaya pada Jeremy.


Begitupun Andre, anak yang awalnya tampak menganggap Jeremy, sang ayah adalah musuhnya; sekarang, keduanya bahkan lebih akrab bagaikan sahabat.


Hari ini, Jeremy berencana meengajak Kei membeli pakaian bayi. "Dari pagi sampai jam sepuluh, aku tidak punya urusan penting yang memaksaku menghadirinya aku kira kita perlu membeli pakaian bayi untuk twins," ucap Jeremy membuka percakapan saat makan malam.


"Berarti Ayah mau temenin Andre sama Bunda, dong Yah?" tanya Andre dengan suara bersahabat.


Jeremy tersenyum. "Iya, Ndre. Ayah juga mau tahu, apa-apa saja benda yang diperlukan untuk kelahiran twis nantinya."


"Terus Andre boleh kut, dong yah?" tanya Andre lagi.


"Iya. Kamu boleh ikut," jawab Jeremy dengan lembut juga. Ia tahu kepribadian Andre yang akan baik jika dilembutin dan semakin garang kalau dikerasin. Maka hingga kini jeremy terus belajar bagaimana memperlakukan anak istrinya itu selayaknya bagian dirinya.


"Yey! Andre mau pilihin semua baju mini kesukaan Andre!" kata Andre dengan semangat empat lima.

__ADS_1


"Memang kamu tahu jenis kelamin adik-adik kamu, Ndre?" tanya Jeremy lagi.


"Tau!" jawab Andre.


"Apa jenis kelaminnya dan siapa yang memberitahu kamu?"


"Semua laki-laki dan aku yang memberitahunya, Mas," jelas Kei sambil memasukkan nasi dan mie goreng masakannya ke dalam mulutnya.


Jeremy hanya mengangguk tanpa berkata-kata. Baru semalam mereka mengecek jenis kelamin bayi berusia 8 bulan yang ada di dalam kandungan Kei setelah banyaknya kesibukan di dalam dunia pekerjaan.


Jeremy pikir dia bisa agak sombong pada Andre karena anak itu tidak ikut menyaksikannya secara langsung. Ternyata tidak.


"Besok pagi jam tujuh," jawab Jeremy.


"Jam 7? Kenapa cepat sekali?" Kei agak aneh.


"Kita akan jalan-jalan keliling komplek dulu. Setelahnya baru berangkat. Anggap saja olahraga pagi."


Seketika istri dan anaknya pun menyetujuinya.

__ADS_1


***


Pagi-pagi sekali, Jeremy, Kei dan Andre berencana keluar dari rumah untuk olahraga.


Namun dikejutkan dengan penampilan seorang wanita yang tiba-tiba muncul di depan pintu dengan perut besar layaknya orang hamil 6 bulan.


"Milya?" Jeremy tentu langsung kenal dengan wanita itu. Tapi tidak dengan kehamilannya. Pikiran Jeremy pun masih bertanya-tanya, kenapa wanita ini datang dengan tangisan dan perut membuncit?


"Dia siapa, Mas?" tanya Kei berbisik. Dia bingung. Pagi-pagi sekali bertamu, tapi tampak sangat tidak sopan karena bukannya tersenyum, wanita itu justru tampak marah dalam kesedihannga.


"Entahlah, Aku juga tidak tahu," jawab Jeremy sejujur-jujurnya.


"Aku minta pertanggungjawabanmu, Jemy," kata wanita itu memulai pembicaraan.


Seketika Jeremy terkejut. "Tanggungjawab?" Jeremy belum paham apapun. "Apa aku buat kesalahan?" Jeremy malah bertanya lagi, yang tanpa sadar pertanyaan ini membawanya pada sesuatu yang menghancurkannya.


"Ya, kamu buat kesalahan!" jawab wanita itu dengan suara keras. "Malam itu kita berdua terbawa perasaan dan melakukan itu! Sekarang aku hamil, Jemy! Aku mau kamu menikahiku!?"


Jeremy menggeleng. Tentu saja dia tidak terima. "Malam itu aku hanya mengantarkanmu ke hotel karena kamu pingsan, ya, Milya! Setelahnya kita bicara sebentar tapi aku langsung pergi dari sana! Jadi tidak ada yang terjadi!" mati-matian Jeremy berusaha menjelaskan kalau ia tidak bersalah.

__ADS_1


__ADS_2